Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK berwenang Jamaika telah menangkap seorang mantan senator Haiti yang merupakan tersangka utama dalam pembunuhan Presiden Haiti, Jovenel Moise pada Juli 2021 lalu.
Juru bicara Pasukan Polisi Jamaika, Dennis Brooks, mengatakan bahwa John Joel Joseph, seorang politikus Haiti terkenal yang disebut oleh pihak berwenang sebagai tersangka dalam pembunuhan Moise, ditangkap oleh pihak berwenang pada Jumat (14/1).
Brooks tidak mengomentari apakah penangkapan itu mengikuti permintaan Biro Investigasi Federal AS, yang juga menyelidiki pembunuhan tersebut. Juga tidak jelas di mana Joseph ditangkap di Jamaika.
Sementara itu, Inspektur Polisi Jamaika Stephanie Lindsay mengatakan bahwa beberapa orang lain juga ditangkap bersama Joseph dan pihak berwenang berusaha untuk menentukan apakah mereka adalah anggota keluarga.
Lindsay mengatakan mereka ditangkap pada Sabtu (15/1) sebelum fajar dan tidak memberikan rincian lainnya.
“Untuk lebih dari satu alasan, kami tidak membagikan lebih banyak informasi,” katanya.
Di antara mereka yang menyambut penangkapan itu adalah Mantan Menteri Luar Negeri Haiti, Claude Joseph, yang sempat menjabat sebagai perdana menteri sementara setelah pembunuhan Moise.
“Penangkapan John Joel Joseph menunjukkan bahwa tidak akan ada tempat persembunyian bagi mereka yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam pembunuhan itu,” tulisnya di Twitter, mengatakan bahwa upaya internasional yang dia mulai terus membuahkan hasil.
Joseph adalah tersangka kedua yang ditangkap di Jamaika. Pada akhir Oktober 2021, pihak berwenang Jamaika menangkap mantan tentara Kolombia Mario Antonio Palacios.
Dia baru-baru ini diekstradisi oleh AS dan sedang menunggu sidang pengadilan lain setelah didakwa dengan konspirasi untuk melakukan pembunuhan atau penculikan di luar AS serta memberikan dukungan materi yang mengakibatkan kematian, mengetahui atau berniat bahwa dukungan materi tersebut akan digunakan untuk mempersiapkan atau melakukan persekongkolan untuk membunuh atau menculik.
Pembunuh bersenjata dengan senapan serbu mendatangi kediaman pribadi Moise di perbukitan di atas Port-au-Prince pada 7 Juli 2021 lalu dan menembaknya hingga tewas.
Peristiwa tersebut menyebabkan perburuan besar-besaran dan penyelidikan di beberapa negara di Amerika Latin dan Karibia.
Lebih dari 40 orang, termasuk 18 mantan tentara Kolombia, telah ditangkap sehubungan dengan serangan itu, di mana istri Moise terluka.
Pejabat pemerintah Kolombia mengatakan mayoritas mantan tentara ditipu dan tidak tahu tentang misi sebenarnya.
Para tentara, yang tetap berada di penjara di Haiti, menuduh pihak berwenang melakukan penyiksaan, sementara pemerintah Kolombia baru-baru ini mengatakan konsul negara di Haiti diancam setelah mencoba memberikan bantuan kemanusiaan. (Aiw/Aljazeera/OL-09)
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
SEORANG mahasiswa berinisial A (19) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya yang berlokasi di Jalan Padat Karya I, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Jumat (16/1/2026).
Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan indikasi kuat adanya tindak pidana kekerasan pada tubuh korban.
Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan tertutup tumpukan dedaunan
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan penemuan mayat pada Sabtu (3/1). Korban ditemukan dengan sejumlah luka bacok di bagian kepala.
UTANG aset kripto disebut sebagai motif utama pelaku pembunuhan anak politikus PKS di Cilegon. Pelaku mengaku mengalami kerugian besar dalam perdagangan aset kripto hingga terlilit utang.
Reshuffle kabinet kelima mencuat setelah Thomas Djiwandono terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Juda Agung, Budi Djiwandono, dan Sugiono disebut bakal bergeser posisi.
Hasil kesepakatan yang mempertahankan posisi Polri di bawah Presiden harus didukung penuh oleh seluruh elemen bangsa.
Penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi menimbulkan masalah baru dalam sistem komando dan pengambilan keputusan.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi mengaburkan prinsip supremasi sipil, karena Polri berpotensi menjadi subordinat kepentingan politik sektoral.
Mandat Reformasi 1998 tidak pernah mengamanatkan pemindahan posisi institusional Polri dari bawah Presiden.
Keputusan Trump batal menaikkan tarif ke Eropa menekan harga emas hingga Rp82 juta per ons, sementara bursa saham global justru menguat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved