Kamis 26 Agustus 2021, 08:10 WIB

AS Rencanakan Suntikan Penguat Covid dengan Jeda Enam Bulan

mediaindonesia.com | Internasional
AS Rencanakan Suntikan Penguat Covid dengan Jeda Enam Bulan

dok.medcom
Ilustrasi: vaksinasi covid-19

 

REGULATOR kesehatan Amerika Serikat dapat menyetujui suntikan COVID-19 ketiga untuk orang dewasa, yang dimulai setidaknya enam bulan setelah vaksinasi penuh, alih-alih jeda delapan bulan yang diumumkan sebelumnya, Wall Street Journal melaporkan pada Rabu (25/8).

Persetujuan vaksin penguat untuk tiga suntikan COVID-19 yang diberikan di Amerika Serikat--yang diproduksi oleh Pfizer Inc dan mitra BioNTech SE, Moderna Inc dan Johnson & Johnson--diharapkan pada pertengahan September, kata laporan itu, mengutip seseorang yang tahu dengan rencana itu.

Pfizer dan BioNTech telah memulai proses aplikasi untuk persetujuan suntikan penguat pada orang berusia 16 tahun ke atas, dengan mengatakan bahwa hal itu memacu peningkatan lebih dari tiga kali lipat dalam antibodi terhadap virus corona.

Awal pekan ini, regulator AS memberikan persetujuan penuh untuk vaksin dua dosis Pfizer. Moderna mengatakan pada Rabu bahwa pihaknya telah menyelesaikan tinjauan waktu nyata yang diperlukan untuk persetujuan penuh untuk suntikan pada orang berusia 18 tahun ke atas.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan dalam pengarahan hariannya bahwa perkembangan seperti itu akan berada di bawah lingkup Pusat Penyakit dan Pengendalian dan Pencegahan (CDC).

CDC mengatakan rencana pemerintah untuk memberikan suntikan penguat tergantung pada tindakan yang tertunda dari Badan Makanan dan Obat (FDA) dan rekomendasi dari Komite Penasihat Praktik Imunisasi.

FDA, bagaimanapun, mengulangi pernyataan bersamanya dari minggu lalu yang mengatakan bahwa pemerintah bersiap untuk meluncurkan suntikan ketiga dari pertengahan September kepada orang Amerika yang mendapatkan vaksin dua dosis awal yang dibuat oleh Moderna dan Pfizer lebih dari delapan bulan lalu.

Peluncuran akan dimulai jika FDA dan CDC memutuskan bahwa suntikan penguat diperlukan, kata pejabat AS. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Jepang Hentikan Penggunaan 1,63 Juta Dosis Vaksin Moderna karena Terkontaminasi

 

Baca Juga

AFP.

Gempa Berkekuatan 7,2 SR Guncang Peru Selatan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:25 WIB
Gempa terjadi pada pukul 07.02 waktu setempat pada kedalaman 218 kilometer, menurut USGS. Pusat Seismologi Nasional Peru mengatakan gempa...
AFP/Fabrice Coffrini.

Iran Sebut Zionis Kontrol Kebijakan AS terkait Kesepakatan Nuklir

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 20:55 WIB
Israel telah membuatnya seolah-olah mempertahankan IRGC dalam daftar itu penting untuk masa depan pembicaraan Iran, tetapi tidak demikian,...
AFP/Hazem Bader.

Investigasi CNN Perkuat Klaim Tentara Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 20:01 WIB
Pada saat-saat berikutnya, seorang pria berkaus putih mencoba beberapa kali untuk memindahkan Abu Akleh, tetapi dipaksa mundur berulang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya