Kamis 13 Januari 2022, 14:23 WIB

Amerika Desak Penyelidikan Warganya yang Tewas setelah Ditangkap Israel

Mediaindonesia.com | Internasional
Amerika Desak Penyelidikan Warganya yang Tewas setelah Ditangkap Israel

AFP/Mahmud Hams.
Warga Palestina ambil bagian dalam kelompok renang pagi hari di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, pada 8 Januari 2022.

 

AMERIKA Serikat pada Rabu (12/1) mendesak penyelidikan setelah seorang Palestina-Amerika berusia 80 tahun ditemukan tewas di Tepi Barat yang diduduki menyusul penangkapan oleh Israel. Wali Kota Jiljiliya, utara Ramallah, mengatakan kepada AFP bahwa tubuh Omar Abdulmajeed Asad masih diborgol setelah kematiannya.

Namun Israel mengatakan bahwa mereka telah menangkap seorang pria selama penggerebekan di desa untuk menggagalkan aktivitas teroris dan dia (Omar) telah dibebaskan pada malam yang sama. Di Washington, juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan bahwa Asad memegang kewarganegaraan AS dan pemerintah telah menghubungi keluarganya untuk menyampaikan belasungkawa.

"Kami juga telah menghubungi pemerintah Israel untuk meminta klarifikasi," kata Price kepada wartawan. "Kami mendukung penyelidikan menyeluruh atas kejadian ini," katanya.

Wali Kota Fuad Moutee mengatakan Asad dan keluarganya sedang kembali dari mengunjungi kerabat ketika sekitar 30 hingga 40 tentara Israel melakukan operasi sebelum fajar. "Mereka menghentikan mobil di pusat desa dan menangkap penumpang di dalam dan memborgol mereka," katanya.

Setelah pasukan mundur, penduduk desa menemukan mayat Asad di suatu bangunan yang sedang dikerjakan. Dalam pernyataan singkat, Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi versi wali kota bahwa Asad meninggal karena serangan jantung.

Juru bicara militer Israel Amnon Shefler mengatakan insiden itu akan diselidiki secara menyeluruh dan profesional. Dia berkeras bahwa kehidupan setiap orang Israel dan Palestina itu penting.

Baca juga: Pria Palestina Berusia 80 Tahun Tewas setelah Penangkapan Israel

"Penyelidikan awal oleh komandan di tempat kejadian menunjukkan bahwa selama proses pemeriksaan seorang warga Palestina ditangkap setelah menolak pemeriksaan dan dia dibebaskan malam itu," kata militer dalam pernyataan. "Divisi Reserse Kriminal Polisi Militer sedang meninjau insiden itu yang pada akhirnya temuan akan ditransfer ke Korps Advokat Jenderal Militer." (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Thomas SAMSON

Jual Foto Rotgen Korban Penembakan Bataclan, Dokter Bedah Terancam Dihukum

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 26 Januari 2022, 12:00 WIB
Foto rontgen yang memperlihatkan lengan berisi peluru senapn Kalshnikov itu dijual seharga US$2.776 di laman daring OpenSea, yang khusus...
Noel Celis / AFP

Aturan Ketat Covid-19, AS Bersiap Izinkan Diplomatnya Tinggalkan Tiongkok

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 26 Januari 2022, 11:48 WIB
Satu orang mengatakan Kedutaan Besar AS melakukan survei internal yang menunjukkan bahwa sebanyak 25% staf dan anggota keluarga akan...
Elias Lahtinen/AFP/Getty Images

Rusia-Ukraina Tegang, Finlandia Tingkatkan Kesiapan Militernya

👤 Nur Aivanni 🕔Rabu 26 Januari 2022, 11:33 WIB
Kolonel Petteri Kajanmaa dari Finlandia mengatakan ketidakstabilan di wilayah Laut Baltik berasal dari ketidakpastian...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya