Rabu 15 Desember 2021, 22:08 WIB

Iran Izinkan PBB Ganti Kamera Rusak di Kompleks Nuklir

Mediaindonesia.com | Internasional
Iran Izinkan PBB Ganti Kamera Rusak di Kompleks Nuklir

AFP/ Maxar Technologies.
Fasilitas nuklir Natanz, Iran.

 

IRAN setuju untuk mengizikan badan pengawas atom PBB mengganti kamera yang rusak di kompleks nuklir TESA di Karaj, barat Teheran, kata kantor berita di republik Islam itu, Rabu (15/12).

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang berbasis di Wina telah berusaha untuk mengganti perangkat yang menurut Iran rusak dalam serangan pada Juni yang dituduhkan dilakukan oleh Israel.

"Dalam isyarat niat baik, Iran mengizinkan IAEA memasang kamera baru untuk menggantikan yang rusak dalam operasi sabotase terhadap situs nuklir Karaj," kata kantor berita Nour yang dianggap dekat dengan Dewan Keamanan Nasional Iran.

"Ini tindakan sukarela oleh Iran untuk mengakhiri kesalahpahaman dalam hubungannya dengan IAEA," katanya. "Karena selesainya penyelidikan keamanan kamera yang rusak serta keputusan badan tersebut untuk mengutuk sabotase di kompleks TESA dan untuk menerima inspeksi teknis kamera oleh para ahli Iran sebelum pemasangannya, Iran telah memberi wewenang kepada badan tersebut untuk mengganti kamera yang rusak dengan yang baru," tambahnya.

Perkembangan itu juga dilaporkan oleh kantor berita Iran lain. Iran menuduh musuh bebuyutannya Israel berada di balik serangan sabotase terhadap bengkel manufaktur komponen sentrifugal TESA Karaj pada 23 Juni.

Pada saat itu dikatakan Iran menggagalkan serangan terhadap gedung tanpa mengidentifikasi sifat dari insiden tersebut. Hingga Rabu, Iran telah menolak permintaan IAEA untuk mengganti kamera.

Negosiasi dilanjutkan pada Kamis pekan lalu untuk mencoba menghidupkan kembali kesepakatan 2015 antara Iran dan kekuatan dunia yang ditarik Amerika Serikat dari bawah Donald Trump pada 2018.

Baca juga: Amerika Serikat Siapkan Alternatif jika Pembicaraan Nuklir Iran Gagal

Iran mengatakan hanya ingin mengembangkan kemampuan sipil tetapi kekuatan Barat mengatakan persediaan uranium yang diperkaya melampaui batas dan dapat digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir.

Republik Islam itu selalu membantah menginginkan persenjataan nuklir. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/MANDEL NGAN

PBB Sebut Keputusan MA AS yang Hapus Hak Aborsi Pukulan bagi HAM

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 07:30 WIB
"Akses untuk mendapatkan aborsi yang aman, legal dan efektif ada dalam hukum hak asasi internasional dan merupakan dasar pada hak...
AFP/David McNew/Getty Images

Mahkamah Agung AS Cabut Hak untuk Lakukan Aborsi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 05:45 WIB
"UUD tidak menjamin hak untuk melakukan aborsi. Hak untuk mengatur masalah aborsi dikembalikan kepada warga dan perwakilan...
ANTARA FOTO/HO-Biro Pers Setpres

Indonesia Ingin Berkontribusi Mengatasi Masalah Ketahanan Pangan

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 24 Juni 2022, 21:55 WIB
Indonesia sebagai Presiden G20 dan bagian dari Global Crisis Response Group, ujar presiden, akan berkontribusi untuk mengatasi masalah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya