Rabu 29 September 2021, 13:42 WIB

AS Diskusi tentang Perang Yaman dengan Pangeran Mahkota Saudi

Mediaindonesia.com | Internasional
AS Diskusi tentang Perang Yaman dengan Pangeran Mahkota Saudi

AFP/Andrew Caballero-Reynolds.
Jake Sullivan.

 

PENASIHAT keamanan nasional Amerika Serikat Jake Sullivan berdiskusi tentang perang di Yaman secara rinci dengan putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dalam pertemuan pada Selasa (28/9). Hal itu disampaikan oleh seorang pejabat senior pemerintah AS.

Perang yang melibatkan koalisi pimpinan Saudi dan kelompok Houthi itu telah menghancurkan ekonomi Yaman dan menghabiskan cadangan devisa negara miskin di Semenanjung Arab itu. Yaman mengimpor sebagian besar barang-barang kebutuhannya.

Sullivan pekan ini berkunjung ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab bersama utusan khusus AS untuk Yaman, Tim Lenderking, dan utusan AS untuk Timur Tengah, Brett McGurk. Di Arab Saudi, Sullivan bertemu dengan Mohammed dan sejumlah pejabat pemerintah, antara lain Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman, Menteri Dalam Negeri Saudi Abdulaziz bin Saud bin Nayef, dan Menteri Garda Nasional Saudi Abdullah bin Bandar. 

"Mereka melakukan diskusi terperinci tentang konflik Yaman. Kedua belah pihak mendukung upaya Utusan Khusus PBB yang baru untuk Yaman Hans Grundberg dan sepakat mengintensifkan keterlibatan diplomatik dengan semua pihak terkait," kata pejabat pemerintah AS. "Utusan Khusus Lenderking akan tetap berada di wilayah tersebut untuk menindaklanjuti hasil diskusi rinci tersebut," kata pejabat itu.

PBB menggambarkan situasi di Yaman yang dilanda perang sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia. Pertempuran selama tujuh tahun juga telah menjerumuskan Yaman ke dalam krisis ekonomi yang memicu kekurangan pangan.

Pejabat AS itu juga mengatakan Sullivan berterima kasih kepada putra mahkota atas kesediaan Arab Saudi mengizinkan ribuan warga Afghanistan yang berisiko untuk transit di wilayah Saudi selama penarikan pasukan AS dari Afghanistan pada Agustus. "Sullivan akan berada di Kairo pada Rabu untuk pertemuan dengan sejumlah pejabat Mesir yang akan mencakup diskusi tentang Libia," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih Emily Horne dalam suatu pernyataan.

Pemilihan umum di Libia diamanatkan sebagai bagian dari peta jalan yang disusun pada 2020 oleh forum politik besutan PBB untuk mengakhiri krisis satu dekade di negara itu. Namun, perselisihan tentang pemungutan suara dalam pemilu itu menimbulkan ancaman yang dapat merusak proses perdamaian. 

Libia telah mengalami kekacauan dan kekerasan sejak aksi pemberontakan yang didukung Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada 2011 untuk menggulingkan Muammar Gaddafi. Setelah 2014, Libia terpecah antara faksi barat dan timur yang bertikai. 

Baca juga: Arab Saudi Cegat Serangan Rudal dari Yaman

Horne mengatakan Sullivan juga akan membahas peran Mesir dalam mempromosikan keamanan dan kemakmuran bagi Israel dan Palestina setelah kunjungan Perdana Menteri Israel Naftali Bennet ke Mesir pada awal September. Sullivan akan menjamu penasihat keamanan nasional Israel, Eyal Hulata, di Washington pada 5 Oktober untuk diskusi lebih lanjut. (Ant/OL-14)

Baca Juga

AFP

IS Ledakan 4 Bom yang Tewaskan 12 Rakyat Afghanistan

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 26 Mei 2022, 09:30 WIB
"Bom-bom itu ditempatkan di tiga minibus di berbagai distrik di kota...
AFP/SERGEY BOBOK

Indonesia dan G20 Bisa Tuntaskan Konflik Rusia-Ukraina

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 26 Mei 2022, 09:00 WIB
Ada tiga jalan untuk Indonesia mendamaikan konflik Rusia-Ukraina. Pertama jalur G20, ASEAN dan Gerakan...
Brian W.J. Mahy / Centers for Disease Control and Prevention / AFP

Portugal Konfirmasi 10 kasus Baru Cacar Monyet, total 49 Kasus

👤Mediaindonesia 🕔Rabu 25 Mei 2022, 21:25 WIB
Angka tersebut menambah total menjadi 49 kasus dan menyamai jumlah infeksi yang terkonfirmasi di negara tetangga,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya