Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat, pada Selasa, mengatakan telah mengevakuasi hampir 500 militer dan sipil Afghanistan dari Uzbekistan, sementara negara bekas Soviet itu menyatakan sekarang tidak ada pengungsi Afghanistan di wilayahnya.
Hari-hari menjelang perebutan Kabul oleh Taliban menyebabkan kekacauan di negara tetangga Afghanistan di Asia Tengah, Uzbekistan dan Tajikistan, ketika tentara yang setia kepada pemerintah yang runtuh melarikan diri melintasi perbatasan negara dengan pesawat militer.
Uzbekistan sebagian besar menahan pernyataan tentang jumlah dan status para pengungsi ketika negara itu tampaknya akan memupuk hubungan dengan Taliban.
Namun, Juru Bicara Kedutaan AS mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya telah mengevakuasi 494 militer dan warga sipil Afghanistan kelluar dari bandara Termez, selatan Uzbekistan, dengan bantuan pemerintah Uzbekistan.
"Evakuasi selesai pada 12-13 September," kata juru bicara itu kepada AFP melalui telepon, tanpa berkomentar mengenai tujuan akhir para pengungsi.
Baca juga: Taliban Bantah Wakil PM Afghanistan Tewas dalam Baku Tembak
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Uzbekistan Yusup Kabulzhanov, pada Senin, mengonfirmasi evakuasi dalam pernyataannya kepada kantor berita Kun.uz milik swasta.
"Semua pengungsi Afghanistan telah meninggalkan wilayah Uzbekistan", katanya, tanpa memberikan jumlah angkanya.
Seorang staf di kedutaan Afghanistan mengatakan kepada AFP bulan lalu bahwa hingga 1.500 warga Afghanistan mungkin telah menyeberang ke Uzbekistan secara ilegal setelah Taliban menguasai benteng utara Mazar-i-Sharif pada pertengahan Agustus dan mulai membuka jalan menuju Kabul.
Dalam sebuah pernyataan langka tentang para pengungsi pada Agustus, Uzbekistan mengatakan telah mengembalikan 150 orang ke Afghanistan atas permintaan mereka sendiri dan menyusul pembicaraan dengan Taliban untuk menjamin keselamatan mereka.
Tajikistan juga merahasiakan jumlah pengungsi yang diterimanya. Delegasi Uni Eropa di negara itu mengatakan pada Selasa bahwa mereka menyediakan 160.000 Euro dalam dana bantuan kemanusiaan untuk memberi manfaat bagi 5.000 pengungsi Afghanistan di dua provinsi Tajik yang berbatasan dengan Afghanistan. (AFP/OL-5)
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Hubungan Pakistan dan Afghanistan mencapai titik terendah. Islamabad meluncurkan serangan udara ke Kabul dan Kandahar sebagai balasan atas agresi Taliban.
MILITER Pakistan mengeklaim menewaskan sedikitnya 70 militan dalam serangan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan pada Minggu (22/2) pagi.
PAKISTAN kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan dengan dalih memburu militan.
SERANGAN udara Pakistan ke wilayah Afghanistan kembali memicu ketegangan di perbatasan. Islamabad menyebut operasi itu menyasar kamp militan
Pakistan melancarkan serangan udara ke Nangarhar dan Paktika di Afghanistan. Kabul menuduh warga sipil tewas dan terluka, sementara Islamabad mengklaim operasi menargetkan TTP dan ISKP.
Garda Revolusi Iran (IRGC) bersumpah tidak akan berhenti menyerang pangkalan AS dan Israel sampai musuh dikalahkan total. Simak update situasi terbaru di sini.
PRANCIS berada dalam posisi dilematis di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Emmanuel Macron mengkritik serangan militer terhadap Iran
Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menegaskan Iran hanya mengincar kemenangan atas AS dan Israel. Ia menuntut ganti rugi serangan dan pencabutan sanksi ekonomi.
Iran berencana menyerang pusat data dan infrastruktur serat optik di negara Arab yang digunakan militer AS. Ketegangan Timur Tengah meningkat pascaserangan Israel.
Presiden Masoud Pezeshkian ungkap 3 syarat akhiri perang dengan AS dan Israel. Militer Iran ancam serang titik ekonomi di Teluk Persia jika pelabuhan diincar.
PEMERINTAH Iran memperingatkan akan menindak keras demonstrasi anti-pemerintah di tengah perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved