Senin 18 Oktober 2021, 14:14 WIB

Israel Klaim Mampu Hadang 2.000 Roket dari Hizbullah Sehari

Mediaindonesia.com | Internasional
Israel Klaim Mampu Hadang 2.000 Roket dari Hizbullah Sehari

AFP/Jack Guez.
Uri Gordin.

 

ISRAEL tidak ingin berperang dengan Hizbullah Libanon tetapi siap menghadapi sekitar 2.000 roket sehari dari kelompok bersenjata itu jika konflik pecah. Ini dikatakan seorang pejabat senior militer Israel kepada AFP.

Pada Mei tahun ini, tentara Israel berperang selama 11 hari melawan kelompok bersenjata Palestina di Jalur Gaza, yang menembakkan sekitar 4.400 proyektil ke arah negara Yahudi itu. Israel mengatakan sistem pertahanan Iron Dome-nya, yang telah digunakan selama sekitar satu dekade, mencegat sekitar 90% roket yang menuju daerah berpenduduk. Hanya di bawah 300 yang mengenai distrik berpenghuni.

Tingkat tembakan itu melampaui saat perang Israel melawan Hizbullah pada 2006. Ketika itu jumlah roket yang sama diluncurkan dari Libanon tetapi selama sekitar satu bulan.

Pada Mei, "Kota-kota seperti Tel Aviv dan Ashdod mengalami jumlah tembakan tertinggi terhadap mereka dalam sejarah Israel," kata Uri Gordin, kepala Komando Depan Depan tentara. "Kami melihat kecepatan lebih dari 400 roket ditembakkan ke Israel setiap hari."

Baca juga: Iran Kecam PBB Tutup Mata terhadap Nuklir Israel

Dia mengatakan, "Konflik atau perang dengan Hizbullah, kami memperkirakan lebih dari lima kali jumlah roket yang ditembakkan setiap hari dari Libanon ke Israel. Pada dasarnya kami punya kemampuan antara 1.500 dan 2.500 roket yang ditembakkan setiap hari ke arah Israel," katanya kepada AFP. (OL-14)

Baca Juga

AFP/Ronen Zvulun.

Israel Prihatin Amerika Serikat akan Cabut Sanksi terhadap Iran

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 28 November 2021, 20:48 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian mengatakan negaranya memasuki kembali negosiasi untuk mencari pencabutan sanksi ekonomi AS...
Ilustrasi

Waspada Varian Omicron, Maladewa Larang Pelancong dari 7 Negara Afrika

👤Nur Aivanni  🕔Minggu 28 November 2021, 17:27 WIB
Wisatawan yang tiba dari negara-negara tersebut selama dua hari terakhir harus menjalani karantina selama 14...
Ilustrasi

Australia Deteksi Infeksi Omicron untuk Pertama Kalinya

👤 Nur Aivanni  🕔Minggu 28 November 2021, 14:19 WIB
NSW Health mengatakan bahwa kedua penumpang itu berasal dari Afrika selatan dan tiba di Australia dengan penerbangan Qatar Airways melalui...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya