Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Iran Luncurkan Operasi Militer Masif, Sasar Israel dan Aset Amerika Serikat

Thalatie K Yani
11/3/2026 09:56
Iran Luncurkan Operasi Militer Masif, Sasar Israel dan Aset Amerika Serikat
Jejak roket terlihat di langit di atas kota pesisir tengah Israel, Netanya, di tengah gempuran serangan rudal Iran yang baru pada 11 Maret 2026.(AFP)

KETEGANGAN di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan peluncuran "operasi paling intens dan terberat" sejak awal perang. Serangan udara besar-besaran ini melibatkan rentetan rudal balistik jarak jauh yang menargetkan wilayah Israel dan aset-aset Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Menurut laporan media pemerintah Iran, IRIB, salah satu senjata yang digunakan dalam serangan semalam adalah rudal balistik Khorramshahr. IRGC menegaskan operasi ini bertujuan memaksa musuh menyerah sepenuhnya.

"Kami akan melanjutkan serangan berkelanjutan kami dengan tujuan dan kekuatan, dan dalam kelanjutan perang ini kami hanya memikirkan penyerahan penuh musuh," tegas IRGC dalam pernyataan resminya. Mereka menambahkan, "Perang hanya akan berakhir ketika bayang-bayang perang dihilangkan dari negara kami."

Fasilitas Diplomatik AS di Irak Terhantam Drone

Di tengah gelombang serangan tersebut, sebuah pesawat nirawak (drone) yang diduga milik Iran menghantam fasilitas diplomatik Amerika Serikat di Irak pada Selasa waktu setempat. Dua sumber yang dihimpun CNN menyebutkan serangan menyasar Pusat Dukungan Diplomatik Baghdad, sebuah pusat logistik besar di dekat bandara Baghdad.

Hingga saat ini, tingkat kerusakan dan jumlah korban akibat serangan di dekat menara pengawas tersebut masih belum dapat dipastikan. Insiden ini terjadi hanya sepekan setelah Departemen Luar Negeri AS memerintahkan personel non-darurat untuk meninggalkan Irak demi keamanan.

Merespons eskalasi ini, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan dalam pengarahan di Pentagon bahwa Amerika Serikat tidak akan tinggal diam.

"Amerika Serikat tidak akan menyerah sampai musuh dikalahkan secara total dan telak," ujar Hegseth, seraya menambahkan bahwa tindakan balasan akan dilakukan sesuai dengan lini masa yang ditentukan AS.

Negara-Negara Teluk Siaga Penuh

Dampak serangan Iran meluas hingga ke negara-negara tetangga di kawasan Teluk. Uni Emirat Arab (UEA) mengeluarkan peringatan bagi warganya untuk tetap berada di lokasi aman setelah pertahanan udara mereka mendeteksi ancaman rudal dan drone.

Langkah serupa diambil oleh Arab Saudi yang melaporkan telah mencegat enam rudal balistik yang mengarah ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan, serta sejumlah drone di bagian timur negara itu. Sebelumnya, senjata balistik juga dilaporkan mengincar ladang minyak Shaybah.

Di Bahrain, sirene peringatan terdengar sepanjang pagi hari ini, memicu otoritas setempat untuk mendesak warga segera menuju ruang perlindungan terdekat.

Situasi di Israel pun belum mereda. Sirene dilaporkan masih berbunyi di wilayah tengah Israel pada Rabu pagi setelah Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memperingatkan adanya peluncuran rudal susulan dari Iran. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dari pihak warga sipil. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya