Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA memberi kesan bahwa mereka akan mengirim senjata tertentu ke separatis yang didukungnya di wilayah Donbas Ukraina, menandakan potensi peningkatan ketegangan dengan Barat.
Usulan itu datang dari Andrey Turchak, seorang pejabat tinggi partai berkuasa pro-Kremlin yang juga anggota senior Senat, meskipun tidak ada komentar publik langsung dari pemerintah.
Rusia telah mendukung separatis sejak konflik pertama pecah pada 2014 tetapi menyangkal tuduhan Ukraina dan Barat bahwa Rusia memberikan dukungan militer.
Pejabat Rusia telah meningkatkan tuduhan dalam beberapa pekan terakhir bahwa Kiev berencana untuk merebut kembali wilayah yang memisahkan diri dengan paksa, sesuatu yang dibantah oleh Ukraina.
Para legislator di Parlemen juga telah mengusulkan agar Rusia secara resmi mengakui wilayah tersebut, yang secara efektif akan menghancurkan upaya diplomatik yang telah berjalan lama untuk mengintegrasikannya kembali ke Ukraina yang dikenal sebagai proses Minsk. Namun, proposal itu belum secara resmi dijadwalkan untuk dipertimbangkan.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menegaskan kembali komitmen Rusia terhadap perjanjian Minsk ketika ditanya tentang kemungkinan pengiriman senjata pada Rabu (26/1), tetapi dia tidak secara khusus membahas proposal tersebut.
Mempersenjatai separatis secara terbuka akan merusak klaim Rusia, yang ditolak oleh Ukraina dan Barat, bahwa Rusia bukan pihak dalam konflik.
Seorang pejabat senior Kremlin kemudian meremehkan pernyataan Turchak. Dmitry Kozak, ajudan Presiden Rusia Vladimir Putin dan negosiator kunci di Ukraina, mengatakan Turchak tidak meminta nasihat sebelum membuat komentarnya.
"Ada banyak inisiatif tentang masalah ini. "Kami telah menghentikan banyak dari mereka," tuturnya.
Rusia telah mengeluarkan lebih dari 500.000 paspor untuk penduduk wilayah separatis sejak 2014 dan Lavrov menegaskan kembali sumpah untuk membela mereka jika mereka diserang. Pertempuran di daerah itu telah menewaskan 14.000 orang sejak 2014, menurut PBB.
Turchak mengutip apa yang dia sebut upaya NATO untuk melatih dan mempersenjatai militer Ukraina, bersama dengan penembakan yang terus berlanjut dan korban sipil di sepanjang garis depan dengan separatis, sebagai pembenaran kebutuhan akan pasokan senjata tambahan. Dia tidak merinci senjata apa yang harus dikirim.
Dinas Keamanan Ukraina, Rabu, mengatakan telah menemukan bukti baru pengiriman senjata ke separatis dari Rusia, termasuk ranjau, mortir, dan bahan peledak.
Langkah-langkah terbaru datang karena Rusia dan Barat telah meningkatkan ancaman atas Ukraina, dengan AS menempatkan ribuan tentara dalam siaga untuk kemungkinan penempatan ke Eropa dan mengirim senjata ke Kiev sementara Rusia melanjutkan penumpukan lebih dari 100.000 tentara di dekat perbatasan.
Moskow membantah berencana untuk menyerang. Barat telah mengancam akan memberikan sanksi ekonomi, meskipun bukan intervensi militer, jika memang demikian. (Straitstimes/OL-12)
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
Kremlin pastikan Rusia absen dari pertemuan perdana Board of Peace di Washington pada 19 Februari. Moskow masih pelajari urgensi badan pengelola Gaza tersebut.
Kremlin menyatakan belum ada kompromi terkait wilayah Ukraina setelah pembicaraan lima jam antara Vladimir Putin dan utusan AS Steve Witkoff.
Pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner berlangsung hampir lima jam.
Kremlin memperingatkan akan bertindak jika AS benar-benar melanjutkan uji coba senjata nuklir.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin, terkait eskalasi serangan Moskow ke Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved