Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Nicolas Sarkozy Dibebaskan dari Penjara, Akan Jalani Pengawasan Ketat Menjelang Sidang Banding

Thalatie K Yani
11/11/2025 06:06
Nicolas Sarkozy Dibebaskan dari Penjara, Akan Jalani Pengawasan Ketat Menjelang Sidang Banding
Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dibebaskan setelah tiga minggu menjalani hukuman lima tahun penjara atas kasus pendanaan kampanye dari rezim Muammar Gaddafi. (Media Sosial X)

MANTAN Presiden Prancis Nicolas Sarkozy resmi dibebaskan dari penjara pada Senin (11/11). Tiga minggu setelah menjalani hukuman lima tahun atas kasus dugaan konspirasi pendanaan kampanye politiknya dari mantan pemimpin Libya, Muammar Gaddafi.

Pengadilan mengizinkan pembebasan bersyarat bagi Sarkozy dengan sejumlah ketentuan ketat. Ia dilarang meninggalkan wilayah Prancis dan tidak boleh menghubungi saksi atau pegawai Kementerian Kehakiman yang terlibat dalam perkara tersebut. Sidang banding dijadwalkan digelar pada tahun depan.

Sarkozy, 70, sebelumnya divonis pada 21 Oktober atas tuduhan bersekongkol menerima dana ilegal untuk kampanye presidennya pada 2007. Tim hukumnya segera mengajukan banding setelah vonis dijatuhkan.

Kebenaran akan Menang

Dalam pernyataan di media sosial usai dibebaskan, Sarkozy menulis seluruh energinya kini difokuskan untuk membuktikan dirinya tidak bersalah. “Kebenaran akan menang... akhir dari cerita ini belum ditulis,” tulisnya.

Mobil yang membawa Sarkozy terlihat meninggalkan penjara La Santé di Paris sekitar pukul 15.00 waktu setempat, tak lama setelah pengadilan mengabulkan permohonan pembebasannya. Ia kemudian tiba di rumahnya di kawasan barat Paris.

Salah satu pengacaranya, Christophe Ingrain, menyebut keputusan tersebut sebagai “langkah maju” dan menyatakan tim hukum kini mempersiapkan sidang banding yang dijadwalkan pada Maret mendatang.

Sel Isolasi

Selama masa tahanan, Sarkozy ditempatkan di sel isolasi yang dilengkapi fasilitas dasar seperti toilet, pancuran, meja kerja, televisi kecil berbayar, serta kulkas mini. Ia diperbolehkan menerima kunjungan keluarga dan berkomunikasi secara terbatas melalui surat maupun telepon.

Dalam persidangan virtual di Paris pada Senin pagi, Sarkozy menggambarkan pengalamannya di penjara sebagai “sangat berat” dan “seperti mimpi buruk.”

“Saya tidak pernah memiliki ide gila untuk meminta uang dari Gaddafi,” ujarnya. “Saya tidak akan pernah mengakui sesuatu yang tidak saya lakukan.”

Sarkozy juga memuji para petugas penjara yang disebutnya “menunjukkan rasa kemanusiaan luar biasa.”

Istrinya, penyanyi sekaligus model Carla Bruni-Sarkozy, serta dua putranya hadir di pengadilan untuk memberikan dukungan moral.

Sarkozy tercatat sebagai mantan presiden Prancis pertama yang dipenjara sejak kolaborator Nazi, Philippe Pétain, dijatuhi hukuman pada 1945. Sejak lengser pada 2012, ia terus menghadapi berbagai penyelidikan hukum, termasuk kasus suap terhadap seorang hakim pada tahun sebelumnya. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya