Sabtu 06 November 2021, 11:24 WIB

Polisi Irak Bentrok dengan Pengunjuk Rasa Pro-Iran

Nur Aivanni | Internasional
Polisi Irak Bentrok dengan Pengunjuk Rasa Pro-Iran

AFP/Ahmad AL-RUBAYE
Aksi unjuk rasa warga Irak yang memprotes hasil pemilu di dekat Zona Hijau di Baghdad.

 

SEORANG pengunjuk rasa Irak tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka, Jumat (5/11), ketika polisi bentrok dengan demonstran yang melampiaskan kemarahan mereka atas hasil pemilu bulan lalu.

Jaringan paramiliter Hashed al-Shaabi, yang pro-Iran, melihat kursi parlemen mereka menurun secara substansial dalam pemilihan, yang oleh para pendukung kelompok itu disebut penuh kecurangan.

Pada Jumat (5/11), ratusan pendukung Hashed berunjuk rasa di Baghdad dekat Zona Hijau, sebuah distrik dengan keamanan tinggi yang menampung kedutaan Amerika Serikat (AS), gedung-gedung pemerintah dan komisi pemilihan.

Baca juga: Dewan Keamanan PBB Serukan Gencatan Senjata di Ethiopia

Menurut sumber keamanan, demonstran dari kelompok yang setia kepada Hashed melemparkan proyektil dan memblokir akses ke Zona Hijau di tiga sisi, sebelum mereka didorong kembali oleh polisi yang melepaskan tembakan ke udara.

"Ada 125 orang terluka, 27 di antaranya warga sipil dan sisanya dari pasukan keamanan," kata Kementerian Kesehatan.

Kemudian sebuah sumber keamanan, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan seorang pengunjuk rasa telah terluka parah dan meninggal di rumah sakit.

Sebelumnya, beberapa saluran pro-Iran di aplikasi perpesanan Telegram mengatakan polisi menembakkan peluru tajam ke arah pengunjuk rasa.

"Dua demonstran tewas," kata seorang pemimpin Brigade Hizbullah, salah satu faksi paling kuat Hashed, kepada AFP, meminta tidak disebutkan namanya.

Tetapi Kementerian Kesehatan mengatakan tidak ada peluru tajam yang ditembakkan dan bersikeras bahwa sebagian besar dari mereka yang terluka menderita luka ringan.

Sumber Brigade Hizbullah mengatakan, setelah jeda yang singkat, bentrokan berlanjut pada malam hari di dekat Zona Hijau, menuduh pasukan keamanan membakar tenda pengunjuk rasa di daerah tersebut.

Dikatakan kantornya, Perdana Menteri Mustafa al-Kadhemi memerintahkan penyelidikan atas peristiwa pada hari Jumat. Sementara, Presiden Barham Saleh mendesak pihak-pihak untuk menahan diri. (AFP/OL-1)

Baca Juga

SAUL LOEB / AFP

AS-Korsel Serukan Jaga Kawasan Indo-Pasifik Tetap Bebas dan Terbuka

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 17:46 WIB
Presiden AS Joe Biden dan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol bersepakat kawasan Indo-Pasifik tetap bebas dan terbuka serta...
AFP/Nicholas Kamm.

Kepala HAM PBB akan Lakukan Perjalanan Penting ke Xinjiang Tiongkok

👤Nur AivanniĀ  🕔Sabtu 21 Mei 2022, 15:16 WIB
Misi selama enam hari Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet itu menyusul permintaan bertahun-tahun untuk akses yang bermakna...
UKRAINIAN INTERIOR MINISTRY PRESS SERVICES/AFP.

8 Orang Terluka dalam Serangan Rusia di Pusat Budaya Ukraina

👤Nur AivanniĀ  🕔Sabtu 21 Mei 2022, 14:30 WIB
Gubernur regional Kharkiv Oleg Sinegubov mengatakan delapan orang terluka, termasuk seorang gadis berusia 11...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya