Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Energi Atom Internasional (IAEA) PBB mengatakan bahwa para inspektur belum menemukan bukti adanya program terkoordinasi Iran untuk membangun senjata nuklir, meskipun ada klaim dari Israel dan AS.
Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, mengatakan kepada NBC News bahwa badan tersebut belum mengidentifikasi unsur-unsur program sistematis dan terstruktur untuk memproduksi senjata nuklir di Iran.
Pada saat yang sama, ia menegaskan bahwa Teheran telah memperkaya uranium hingga mencapai kemurnian 60%, suatu tingkat yang jauh melebihi kebutuhan energi sipil.
Grossi mengatakan bahwa pengayaan semacam itu adalah sesuatu yang "hanya dimiliki oleh negara-negara yang memiliki senjata nuklir".
Ia menekankan bahwa para inspektur tidak dapat menyimpulkan bahwa Iran berniat membuat bom, tetapi mengatakan bahwa penimbunan tersebut menimbulkan pertanyaan serius.
Pengayaan ini, katanya, adalah "sumber kekhawatiran yang kami miliki" dan "tidak ada tujuan yang jelas" untuk mengumpulkan materi pada tingkat tersebut.
“Sentrifuganya berputar terus-menerus dan menghasilkan semakin banyak material itu,” katanya, menambahkan bahwa secara teoritis ini akan “cukup untuk menghasilkan lebih dari 10 hulu ledak nuklir. Tetapi apakah mereka memilikinya? Tidak.” (Aljazeera/P-3)
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Iran, produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), memompa sekitar 4,5% dari pasokan minyak global.
Analisis mendalam tiga senjata mutakhir AS dalam Operasi Epic Fury: Debut rudal PrSM, drone murah LUCAS, dan penampakan Tomahawk siluman yang gempur Iran.
Wisatawan internasional ke wilayah tersebut dapat turun antara 11 dan 27% pada 2026 jika konflik berlanjut.
Insiden itu terjadi di Bnei Brak, tepat di sebelah timur Tel Aviv, dan kota Rosh HaAyin, lebih jauh ke timur.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan siap menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat jika status nuklir negaranya diakui, namun ia menutup pintu bagi Korea Selatan.
PARTAI Buruh Korea Utara membuka kongres, demikian dilaporkan media resminya, Jumat (20/2), yang menandai dimulainya pertunjukan politik untuk mengungkap fase berikutnya senjata nuklir
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Pemerintah Tiongkok menyatakan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia. Beijing mendesak Washington melanjutkan dialog dengan Moskow.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved