Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PASOKAN bahan bakar dari Iran telah memasuki Libanon tanpa izin negara. Bantuan itu terwujud meskipun sanksi AS kepada kelompok Syiah Hizbullah. Ini semakin mengangkat status kelompok itu sebagai pemilik sumber energi utama di negara yang dilanda krisis itu.
"Peristiwa terbaru ini memberikan konfirmasi lain bahwa Hizbullah telah meningkatkan kekuasaannya secara signifikan atas negara Libanon," kata ilmuwan politik Karim Emile Bitar. "Bahkan tidak lagi berusaha bersembunyi di balik lapisan legalitas yang ditawarkan oleh lembaga resmi," katanya.
Libanon, yang bergulat dengan krisis keuangan terburuknya, gagal membayar utangnya tahun lalu dan tidak mampu lagi mengimpor barang-barang utama, termasuk bensin untuk kendaraan dan diesel untuk generator selama pemadaman listrik hampir sepanjang waktu. Kekurangan bahan bakar telah memaksa pengendara untuk mengantre berjam-jam, terkadang berhari-hari, di pom bensin.
Di sisi lain, pemadaman listrik telah membuat negara itu gelap gulita, melumpuhkan rumah sakit, sekolah, dan kantor pemerintah. Meskipun menjadi bagian integral dari negara dengan menduduki kursi di parlemen dan mendukung beberapa menteri, Hizbullah telah meratapi kegagalan negara dan bersumpah untuk turun tangan dengan solusinya sendiri.
Kelompok, yang ditetapkan oleh AS sebagai kelompok teroris dan merupakan satu-satunya milisi yang mempertahankan persenjataannya setelah perang Libanon 1975-1990, itu mengatur puluhan truk yang membawa bahan bakar Iran untuk memasuki Libanon melalui Suriah pekan lalu. Pengiriman tersebut tidak secara resmi disetujui oleh pemerintahnya dan truk masuk melalui penyeberangan ilegal untuk transaksi yang melanggar sanksi AS dan lainnya.
Langkah itu, meskipun yang pertama, sejalan dengan otonomi lama kelompok yang didukung Iran itu. Kelompok itu pun ditempatkan di Suriah pada 2013 dan berulang kali terlibat dalam konfrontasi militer dengan tetangga selatan, Israel.
"Langkah terakhir Hizbullah melemahkan negara dan persepsi negara," kata aktivis politik dan pakar energi Laury Haytayan kepada AFP.
Baca juga: Hizbullah: Kapal Tanker BBM Iran Berlayar ke Libanon
"Sangat jelas bahwa negara tidak dapat menghentikan Hizbullah. Negara mengawasi dan lumpuh dan tidak dapat mengambil tindakan apa pun." (AFP/OL-14)
Jajak pendapat Reuters/Ipsos tunjukkan hanya 25% warga AS dukung serangan ke Iran. Risiko lonjakan harga BBM dan korban jiwa tentara jadi ancaman bagi posisi Trump.
Pemerintah Tiongkok menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan militer terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Sebanyak sembilan orang dilaporkan tewas dan 40 lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan antara aparat kepolisian dan pengunjuk rasa Konsulat Amerika Serikat di Karachi, Pakistan.
Presiden AS Donald Trump menyebut operasi militer terhadap Iran bisa berlangsung hingga empat minggu dan memperingatkan kemungkinan korban tambahan.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan setuju dengan AS soal program nuklir Iran, namun peringatkan risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.
Trump setuju berbicara dengan pemimpin baru Iran. Teheran terbuka untuk upaya serius meredakan ketegangan, kata Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.
KETEGANGAN antara Amerika Serikat dan Iran mencapai titik puncak setelah upaya diplomasi terakhir di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan.
PRESIDEN AS, Donald Trump, menyatakan bahwa operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran diperkirakan akan berlangsung sekitar empat pekan, atau bahkan lebih singkat.
Serangan Militer AS-Israel ke Iran, DPR Dorong Pemerintah Aktifkan Skenario Fiskal Kontinjensi dan Stabilitas Moneter
ESKALASI konflik di Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat ke Iran memicu sentimen risk off di pasar keuangan global.
PT Pertamina (Persero) meningkatkan pengawasan operasional sebagai respons atas dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.
IRGC Klaim 560 Personel Militer AS Terluka atau Tewas dalam Serangan Balasan Iran
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved