Rabu 29 September 2021, 16:21 WIB

Puluhan Napi Tewas akibat Kerusuhan Antargeng di Penjara Ekuador

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Puluhan Napi Tewas akibat Kerusuhan Antargeng di Penjara Ekuador

AFP/Fernando Mendez.
Kerabat narapidana berbicara kepada polisi meminta informasi selama kerusuhan di penjara Regional Guayaquil di Guayaquil, Ekuador.

 

SETIDAKNYA 24 tahanan tewas dan 42 lain terluka dalam pertempuran antara narapidana yang dilengkapi dengan senjata api dan granat di penjara, Guayaquil, menurut biro penjara nasional Ekuador (SNAI).

Gubernur negara bagian Guayas Pablo Arosemena mengatakan pada konferensi pers pada Selasa (28/9) di luar penjara Litoral bahwa ketertiban telah dipulihkan. "Kehadiran negara dan hukum harus dirasakan," ujarnya.

Komandan polisi daerah, Jenderal Fausto Buenano, mengatakan bahwa korban termasuk tahanan yang ditembak mati dan dibunuh dengan meledakkan granat tangan. Presiden Guillermo Lasso me-retweet pengumuman dari biro penjara mengatakan ketertiban telah dipulihkan di LP Litoral setelah insiden Selasa.

Kekerasan itu melibatkan tembakan, pisau, dan ledakan serta disebabkan oleh perselisihan antara geng penjara Los Lobos dan Los Choneros. Gambar yang ditayangkan di televisi menunjukkan narapidana menembak dari jendela penjara di tengah asap dan ledakan senjata api serta bahan peledak.

Sistem penjara Ekuador telah menjadi medan pertempuran antara tahanan yang terkait dengan geng narkoba Meksiko, terutama kartel generasi baru Sinaloa dan Jalisco. Guayaquil, kota pelabuhan utama Ekuador, menjadi pusat utama pengiriman kokain Amerika Selatan ke titik-titik utara, terutama Amerika Serikat.

Pekan lalu, polisi menyita dua pistol, revolver, sekitar 500 butir amunisi, granat tangan, beberapa pisau, dua batang dinamit, dan bahan peledak rakitan di salah satu penjara Guayaquil. Dua minggu lalu, Penjara Nomor 4 Guayaquil diserang oleh pesawat tak berawak, bagian dari perang antara kartel internasional. Tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.

Sistem penjara Ekuador memiliki sekitar 60 fasilitas yang dirancang untuk 29.000 narapidana tetapi dibebani oleh kepadatan dan kekurangan staf. Ombudsman hak asasi manusia negara itu mengatakan ada 103 pembunuhan di penjara pada 2020.

Baca juga: AS Diskusi tentang Perang Yaman dengan Pangeran Mahkota Saudi

Dua puluh tujuh narapidana tewas dalam kerusuhan di dua penjara pada Juli, dalam insiden yang memaksa pemerintah untuk mengumumkan keadaan darurat. (Aljazeera/OL-14)

Baca Juga

AFP/SHURAN HUANG

Retno Sebut Semua Menlu G20 Cari Solusi bagi Dunia

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 08:58 WIB
"Alhamdulillah per hari ini kita telah mendapatkan konfirmasi melalui saluran diplomatik bahwa semua menteri luar negeri anggota G20...
ANTARA/Muchlis Jr

Presiden Kembali ke Tanah Air dari Abu Dhabi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 23:35 WIB
Sebelum mengunjungi PEA, Presiden Jokowi mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Elmau,...
ANTARA/Setpres/Laily R

Presiden Jokowi Bertemu Mohamed Bin Zayed di Istana Al Shatie

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 22:20 WIB
Presiden tiba di Istana Al Shatie sekitar pukul 13.30 waktu setempat dan langsung melaksanakan sesi foto bersama dan pertemuan bilateral...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya