Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Tiongkok Sesalkan Berakhirnya Perjanjian New START, Desak Dialog AS-Rusia

Ferdian Ananda Majni
06/2/2026 09:42
Tiongkok Sesalkan Berakhirnya Perjanjian New START, Desak Dialog AS-Rusia
Menteri Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian(fmprc)

PEMERINTAH Tiongkok menyampaikan penyesalan atas berakhirnya Perjanjian New START antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Mereka juga menyerukan Washington untuk secara aktif melanjutkan dialog dengan Moskow demi menjaga stabilitas strategis global dan tatanan perlucutan senjata nuklir internasional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, mengatakan perjanjian tersebut memiliki peran penting dalam menopang kerangka kerja internasional perlucutan senjata nuklir. Ia memperingatkan berakhirnya New START dapat membawa dampak luas bagi keamanan global.

"Tiongkok menyesalkan berakhirnya Perjanjian New START antara AS dan Rusia," kata Lin kepada wartawan di Beijing, Kamis (5/2).

Ia menambahkan perjanjian tersebut sangat penting untuk menjaga stabilitas strategis global.

Sikap Nuklir Beijing

Menanggapi kekhawatiran internasional mengenai senjata nuklir, Lin menegaskan Tiongkok tetap berpegang pada pendekatan yang berhati-hati dan bertanggung jawab. Menurutnya, Beijing secara konsisten menjalankan kebijakan nuklir yang bersifat defensif.

Lin juga menegaskan kembali komitmen lama Tiongkok untuk tidak menjadi pihak pertama yang menggunakan senjata nuklir. 

Selain itu, Beijing berjanji tanpa syarat untuk tidak menggunakan atau mengancam penggunaan senjata nuklir terhadap negara-negara non-pemilik senjata nuklir maupun kawasan bebas senjata nuklir.

Seruan Dialog AS-Rusia

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah langkah Rusia yang mengusulkan agar Moskow dan Washington tetap mematuhi batasan utama New START, meskipun masa berlaku perjanjian itu telah berakhir.

Beijing mendorong Amerika Serikat untuk merespons usulan tersebut secara positif dan melanjutkan dialog dengan Rusia mengenai stabilitas strategis. 

Tiongkok menilai keterlibatan aktif kedua negara pemilik senjata nuklir terbesar di dunia itu krusial untuk mencegah meningkatnya ketegangan global.

Kekhawatiran Pasca-Berakhirnya New START

Perjanjian New START secara resmi berakhir pada Kamis (5/2) pagi dan menjadi perjanjian terakhir yang mengikat secara hukum dalam membatasi kekuatan nuklir strategis Amerika Serikat dan Rusia. 

Berakhirnya perjanjian ini memicu kekhawatiran akan dimulainya era baru persaingan senjata nuklir tanpa kendali.

New START ditandatangani pada 8 April 2010 di Praha dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011. 

Perjanjian ini menggantikan START I yang ditandatangani pada 1991 dan berakhir pada Desember 2009, serta Perjanjian Pengurangan Senjata Serangan Strategis tahun 2002 yang kedaluwarsa saat New START mulai berlaku, demikian menurut Arms Control Association yang berbasis di Amerika Serikat. (TRT World/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya