Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA mengancam akan mewujudkan kiamat jika Donald Trump menepati janjinya merebut Greenland. Presiden Amerika Serikat (AS) yang eksentrik itu ingin menempatkan pasukan serang nuklirnya di pulau terbesar di dunia untuk mengamankan superioritas nuklir atas Rusia dan Tiongkok. Trump sebelumnya mengatakan dia akan merebut Greenland dengan cara apa pun.
Itu disampaikan Dmitry Rogozin, senator pendukung Vladimir Putin untuk sebagian wilayah Ukraina yang diduduki, mantan wakil perdana menteri, mantan kepala Badan Antariksa Rusia, dan pernah menjadi perwakilan Kremlin di markas NATO di Brussels, sebagaimana dilansir Mirror, Kamis (15/1).
Sebagai seorang fanatik perang, ia juga menjalankan unit drone militer yang menargetkan warga Ukraina di garis depan. Sekarang ia mengeklaim bahwa rencana Trump untuk Greenland akan menyebabkan Armageddon. Perebutan wilayah tersebut terkait dengan skema AS untuk sistem pertahanan rudal Golden Dome yakni ruang angkasa, AI, dan arsitektur berlapis bergabung menjadi satu sistem.
"Sensor orbital, pencegat darat, algoritma pengambilan keputusan, semua membutuhkan geografi yang menguntungkan. Greenland, dengan posisinya di Arktik, kedekatannya dengan Rusia, dan kemudahan untuk lintasan Intercontinental Ballistic Missile (ICBM) utara, sangat cocok dengan arsitektur ini," katanya.
Dalam upaya merebut pulau itu, Trump, "Tidak bertindak sembarangan tetapi memenuhi keinginan Pentagon untuk berhenti bernegosiasi dengan sekutu Eropa dan mengabaikan mereka serta merebut Greenland dengan paksa dan mengubahnya menjadi platform untuk mengerahkan sarana serangan nuklir dan pencegatan pertahanan rudal ICBM Rusia," katanya. "Ini pembongkaran seluruh sistem stabilitas strategis di dunia yang mencegah penggunaan senjata nuklir sejak 1945."
Rogozin--yang terlibat erat dalam pengembangan Sarmat baru Rusia atau Satan-2 selaku rudal nuklir antarbenua seberat 208 ton yang diluncurkan dari silo dengan kecepatan 15.880 mph, seukuran gedung bertingkat 14--memperingatkan bahwa ini akan menempatkan dunia di ambang kehancuran. "Dalam kehidupan nyata, ini hanya dapat diuji sekali, tetapi tidak pasti apakah akan ada yang tersisa untuk menyiapkan laporan setelahnya," katanya.
"Inilah masalahnya. AS, yang dipimpin oleh seorang yang eksentrik, mungkin meyakinkan diri mereka sendiri bahwa, akhirnya, berkat aneksasi Greenland serta penempatan komponen sistem komando dan kendali untuk senjata ofensif strategis di sana, mereka mencapai superioritas nuklir atas Rusia dan Tiongkok. Ini akan menjadi awal dari akhir dunia."
Rogozin melanjutkan pada 1960-an, Pentagon sudah mencoba mengubah Greenland menjadi pijakan rudal di bawah es. "Proyek Iceworm membayangkan menempatkan ratusan ICBM dalam jaringan terowongan di bawah gletser. Jarak ke kota-kota penting di Eropa bagian Uni Soviet menjadikan pulau itu alat yang ideal untuk tekanan nuklir. Waktu terbang hanya beberapa menit."
Baca juga: Kekuatan Militer Amerika Serikat Versus NATO tanpa AS
"Proyek itu kemudian gagal bukan karena alasan politik tetapi geologis. Es ternyata hidup, bergerak, dan berbahaya bagi infrastruktur silo rudal es. Namun, teknologi telah berkembang jauh."
Menurutnya, Perang Dunia III nuklir di masa depan akan terjadi di Arktik. "Arktik adalah jalur tercepat untuk mengirimkan hulu ledak nuklir melalui rudal dari AS ke Rusia dan dari Rusia ke AS."
"Selain itu, bukan hanya rudal balistik antarbenua tetapi terutama rudal jelajah dari kapal selam nuklir serbaguna. Es Arktik bersifat bergerak. Ketebalannya bukanlah halangan bagi kapal selam nuklir untuk muncul ke permukaan. Jika terjadi konflik termonuklir, pertukaran serangan akan terjadi tepat di Arktik," pungkasnya. (I-2)
Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendapat peringatan keras terkait wacana intervensi militer untuk mengambil alih Greenland
EROPA menghadapi eskalasi berbahaya setelah Trump kembali mengobarkan upaya kontroversialnya untuk menguasai Greenland. Rusia pun mengeluarkan peringatan Perang Dunia III berupa nuklir.
PADA Kamis (15/1), Rusia menolak klaim NATO bahwa Moskow dan Beijing menimbulkan ancaman yang semakin besar bagi Greenland.
SATU tahun memasuki masa jabatan keduanya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghancurkan tatanan usai Perang Dunia II yang belum pernah terjadi.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (14/1) bahwa apa pun yang kurang dari kendali AS atas Greenland adalah tidak dapat diterima.
EROPA menghadapi eskalasi berbahaya setelah Trump kembali mengobarkan upaya kontroversialnya untuk menguasai Greenland. Rusia pun mengeluarkan peringatan Perang Dunia III berupa nuklir.
AS menyita dua kapal tanker pada Rabu (7/1), termasuk satu yang melarikan diri dari blokade AS di dekat Venezuela dan sedang dikawal kapal selam Rusia serta kapal angkatan laut Rusia di Atlantik.
TIONGKOK dan Rusia menantang kekuatan, pengaruh, dan kepentingan Amerika, serta berusaha mengikis keamanan dan kemakmuran Amerika.
Tiongkok menyebut hanya dialog dan negosiasi yang dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah Ukraina. Ini menanggapi pernyataan Donald Trump bahwa Xi Jinping punya pengaruh ke Putin.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump, Jumat (8/8), mengumumkan bahwa dia akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 15 Agustus di Negara Bagian Alaska.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved