Sabtu 04 September 2021, 11:34 WIB

Israel Minta Mesir Tekan Hamas untuk Akhiri Kekerasan di Perbatasan

Mediaindonesia.com | Internasional
Israel Minta Mesir Tekan Hamas untuk Akhiri Kekerasan di Perbatasan

AFP/Said Khatib.
Petugas keamanan Palestina di pos pemeriksaan sebelum menuju Israel di persimpangan Kerem Shalom di Rafah, Jalur Gaza selatan.

 

KOORDINATOR Kegiatan Pemerintah Israel di Wilayah (COGAT) Rassan Alian dan kepala Afrika/Timur Tengah di Dewan Keamanan Nasional, yang namanya dilarang dipublikasikan, mengunjungi Mesir pada Kamis (2/9) dan bertemu dengan pejabat intelijen senior di sana. Laporan pers Israel seperti dikutip dari Al-Monitor mengatakan bahwa dua pejabat Israel meminta mitra mereka dari Mesir untuk menekan Hamas agar menghentikan demonstrasi malam yang sedang berlangsung di perbatasan Jalur Gaza, Palestina

Selama beberapa hari terakhir, warga Gaza telah berkumpul di dekat pagar keamanan, membakar ban, dan melemparkan bahan peledak ke pasukan Israel yang ditempatkan di sepanjang perbatasan. Eskalasi tampaknya didorong oleh frustrasi Hamas atas kebuntuan pembicaraan yang dimediasi Mesir dengan Israel untuk pengaturan jangka panjang. 

Otoritas kesehatan Gaza melaporkan bahwa satu orang Palestina tewas dan empat lain terluka oleh tembakan langsung dalam bentrokan kekerasan tadi malam. Sumber Hamas mengatakan Pasukan Pertahanan Israel menggunakan tembakan penembak jitu pada target tertentu dan pesawat tak berawak yang menjatuhkan granat gas air mata kepada para perusuh sebagai sarana untuk membubarkan demonstrasi.

Baca juga: Palestina Sambut Rencana AS Buka kembali Konsulat Jerusalem

Frustrasi di Israel tumbuh atas demonstrasi itu yang disebut sebagai gangguan malam di Gaza. Prajurit IDF Barel Hadaria Shmueli ditembak pada 21 Agustus oleh seorang Palestina dan kemudian meninggal karena luka-lukanya. 

Anggota keluarga Shmueli dan tokoh masyarakat telah mengkritik kepemimpinan pertahanan Israel. Mereka mengklaim tentara di dekat perbatasan tidak menerima perintah yang diperlukan untuk memungkinkan perlindungan mereka sendiri. Kampanye publik tentang masalah ini telah menjadi viral. 

Penyelidikan IDF yang diterbitkan menyalahkan pembunuhan Shmueli pada penyebaran pasukan yang buruk dan peraturan penembakan yang tidak terlalu ketat. Orangtua Shmueli menolak kesimpulan ini dan terus menganggap kepemimpinan IDF bertanggung jawab atas kematian putra mereka.

Baca juga: Hamas: Runtuhnya Terowongan Gaza-Mesir Tewaskan Tiga Warga

Terlepas dari kerusuhan Gaza, Israel menyetujui serangkaian tindakan sipil pada Rabu (1/9) yang dirancang untuk meredakan kondisi di Jalur Gaza. Mereka termasuk memperluas zona penangkapan ikan Gaza hingga 15 mil laut dan memberikan izin masuk ke Israel kepada 5.000 pedagang Palestina di samping 2.000 orang yang sudah diizinkan masuk. Israel sekarang dilaporkan menunggu untuk melihat kerusuhan dapat tenang sebelum memutuskan melanjutkan pembicaraan yang dimediasi Mesir dengan Hamas.

Pertemuan pada Kamis (2/9) juga membahas dua topik lain. Para pejabat Israel meminta rekan-rekan mereka untuk mempererat kerja sama antara Israel dan Mesir dalam menggagalkan penyelundupan ke Jalur Gaza. Secara khusus, Israel khawatir atas penyelundupan bahan bangunan dan suku cadang yang dapat digunakan untuk keperluan sipil dan militer. Israel menilai bahwa Hamas sedang berusaha untuk merehabilitasi kemampuan serangannya yang rusak parah dalam pertempuran putaran terakhir pada Mei lalu.

Hal lain yang dibahas dalam pertemuan itu yakni kunjungan mendatang Perdana Menteri Naftali Bennett ke Mesir. Pada 18-19 Agustus, Kepala Direktorat Intelijen Umum Mesir Abbas Kamel mengunjungi Israel dan bertemu dengan Bennett, Menteri Pertahanan Benny Gantz, dan Menteri Luar Negeri Yair Lapid. Isu utama yang dibahas yaitu kemungkinan kesepakatan jangka panjang dengan Hamas dan rekonstruksi Gaza. 

Baca juga: Mesir Bersihkan Masjid dari Buku Salafi dan Ikhwanul Muslimin

Dalam pertemuannya dengan perdana menteri Israel, Kamel memberinya undangan pribadi dari Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi untuk mengunjungi Mesir dalam beberapa minggu ke depan. Dalam laporan 1 September di pers Israel mengklaim Bennett akan segera melakukan perjalanan ke Semenanjung Sinai untuk bertemu dengan Sisi di Sharm al-Sheikh. Pertemuan Sharm al-Sheikh tampaknya akan berlangsung tanpa kehadiran wartawan. (OL-14)

Baca Juga

Dok MI

AS dan Tiongkok Terus Dominasi Indo-Pasifik

👤Nur Aivanni  🕔Senin 06 Desember 2021, 17:03 WIB
Asia Power Index mempertimbangkan berbagai ukuran, termasuk kemampuan ekonomi dan militer, hubungan ekonomi dan jaringan pertahanan, serta...
AFP/SHAMIL ZHUMATOV

Rusia akan Terbangkan Miliarder Jepang ke ISS

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 06 Desember 2021, 12:15 WIB
Maezawa dan asistennya akan menghabiskan 12 hari di ISS dengan mendokumentasikan petualangan mereka di kanal Youtube milik Maezawa yang...
AFP/Handout / MYANMAR MINISTRY OF INFORMATION

Pengadilan Myanmar akan Jatuhkan Vonis Pertama dalam Persidangan Suu Kyi, Hari Ini

👤Nur Aivanni 🕔Senin 06 Desember 2021, 12:14 WIB
Jika terbukti bersalah, Suu Kyi dan Presiden Myanmar yang digulingkan Win Myint, masing-masing menghadapi hukuman penjara hingga lima...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya