Kamis 30 Desember 2021, 15:22 WIB

Lebih dari 30 Korban Serangan Brutal Militer Myanmar Telah Dimakamkan

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Lebih dari 30 Korban Serangan Brutal Militer Myanmar Telah Dimakamkan

Handout / KARENNI NATIONALITIES DEFENSE FORCE (KNDF) / AFP
Beberapa kendaraan yang dinaiki pengungsi tampak hancur dan hangus setelah diserang militer Myanmar di Kota Hpruso, Myanmar, Sabtu (25/12).

 

KELOMPOK pemberontak Myanmar mengatakan telah mengubur lebih dari 30 orang yang tewas dan terbakar dalam serangan.

Aktivis oposisi menyalahkan tentara Myanmar atas serangan 24 Desember di dekat desa Mo So di Negara Bagian Kayah tersebut, di mana kelompok bantuan Save the Children mengatakan dua stafnya tewas.

Juru bicara junta belum mengomentari serangan tersebut tetapi media pemerintah di Myanmar yang dikelola militer sebelumnya melaporkan bahwa tentara telah menembak dan membunuh sejumlah teroris bersenjata di desa itu.

"Kami mengubur setiap mayat yang kami temukan di tempat kejadian," kata seorang komandan Pasukan Pertahanan Nasional Karenni (KNDF), salah satu pasukan sipil terbesar yang dibentuk untuk menentang kudeta militer 1 Februari 2021.

Foto-foto yang diunggah media daring menunjukkan anggota KNDF mengubur jenazah di makam yang dilapisi dengan balok beton. Bunga-bunga berserakan di atas jenazah dan lilin dinyalakan di samping kuburan.

Komandan, yang menolak disebutkan namanya karena alasan keamanan, mengatakan meskipun sulit untuk mengidentifikasi jenazah yang dikuburkan pada Rabu (29/12), dia yakin mereka termasuk staf Save the Children.

Juru bicara Save the Children menolak berkomentar, tetapi kelompok itu sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa dua pekerjanya yang merupakan ayah muda, tewas dalam serangan itu.

Komunitas internasional telah menyatakan keterkejutannya atas serangan itu dengan kedutaan AS di Myanmar menggambarkannya tindakan sebagai biadab.

Dalam sebuah pernyataan pers yang diterbitkan pada hari Rabu (29/12), Dewan Keamanan PBB mengatakan anggotanya mengutuk pembunuhan yang dilaporkan terhadap sedikitnya 35 orang, termasuk empat anak dan dua staf Save the Children.

Dikatakan Dewan Keamanan PBB menekankan perlunya memastikan akuntabilitas atas tindakan tersebut dan menyerukan penghentian segera semua kekerasan serta menekankan pentingnya menghormati hak asasi manusia dan memastikan keselamatan warga sipil.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Sejak kudeta, lebih dari 1.300 orang telah dibunuh oleh pasukan keamanan dan lebih dari 11.000 telah dipenjara, menurut penghitungan oleh Asosiasi untuk Bantuan Tahanan Politik.

Militer membantah jumlah korban tewas yang diungkapkan kelompok itu. (Aiw/Straitstimes/OL-09)

Baca Juga

dok.AFP

Gesekan Antaragama Kembali Memanas di India

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 29 Juni 2022, 14:52 WIB
KORBAN dibunuh lantaran mendukung seorang mantan pejabat partai yang berkuasa yang pernyataannya tentang Nabi Muhammad dan memicu protes...
Genya SAVILOV / AFP

Puluhan Pengunjung Mal di Kremenchuk, Ukraina, Dilaporkan Hilang

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 29 Juni 2022, 12:42 WIB
Otoritas Ukraina mengatakan, 36 orang hilang setelah rudal Rusia menyerang bangunan tersebut dan menewaskan 18...
AFP/IRNA.

AS dan Iran Mulai Bahas Kesepakatan Nuklir di Qatar

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 12:20 WIB
Harga minyak yang tinggi dan kurangnya kapasitas cadangan juga merupakan peluang bagi Iran untuk mendorong keringanan sanksi ekonomi yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya