Senin 20 September 2021, 20:43 WIB

Dapat Bahan Bakar Iran, Hizbullah makin Berkuasa di Libanon

Mediaindonesia.com | Internasional
Dapat Bahan Bakar Iran, Hizbullah makin Berkuasa di Libanon

AFP/-.
Orang-orang mengibarkan bendera gerakan Syiah Libanon, Hizbullah, saat menyambut kapal tanker yang membawa bahan bakar, Kamis (16/9).

 

PASOKAN bahan bakar dari Iran telah memasuki Libanon tanpa izin negara. Bantuan itu terwujud meskipun sanksi AS kepada kelompok Syiah Hizbullah. Ini semakin mengangkat status kelompok itu sebagai pemilik sumber energi utama di negara yang dilanda krisis itu.

"Peristiwa terbaru ini memberikan konfirmasi lain bahwa Hizbullah telah meningkatkan kekuasaannya secara signifikan atas negara Libanon," kata ilmuwan politik Karim Emile Bitar. "Bahkan tidak lagi berusaha bersembunyi di balik lapisan legalitas yang ditawarkan oleh lembaga resmi," katanya.

Libanon, yang bergulat dengan krisis keuangan terburuknya, gagal membayar utangnya tahun lalu dan tidak mampu lagi mengimpor barang-barang utama, termasuk bensin untuk kendaraan dan diesel untuk generator selama pemadaman listrik hampir sepanjang waktu. Kekurangan bahan bakar telah memaksa pengendara untuk mengantre berjam-jam, terkadang berhari-hari, di pom bensin.

Di sisi lain, pemadaman listrik telah membuat negara itu gelap gulita, melumpuhkan rumah sakit, sekolah, dan kantor pemerintah. Meskipun menjadi bagian integral dari negara dengan menduduki kursi di parlemen dan mendukung beberapa menteri, Hizbullah telah meratapi kegagalan negara dan bersumpah untuk turun tangan dengan solusinya sendiri.

Kelompok, yang ditetapkan oleh AS sebagai kelompok teroris dan merupakan satu-satunya milisi yang mempertahankan persenjataannya setelah perang Libanon 1975-1990, itu mengatur puluhan truk yang membawa bahan bakar Iran untuk memasuki Libanon melalui Suriah pekan lalu. Pengiriman tersebut tidak secara resmi disetujui oleh pemerintahnya dan truk masuk melalui penyeberangan ilegal untuk transaksi yang melanggar sanksi AS dan lainnya.

Langkah itu, meskipun yang pertama, sejalan dengan otonomi lama kelompok yang didukung Iran itu. Kelompok itu pun ditempatkan di Suriah pada 2013 dan berulang kali terlibat dalam konfrontasi militer dengan tetangga selatan, Israel.

"Langkah terakhir Hizbullah melemahkan negara dan persepsi negara," kata aktivis politik dan pakar energi Laury Haytayan kepada AFP.

Baca juga: Hizbullah: Kapal Tanker BBM Iran Berlayar ke Libanon

"Sangat jelas bahwa negara tidak dapat menghentikan Hizbullah. Negara mengawasi dan lumpuh dan tidak dapat mengambil tindakan apa pun." (AFP/OL-14)

Baca Juga

Antara

Akademisi Menilai Keputusan ASEAN tidak Undang Myanmar Merupakan Intervensi Positif

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 11:50 WIB
Keputusan ASEAN yang tidak mengundang junta militer Myanmar merupakan intervensi yang positif sepanjang menyangkut nilai-nilai hak asasi...
china.org

Rekor, Rekrutmen CPNS di Tiongkok Diminati Lebih Dari Dua Juta Orang

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 11:37 WIB
Lebih dari dua juta orang mendaftar sebagai calon pegawai negeri sipil di Tiongkok untuk formasi penerimaan 2022, rekor terbanyak...
freemalaysiatoday.com

Malaysia Bakal Lindungi Kompleks Petronas di Sudan Menyusul Kudeta Militer

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 11:32 WIB
Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan akan melindungi kompleks Petronas di Sudan menyusul terjadinya kudeta militer di negara...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya