Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pengunjuk rasa Irak tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka, Jumat (5/11), ketika polisi bentrok dengan demonstran yang melampiaskan kemarahan mereka atas hasil pemilu bulan lalu.
Jaringan paramiliter Hashed al-Shaabi, yang pro-Iran, melihat kursi parlemen mereka menurun secara substansial dalam pemilihan, yang oleh para pendukung kelompok itu disebut penuh kecurangan.
Pada Jumat (5/11), ratusan pendukung Hashed berunjuk rasa di Baghdad dekat Zona Hijau, sebuah distrik dengan keamanan tinggi yang menampung kedutaan Amerika Serikat (AS), gedung-gedung pemerintah dan komisi pemilihan.
Baca juga: Dewan Keamanan PBB Serukan Gencatan Senjata di Ethiopia
Menurut sumber keamanan, demonstran dari kelompok yang setia kepada Hashed melemparkan proyektil dan memblokir akses ke Zona Hijau di tiga sisi, sebelum mereka didorong kembali oleh polisi yang melepaskan tembakan ke udara.
"Ada 125 orang terluka, 27 di antaranya warga sipil dan sisanya dari pasukan keamanan," kata Kementerian Kesehatan.
Kemudian sebuah sumber keamanan, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan seorang pengunjuk rasa telah terluka parah dan meninggal di rumah sakit.
Sebelumnya, beberapa saluran pro-Iran di aplikasi perpesanan Telegram mengatakan polisi menembakkan peluru tajam ke arah pengunjuk rasa.
"Dua demonstran tewas," kata seorang pemimpin Brigade Hizbullah, salah satu faksi paling kuat Hashed, kepada AFP, meminta tidak disebutkan namanya.
Tetapi Kementerian Kesehatan mengatakan tidak ada peluru tajam yang ditembakkan dan bersikeras bahwa sebagian besar dari mereka yang terluka menderita luka ringan.
Sumber Brigade Hizbullah mengatakan, setelah jeda yang singkat, bentrokan berlanjut pada malam hari di dekat Zona Hijau, menuduh pasukan keamanan membakar tenda pengunjuk rasa di daerah tersebut.
Dikatakan kantornya, Perdana Menteri Mustafa al-Kadhemi memerintahkan penyelidikan atas peristiwa pada hari Jumat. Sementara, Presiden Barham Saleh mendesak pihak-pihak untuk menahan diri. (AFP/OL-1)
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Delpedro Marhaen bentangkan bendera Iran di PN Jakpus, tuntut Presiden Prabowo mundur dari Board of Peace (BoP) dalam sidang putusan kasus penghasutan.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Video geolokasi terbaru menunjukkan sistem pertahanan udara AS berusaha mencegat serangan drone dan roket di dekat Kedubes AS di Baghdad.
Enam tentara AS tewas setelah pesawat KC-135 jatuh di Irak. Pentagon tutup mulut soal detail korban KIA dan WIA di tengah eskalasi perang yang terus memakan korban.
Pesawat KC-135 AS jatuh di Irak barat. Centom sebut murni kecelakaan teknis, sementara pihak Iran klaim akibat serangan sistem pertahanan udara Irak.
IRAK menghentikan seluruh operasi di pelabuhan minyaknya setelah serangan kapal tanker di kawasan Teluk Arab. Insiden tersebut menambah ketegangan di Selat Hormuz yang melibatkan Iran
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah drone menghantam fasilitas milik Amerika Serikat di Baghdad, Selasa (10/3) di tengah konflik Irak dan Iran
Eskalasi pecah di Timur Tengah setelah IRGC Iran meluncurkan operasi rudal masif. Drone sasar fasilitas AS di Irak, sementara negara-negara Teluk siaga penuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved