Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Trump Ingin Rebut Greenland, Rusia: Picu Perang Dunia III Nuklir

Wisnu Arto Subari
15/1/2026 21:05
Trump Ingin Rebut Greenland, Rusia: Picu Perang Dunia III Nuklir
Warga Greenland.(Al Jazeera)

EROPA menghadapi eskalasi berbahaya setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengobarkan upaya kontroversialnya untuk menguasai Greenland. Ini mendorong Rusia mengeluarkan peringatan Perang Dunia 3 nuklir dan memaksa negara-negara Eropa untuk memobilisasi pasukan di seluruh Arktik.

Konfrontasi tersebut, yang berakar pada desakan Trump bahwa Greenland sangat penting bagi keamanan nasional AS, memicu kekhawatiran di Denmark dan ibu kota lain NATO. Para pemimpin khawatir perselisihan tersebut dapat memecah belah aliansi dan menggoyahkan kawasan tersebut di tengah meningkatnya ketegangan global.

Peringatan Nuklir Rusia

Rusia mengeluarkan ancaman sebagai tanggapan terhadap ambisi Trump di Greenland. Dmitry Rogozin, sekutu dekat Presiden Vladimir Putin, mengeklaim bahwa presiden AS berencana menempatkan rudal antarbenua di bawah lapisan es Greenland. Menurutnya, ini dapat menandai awal dari akhir dunia.

Rogozin menuduh Trump berupaya mencapai superioritas nuklir atas Rusia dan Tiongkok. Ia memperingatkan bahwa langkah tersebut akan menggoyahkan keamanan global. Pernyataannya, yang beredar luas di media Rusia, menggarisbawahi meningkatnya kekhawatiran Moskow atas ambisi AS di Arktik.

Eropa Mengerahkan Pasukan

Sebagai tanggapan atas ancaman Trump, negara-negara Eropa mulai mengerahkan pasukan ke Greenland. Prancis, Jerman, Norwegia, dan Swedia mengonfirmasi pergerakan pasukan ke pulau Arktik tersebut setelah pembicaraan mendesak dengan Denmark dan AS. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan bahwa unsur-unsur militer Prancis pertama sudah dalam perjalanan, lapor Independent.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer dilaporkan juga mempertimbangkan untuk mengirim pasukan Inggris ke Greenland, meskipun masih ada pertanyaan tentang kapasitas militer Inggris untuk mendukung pengerahan tersebut.

Denmark, yang memerintah Greenland sebagai wilayah semiotonom, mendesak sekutu Eropa untuk bersiap menghadapi risiko yang belum pernah terjadi di tengah meningkatnya retorika dari Trump.

Dilema Denmark

Pentingnya Greenland secara strategis terletak pada sumber daya mineralnya yang melimpah dan lokasinya di Arktik, wilayah yang semakin diperebutkan oleh Rusia dan Tiongkok. Trump berulang kali menegaskan bahwa kendali AS atas Greenland sangat penting untuk keamanan nasional, menggambarkan pulau itu sebagai tempat penting untuk menempatkan pasukan nuklir.

Namun, Denmark menolak tawaran AS. Pembicaraan tingkat tinggi di Washington mengungkapkan ketidaksepakatan mendasar antara Trump dan pejabat Denmark mengenai masa depan Greenland. 

Setelah bertemu dengan pejabat AS, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen mengonfirmasi keinginan Trump untuk menaklukkan Greenland. Ini memicu kekhawatiran di seluruh NATO.

Kekhawatiran NATO

Para pemimpin NATO khawatir upaya Trump untuk mengambil alih Greenland dapat menggoyahkan aliansi tersebut. Para analis memperingatkan bahwa jika AS mencoba kontrol sepihak, sekutu Eropa mungkin akan terpecah dalam tanggapan mereka.

Phys.org mencatat bahwa rencana Trump untuk Greenland dapat menyebabkan perpecahan aliansi NATO karena sekutu mempertimbangkan komitmen mereka terhadap tuntutan AS.

Para Analis Memperingatkan Eskalasi

Frank Rose, mantan asisten menteri luar negeri AS, mengatakan kepada The Independent bahwa tindakan Trump dapat melemahkan pertahanan AS dan mengasingkan sekutu.

Ian Bond dari Centre for European Reform juga memperingatkan bahwa meningkatnya ketegangan tanpa jalur diplomatik meningkatkan risiko salah perhitungan.

Risiko di Masa Depan

Dorongan Trump ke Greenland memicu perpaduan berbahaya antara ancaman nuklir dan mobilisasi militer. Peringatan Rusia tentang skenario akhir dunia dikombinasikan dengan pengerahan pasukan Eropa menyoroti kerapuhan keamanan Arktik.

Bagi jutaan orang di seluruh Eropa dan Arktik, taruhannya semakin tinggi. Konfrontasi ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan diplomasi. 

Namun seiring Moskow memperkeras pendiriannya dan Trump terus maju, jalan di depan tampak semakin berbahaya. (IBT/I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya