Kamis 26 Agustus 2021, 20:26 WIB

Ancaman ISIS di Afghanistan

Mediaindonesia.com | Internasional
Ancaman ISIS di Afghanistan

AFP/Wakil Kohsar.
Jendela retak kendaraan bersenjata di pos pemeriksaan selama patroli melawan militan ISIS, distrik Deh Bala, Nangarhar.

 

WARGA Afghanistan yang putus asa memadati bandara Kabul mencoba untuk mendapatkan penerbangan evakuasi untuk melarikan diri dari Taliban. Di saat bersamaan, para pejabat telah memperingatkan ancaman lain yaitu ISIS.

Presiden Joe Biden mengatakan ada risiko akut dan terus meningkat terkait serangan di bandara oleh cabang regional kelompok itu yang disebut Islamic State-Khorasan atau ISIS-K. Amerika Serikat, Inggris, dan Australia telah mengatakan kepada orang-orang untuk meninggalkan daerah itu ke lokasi yang lebih aman.

Beberapa bulan setelah ISIS mendeklarasikan kekhalifahan di Irak dan Suriah pada 2014, pejuang yang memisahkan diri dari Taliban Pakistan bergabung dengan militan di Afghanistan untuk membentuk cabang regional. Mereka berjanji setia kepada pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi.

Kelompok itu secara resmi diakui oleh pimpinan pusat ISIS pada tahun berikutnya karena berakar di timur laut Afghanistan, khususnya Provinsi Kunar, Nangarhar, dan Nuristan. Mereka juga berhasil mendirikan sel-sel tidur di bagian lain Pakistan dan Afghanistan, termasuk Kabul, menurut pemantau PBB.

Baca juga: Negara Barat Peringatkan Ancaman Teror di Bandara Kabul

Perkiraan terbaru kekuatannya bervariasi dari beberapa ribu pejuang aktif hingga minimal 500 orang, menurut laporan Dewan Keamanan PBB yang dirilis bulan lalu. Khorasan ialah nama historis untuk wilayah tersebut yang sekarang disebut Pakistan, Iran, Afghanistan, dan Asia Tengah.

Kelompok ISIS Afghanistan-Pakistan bertanggung jawab atas beberapa serangan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Mereka telah membantai warga sipil di kedua negara yang menyasar masjid, tempat suci, alun-alun, bahkan rumah sakit.

Baca juga: Permusuhan ISIS terhadap Taliban

Kelompok itu secara khusus menargetkan Muslim dari sekte yang dianggap sesat, termasuk syiah. Tahun lalu, pria bersenjata mengamuk di bangsal bersalin dalam lingkungan yang didominasi syiah di Kabul. Serangan itu menewaskan 16 ibu dan calon ibu.

Di luar pengeboman dan pembantaian, IS-Khorasan telah gagal menguasai wilayah mana pun di kawasan itu. Mereka menderita kerugian besar karena operasi militer pimpinan Taliban dan AS.

Baca juga: Warga Afghanistan Diizinkan Naik Penerbangan Komersial Setelah 31 Agustus

Menurut penilaian militer AS dan PBB, setelah fase kekalahan berat ISIS-Khorasan sekarang beroperasi sebagian besar melalui sel-sel rahasia yang berbasis di atau dekat kota untuk melakukan serangan tingkat tinggi. (AFP/OL-14)

Baca Juga

officesnapshots.com

Roche Kembangkan Alat Tes untuk Deteksi Cacar Monyet

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 14:05 WIB
Ada lebih dari 200 kasus suspek atau terkonfirmasi cacar monyet di Eropa dan Amerika Utara, demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia...
AFP/Robert CHIARITO

Dua Tahun Tragedi Floyd, Biden Reformasi Kepolisian

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 26 Mei 2022, 13:42 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menandatangani perintah eksekutif yang dia janjikan akan mengantarkan reformasi polisi paling...
AFP/Olga Maltseva.

Ukraina Berikan Pesan Mundur dari Mauripol untuk Menang

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 13:16 WIB
Pesan simbolik yang muncul dari kekalahan Ukraina di Mauripol bukan wajah para pejuang garnisun Mariupol yang putus asa dan lelah karena...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya