Minggu 28 November 2021, 13:19 WIB

Polisi Tiongkok Tangkap Narapidana Korea Utara yang Buron

Nur Aivanni | Internasional
Polisi Tiongkok Tangkap Narapidana Korea Utara yang Buron

Ilustrasi
Ilustrasi

 

Polisi Tiongkok telah menangkap seorang tahanan Korea Utara yang melakukan pelarian dari penjara pada Oktober dan telah buron selama lebih dari empat puluh hari.  Pejabat di timur laut Tiongkok menawarkan hadiah berupa uang untuk menangkap kembali buronan tersebut.

Tahanan berusia 39 tahun, yang diidentifikasi dengan nama Tiongkok Zhu Xianjian, dipenjara di Tiongkok setelah melarikan diri dari Korea Utara yang tertutup.

Dia melarikan diri dari fasilitas di Kota Jilin pada Senin dengan memanjat gudang dan melompati tembok luar pada 18 Oktober, dan berhasil kabur sebelum ditangkap pada Minggu (28/11).

Sebuah pernyataan dari polisi Jilin mengatakan dia telah ditegur sekitar pukul 10:00 pada Minggu pagi, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Video yang dibagikan oleh Beijing News yang dikelola pemerintah menunjukkan seorang pria yang tampak kurus sedang dibawa oleh beberapa petugas, dengan foto dirinya kemudian berbaring di tanah dengan tangan di belakang punggungnya.

Zhu dihukum karena masuk secara ilegal ke Tiongkok, pencurian dan perampokan, dan akan dibebaskan dan dideportasi kembali ke Korea Utara pada tahun 2023. Itu memicu spekulasi secara daring bahwa dia melarikan diri untuk menghindari dikirim kembali ke negara tersebut.

Dia secara ilegal menyeberangi sungai yang memisahkan Korea Utara dari Tiongkok pada 2013. Dia kemudian menggerebek beberapa rumah di desa terdekat, mencuri uang, ponsel, dan pakaian, menurut catatan pengadilan.

Dia juga menikam seorang perempuan tua yang menemukannya dan mencoba melarikan diri dengan taksi sebelum ditangkap oleh polisi.

Dalam laporan pada Juli, Human Rights Watch mengatakan bahwa setidaknya 1.100 warga Korea Utara ditahan di Tiongkok, sekutu utama Pyongyang.

Banyak yang menghadapi deportasi kembali ke negara asal mereka setelah dibebaskan, di mana mereka mungkin menderita penyiksaan dan pelanggaran hak lainnya, menurut LSM tersebut. (AFP/OL-12)

 

Baca Juga

AFP/BRIAN W.J. MAHY/HO

Afrika Darurat Vaksin dan Alat Tes Cacar Monyet

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 05:00 WIB
Afrika tidak mempunyai vaksin cacar monyet dan persediaan alat tes juga...
Dok. Biro Setpres

Misi Perdamaian Jokowi ke Rusia dan Ukraina Membuahkan Hasil

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 30 Juni 2022, 23:14 WIB
Setelah melalui diskusi yang cukup panjang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Jokowi mendapat kepastian bahwa pasokan produk pangan dan...
AFP/Adam Berry.

Wapres Parlemen Eropa: Sebut Israel Apartheid itu Antisemitisme

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 22:54 WIB
Selama 18 bulan terakhir, Human Rights Watch dan Amnesty International menerbitkan laporan yang menuduh Israel melakukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya