Selasa 07 Desember 2021, 20:56 WIB

Suriah Tuduh Israel Serang Pelabuhannya

Mediaindonesia.com | Internasional
Suriah Tuduh Israel Serang Pelabuhannya

AFP.
Api di dekat kontainer pelabuhan Latakia, Suriah.

 

SURIAH menuduh Israel melakukan serangan udara terbaru saat diplomat top negara Arab itu bergabung dengan pejabat senior Uni Emirat Arab di Iran.

Pada Selasa (7/12) pagi waktu setempat, ledakan terdengar di dekat kota pelabuhan Latakia dan media lokal yang dikelola pemerintah mulai menyiarkan bukti serangan udara di daerah tersebut. Kementerian Pertahanan Suriah kemudian mengonfirmasi serangan itu.

"Sekitar 01.23 pagi hari ini, musuh Israel melakukan agresi udara dengan beberapa rudal dari arah Mediterania, barat daya Latakia, menargetkan halaman peti kemas di pelabuhan komersial Latakia," kata kementerian itu sebagaimana dilansir Newsweek. "Agresi tersebut menyebabkan kebakaran sejumlah kontainer komersial di tempat tersebut dan tidak ada korban jiwa."

Israel, yang secara rutin menolak mengomentari laporan tersebut, tidak mengeluarkan pernyataan dan Pasukan Pertahanan Israel tidak segera menanggapi permintaan komentar Newsweek. Pejabat Israel di masa lalu, bagaimanapun, mengakui melakukan ratusan serangan terhadap Suriah, menargetkan posisi yang dicurigai terkait dengan Iran, serta sistem pertahanan udara Suriah yang berusaha mempertahankan wilayah udara negara itu.

Insiden terbaru itu terjadi ketika Menteri Luar Negeri Suriah Faisal el-Mekdad berada di Teheran untuk kunjungan dua hari bertepatan dengan perjalanan ke ibu kota Iran oleh penasihat keamanan nasional UEA Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan. Iran sebagai sekutu Suriah dan telah mendukung negara itu dalam perang saudara selama beberapa dekade. UEA pada awalnya mendukung oposisi tetapi kemudian memberikan dukungan kepada pemerintah dan telah mengintensifkan dukungan ini dalam beberapa tahun terakhir.

UEA juga menjalin hubungan dengan Israel tahun lalu sebagai bagian dari perjanjian normalisasi penting bersama Bahrain, kemudian bergabung Sudan dan Maroko. Suriah secara teknis tetap berperang dengan Israel yang terus menduduki Dataran Tinggi Golan di barat daya negara itu. Perseteruan antara Iran dan Israel telah menyebabkan serangan balas dendam di seluruh wilayah.

Duduk di samping Mekdad, Presiden Iran Ebrahim Raisi mengatakan, Senin, "Hari ini Suriah berada di garis depan dalam perlawanan terhadap Zionis dengan pendekatan anti-Zionisnya dan sejarah perlawanan rakyat Suriah dan pemerintah terhadap agresi pengecut akan dicatat dengan bangga," menurut kantornya.

Dia menyatakan bahwa perencanaan jangka panjang dan komprehensif harus dilakukan untuk mengembangkan dan memperdalam hubungan antara Teheran dan Damaskus, termasuk di bidang perdagangan. Pihaknya mengutuk kehadiran militer AS yang sedang berlangsung di Suriah dan tempat lain di kawasan itu sebagai kerusakan besar untuk keamanan, stabilitas dan perdamaian masyarakat.

Iran dan Suriah telah menjadi sekutu sejak revolusi 1979 dan Teheran telah mendukung Damaskus selama satu dekade. Mekdad, pada bagiannya, menyatakan terima kasih kepada Iran dan sekutu utama negaranya, Rusia, atas dukungan mereka serta memastikan bahwa rencana yang menargetkan Suriah secara militer gagal dan tidak mencapai tujuan. Damaskus dan Teheran sama-sama dikenai sanksi AS yang telah mengganggu ekonomi kedua kekuatan tersebut.

Kunjungan Sheikh Tahnoon dari Abu Dhabi menandai tren regional menuju rekonsiliasi di antara kekuatan-kekuatan regional. "Seharusnya tidak ada hambatan dalam hubungan antara dua negara Muslim, Iran dan UEA, dan hubungan ini tidak boleh dipengaruhi oleh pihak luar," kata Raisi seperti dikutip kantornya saat bertemu dengan Sheikh Tahnoon.

Baca juga: Serangan Israel Targetkan Senjata Iran di Pelabuhan Suriah

Dia memperingatkan bahwa kebijakan musuh negara-negara regional yaitu menciptakan ketakutan di antara tetangga, tetapi konspirasi ini akan digagalkan dengan kebijaksanaan dan pemahaman bersama. Dia mengkritik Israel dengan alasan bahwa Zionis di wilayah tersebut mengejar tujuan jahat mereka. Saat menemukan pijakan, mereka akan mengubahnya menjadi alat untuk ekspansionisme. "Oleh karena itu, negara-negara regional harus berhati-hati," tandas Raisi. (OL-14)

Baca Juga

pinterest.com

Polandia Memasuki Gelombang Kelima Pandemi Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 09:51 WIB
Polandia memasuki gelombang kelima pandemi Covid-19. Penyebaran varian Omikron juga berpotensi mencetak rekor lonjakan kasus baru Covid-19...
AFP

Denmark Catat Rekor Kasus Covid Usai Longgarkan Pembatasan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 09:40 WIB
DENMARK mencatat rekor jumlah kasus infeksi virus corona pada Senin (17/1) saat bioskop, museum dan sejumlah tempat dibuka...
AFP/NEW ZEALAND DEFENCE FORCE

Sinyal Mara Bahaya Terdeteksi di Dataran Rendah Pulau Tonga

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 18 Januari 2022, 09:33 WIB
Pulau ini adalah rumah bagi lebih dari 30 orang, menurut angka sensus...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya