Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Iran Ebrahim Raisi menyatakan bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan Rusia dan Tiongkok. Dalam hal ini, untuk membangun stabilitas dan perdamaian di Afghanistan.
Dalam beberapa waktu terakhir, Taliban berhasil menguasai sejumlah kota besar di Afghanistan. Upaya itu dicapai dengan pertumpahan darah yang relatif sedikit, setelah dua dekade perang yang merenggut ratusan ribu nyawa.
Keruntuhan pemerintahan Afghanistan terjadi ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menarik pasukannya dari negara tersebut.
Baca juga: Taliban Desak Warga Afghanistan di Bandara Kabul Pulang ke Rumah
"Iran siap bekerja sama dengan Tiongkok untuk membangun keamanan, stabilitas dan perdamaian di Afghanistan. Serta, mengupayakan pembangunan, kemajuan dan kemakmuran rakyatnya," ujar Raisi kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping melalui sambungan telepon.
Otoritas Iran pun siap bekerja sama dengan Rusia untuk membangun perdamaian dan ketenangan di Afghanistan. Hal itu diutarakan Raisi dalam sambungan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Kami percaya semua kelompok Afghanistan harus bekerja sama. Mengubah penarikan AS menjadi titik balik bagi perdamaian dan stabilitai di Afghanistan," pungkas Raisi.
Baca juga: Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Berencana Pulang
Analis menilai kemajuan Taliban telah menempatkan tetangga Iran, yakni Afghanistan, di tepian. Namun, mayoritas republik Islam Syiah mengambil sikap pragmatis terhadap kebangkitan kelompok Sunni garis keras.
Iran diketahui memiliki hubungan panas dengan Taliban pada 1996. Ketika mereka mengambil alih kekuasaan. Lalu, pada 2001 ketika mereka digulingkan dalam invasi pimpinan AS atas hubungan dengan Al-Qaeda, serta serangan 11 September 2001.
Adapun otoritas Iran tidak pernah mengakui aturan Taliban. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, mereka menekankan bahwa harus menjadi bagian dari solusi masa depan Afghanistan.(Straitstimes/OL-11)
Zakharova menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap aturan internasional dan menekankan bahwa fasilitas diplomatik harus dilindungi.
Gedung Putih menyatakan tidak senang jika Rusia benar-benar membagikan intelijen kepada Iran di tengah konflik Timur Tengah, namun belum melontarkan kecaman keras.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Trump panik harga minyak melonjak akibat perang Iran-Israel. Washington berencana cabut sanksi negara penghasil minyak demi stabilkan pasar dan pasokan global.
Rosatom evakuasi ratusan pekerja dan keluarga dari PLTN Bushehr, Iran. Pembangunan Unit 2 dan 3 dihentikan sementara akibat situasi keamanan yang kian membahayakan.
Jalur kereta api Beijing-Pyongyang resmi dibuka kembali mulai Kamis ini. Ini aturan baru tiket dan siapa saja yang diperbolehkan melintas.
Perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat telah sepakat untuk melipatgandakan produksi empat kali lipat.
Menlu Tiongkok Wang Yi kecam perang di Timur Tengah dan desak AS kelola hubungan bilateral. Beijing tegaskan aliansi dengan Rusia tetap kokoh di tengah krisis global.
Kegiatan ini dilaksanakan guna menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa Indonesia bukan hanya di Tiongkok melainkan pula di tanah air.
Laporan CNN menyebut Tiongkok mulai alihkan dukungan finansial dan komponen rudal ke Iran. Simak analisis dampak geopolitik dan keterlibatan Rusia
Jubir NPC Tiongkok Lou Qinjian tegaskan tak ada negara boleh dominasi urusan internasional. Simak poin penting sidang parlemen Tiongkok 2026 di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved