Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Rusia Ancam Terjadi Kiamat jika Trump Rebut Greenland

Wisnu Arto Subari
15/1/2026 21:20
Rusia Ancam Terjadi Kiamat jika Trump Rebut Greenland
Peta Greenland.(DW)

RUSIA mengancam akan mewujudkan kiamat jika Donald Trump menepati janjinya merebut Greenland. Presiden Amerika Serikat (AS) yang eksentrik itu ingin menempatkan pasukan serang nuklirnya di pulau terbesar di dunia untuk mengamankan superioritas nuklir atas Rusia dan Tiongkok. Trump sebelumnya mengatakan dia akan merebut Greenland dengan cara apa pun.

Itu disampaikan Dmitry Rogozin, senator pendukung Vladimir Putin untuk sebagian wilayah Ukraina yang diduduki, mantan wakil perdana menteri, mantan kepala Badan Antariksa Rusia, dan pernah menjadi perwakilan Kremlin di markas NATO di Brussels, sebagaimana dilansir Mirror, Kamis (15/1).

Sebagai seorang fanatik perang, ia juga menjalankan unit drone militer yang menargetkan warga Ukraina di garis depan. Sekarang ia mengeklaim bahwa rencana Trump untuk Greenland akan menyebabkan Armageddon. Perebutan wilayah tersebut terkait dengan skema AS untuk sistem pertahanan rudal Golden Dome yakni ruang angkasa, AI, dan arsitektur berlapis bergabung menjadi satu sistem.

"Sensor orbital, pencegat darat, algoritma pengambilan keputusan, semua membutuhkan geografi yang menguntungkan. Greenland, dengan posisinya di Arktik, kedekatannya dengan Rusia, dan kemudahan untuk lintasan Intercontinental Ballistic Missile (ICBM) utara, sangat cocok dengan arsitektur ini," katanya.

Dalam upaya merebut pulau itu, Trump, "Tidak bertindak sembarangan tetapi memenuhi keinginan Pentagon untuk berhenti bernegosiasi dengan sekutu Eropa dan mengabaikan mereka serta merebut Greenland dengan paksa dan mengubahnya menjadi platform untuk mengerahkan sarana serangan nuklir dan pencegatan pertahanan rudal ICBM Rusia," katanya. "Ini pembongkaran seluruh sistem stabilitas strategis di dunia yang mencegah penggunaan senjata nuklir sejak 1945."

Rogozin--yang terlibat erat dalam pengembangan Sarmat baru Rusia atau Satan-2 selaku rudal nuklir antarbenua seberat 208 ton yang diluncurkan dari silo dengan kecepatan 15.880 mph, seukuran gedung bertingkat 14--memperingatkan bahwa ini akan menempatkan dunia di ambang kehancuran. "Dalam kehidupan nyata, ini hanya dapat diuji sekali, tetapi tidak pasti apakah akan ada yang tersisa untuk menyiapkan laporan setelahnya," katanya.

"Inilah masalahnya. AS, yang dipimpin oleh seorang yang eksentrik, mungkin meyakinkan diri mereka sendiri bahwa, akhirnya, berkat aneksasi Greenland serta penempatan komponen sistem komando dan kendali untuk senjata ofensif strategis di sana, mereka mencapai superioritas nuklir atas Rusia dan Tiongkok. Ini akan menjadi awal dari akhir dunia."

Rogozin melanjutkan pada 1960-an, Pentagon sudah mencoba mengubah Greenland menjadi pijakan rudal di bawah es. "Proyek Iceworm membayangkan menempatkan ratusan ICBM dalam jaringan terowongan di bawah gletser. Jarak ke kota-kota penting di Eropa bagian Uni Soviet menjadikan pulau itu alat yang ideal untuk tekanan nuklir. Waktu terbang hanya beberapa menit."

Baca juga: Kekuatan Militer Amerika Serikat Versus NATO tanpa AS

"Proyek itu kemudian gagal bukan karena alasan politik tetapi geologis. Es ternyata hidup, bergerak, dan berbahaya bagi infrastruktur silo rudal es. Namun, teknologi telah berkembang jauh."

Menurutnya, Perang Dunia III nuklir di masa depan akan terjadi di Arktik. "Arktik adalah jalur tercepat untuk mengirimkan hulu ledak nuklir melalui rudal dari AS ke Rusia dan dari Rusia ke AS."

"Selain itu, bukan hanya rudal balistik antarbenua tetapi terutama rudal jelajah dari kapal selam nuklir serbaguna. Es Arktik bersifat bergerak. Ketebalannya bukanlah halangan bagi kapal selam nuklir untuk muncul ke permukaan. Jika terjadi konflik termonuklir, pertukaran serangan akan terjadi tepat di Arktik," pungkasnya. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik