Selasa 19 Oktober 2021, 17:36 WIB

Keluarga Tahanan Pro-Demokrasi Myanmar Padati Penjara di Yangon

Nur Aivanni | Internasional
Keluarga Tahanan Pro-Demokrasi Myanmar Padati Penjara di Yangon

Antara
Warga menunggu pembebasan anggota keluarganya di depan penjara wilayah Yangon, Myanmar.

 

ANGGOTA keluarga tahanan pro-demokrasi Myanmar berkerumun di luar penjara wilayah Yangon. Mereka berharap kerabatnya, termasuk di antara ribuan orang yang ditahan, segera dibebaskan junta militer.

Negara di Asia Tenggara itu berada dalam kekacauan sejak kudeta militr pada Februari lalu. Lebih dari 1.100 warga sipil tewas dalam tindakan keras mematikan. Apalagi, banyak gerakan protes terhadap pemerintahan militer yang menggulingkan Aung San Suu Kyi. Diketahui, lebih dari 8.000 pengunjuk rasa telah ditangkap.

Pada Senin waktu setempat, junta militer berjanji akan membebaskan lebih dari 5.000 orang untuk memperingati perayaan Thadingyut. Pengumuman tersebut mendorong warga yang keluarganya ditahan untuk segera ke penjara Insein di Yangon.

Baca juga: Myanmar akan Bebaskan Lebih dari 5.000 Demonstran

Beberapa bus meninggalkan penjara, dengan orang-orang di dalamnya mengacungkan jempol kepada kerumunan yang bersorak. Seorang pekerja pabrik, Kyi Kyi, merupakan satu dari puluhan orang yang menunggu di luar penjara pada Selasa pagi waktu setempat.
 
Dia pun berharap bisa segera bertemu suaminya, yang ditangkap pada Februari lalu. "Saya juga datang ke sini kemarin. Dia belum dibebaskan. Mudah-mudahan, dia dibebaskan pada hari ini," tutur Kyi.

Baca juga: Junta Myanmar Larang Pengacara Suu Kyi Berbicara ke Media Massa

Adapun warga lainnya, Nwet Nwet San, berharap putranya yang merupakan seorang prajurit, segera dibebaskan dari penjara. "Dia sudah di penjara selama delapan bulan. Saya mendengar sebagian besar pengunjuk rasa akan dibebaskan. Itu sebabnya saya menunggu," kata San.

Otoritas Myanmar diketahui telah membebaskan lebih dari 2.000 pengunjuk rasa anti-kudeta dari penjara di seluruh negeri pada Juni lalu. Termasuk, jurnalis yang kritis terhadap pemerintahan militer. Namun, masih ada beberapa jurnalis yang ditahan, termasuk jurnalis asal Amerika Serikat Danny Fenster.(AFP/OL-11)

Baca Juga

AFP/Menahem Kahana.

Israel Setujui Pembongkaran 58 Rumah Palestina di Silwan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 21:43 WIB
Lebih lanjut dicatat bahwa keputusan tersebut akan memungkinkan pemerintah kota Israel untuk meruntuhkan 58 dari 84 rumah yang terancam...
AFP/Ahmad Gharabli.

Israel Protes PBB Gelar Acara Solidaritas Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 21:29 WIB
Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan menyebut keputusan untuk mengadakan acara di Majelis Umum yang bertujuan memperkuat hak untuk...
AFP/Eric Piermont.

Bos Moderna Ingatkan Perjuangan Vaksin Omicron

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 20:53 WIB
Para ilmuwan di Afrika Selatan mengatakan mereka telah mendeteksi varian baru dengan setidaknya 10 mutasi dibandingkan dengan tiga untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya