Selasa 23 November 2021, 21:28 WIB

WHO Khawatirkan 2,2 Juta Kematian akibat Covid-19 di Eropa

Mediaindonesia.com | Internasional
WHO Khawatirkan 2,2 Juta Kematian akibat Covid-19 di Eropa

AFP/Sergei Supinsky.
Seorang wanita berjalan di pemakaman di Kiev pada 11 November 2021, di tengah pandemi penyakit covid-19.

 

EROPA tetap dalam cengkeraman kuat covid-19. Jumlah kematian di benua itu bisa mencapai 2,2 juta musim dingin ini jika tren saat ini berlanjut. Ini dikatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (23/11).

Sekitar 700.000 bisa meninggal dalam beberapa bulan mendatang, kata WHO, ketika kasus-kasus merayap di seluruh Eropa. Ini mendorong beberapa negara untuk menerapkan kembali pembatasan ketat.

WHO memperkirakan tekanan tinggi atau ekstrem di unit perawatan intensif (ICU) di 49 dari 53 negara antara sekarang dan 1 Maret 2022. "Kematian kumulatif yang dilaporkan diproyeksikan mencapai lebih dari 2,2 juta pada musim semi tahun depan," tambahnya atau naik dari 1,5 juta saat ini.

Covid-19 menjadi penyebab utama kematian di seluruh Eropa dan Asia Tengah, WHO melaporkan, mengutip angka dari Institute for Health Metrics and Evaluation. Kenaikan di Eropa didorong oleh kombinasi varian delta yang sangat menular, cakupan vaksinasi yang tidak mencukupi, dan pelonggaran tindakan seperti pemakaian masker dan jarak fisik.

Menurut data WHO, kematian terkait covid-19 meningkat minggu lalu menjadi hampir 4.200 per hari, dua kali lipat dari 2.100 kematian per hari pada akhir September. WHO juga mengatakan semakin banyak bukti bahwa perlindungan yang diinduksi vaksin terhadap infeksi dan penyakit ringan sedang menurun.

"Situasi covid-19 di seluruh Eropa dan Asia Tengah sangat serius. Kami menghadapi musim dingin yang menantang ke depan," kata direktur regional WHO Eropa, Hans Kluge, dalam suatu pernyataan.

Baca juga: WHO: Lonjakan Kasus Covid-19 di Eropa Merupakan Peringatan bagi Dunia

Dia menyerukan pendekatan vaksin plus yang terdiri dari vaksinasi, jarak sosial, penggunaan masker wajah, dan cuci tangan. WHO mengatakan masker wajah mengurangi kejadian covid-19 hingga 53% menurut penelitian baru-baru ini dan lebih dari 160.000 kematian dapat dicegah (1 Maret) jika cakupan masker universal 95% tercapai. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP

Austria Perpanjang Penguncian Covid-19 Selama 10 Hari

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 01 Desember 2021, 09:45 WIB
KOMITE parlemen Austria menyetujui dekrit yang memperpanjang penguncian covid-19 di negara itu selama 10 hari, sehingga total durasinya...
AFP/Fabrice COFFRINI

WHO Minta Kelompok Rentan yang tidak Divaksin Tunda Perjalanan ke Daerah Transmisi

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 01 Desember 2021, 09:15 WIB
"Diperkirakan varian omicron akan terdeteksi di semakin banyak negara ketika otoritas nasional meningkatkan kegiatan pengawasan dan...
AFP

Brasil Laporkan Kasus Varian Omicron Pertama di Amerika Latin

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 01 Desember 2021, 08:50 WIB
REGULATOR kesehatan Brasil Anvisa mendeteksi kasus positif covid-19 Omicron pada dua warga Brasil, Selasa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya