Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS), pada Senin (16/8), menyuarakan kekhawatiran atas peningkatan produksi logam uranium Iran yang dilaporkan oleh pengawas nuklir PBB ketika mendesak negara itu untuk kembali ke pembicaraan.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya telah melihat laporan terbaru kepada anggota Badan Energi Atom Internasional dan yakin bahwa Iran tidak memiliki kebutuhan yang kredibel untuk memproduksi logam uranium.
Iran berjanji untuk tidak memproduksi logam uranium, yang dapat digunakan untuk membuat bom nuklir, sebagai bagian dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015. Iran menyatakan akan mengurangi program nuklirnya secara drastis dengan imbalan keringanan sanksi.
Tetapi Iran mengatakan awal tahun ini bahwa mereka sedang meneliti logam uranium untuk menyediakan bahan bakar canggih untuk reaktor penelitian - salah satu dari serangkaian langkah yang diambil di luar JCPOA setelah mantan Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat dari kesepakatan itu.
"Kami telah menjelaskan bahwa eskalasi nuklir yang terus berlanjut di luar batas JCPOA tidak konstruktif dan tidak konsisten dengan kembali ke kepatuhan bersama," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price.
"Iran harus menghentikan eskalasi nuklirnya dan kembali ke negosiasi menuju implementasi penuh JCPOA dengan itikad baik," ucapnya.
Presiden AS Joe Biden mendukung untuk kembali ke kesepakatan itu, yakin bahwa kesepakatan itu secara damai mengelola masalah utama dengan Iran.
Tetapi, pembicaraan tidak langsung di Wina. Austria, yang ditengahi oleh Eropa tidak membuat terobosan dengan pemerintah AS yang menolak untuk mencabut sanksi yang tidak terkait dengan masalah nuklir.
Pembicaraan tersebut pun terhenti sejak pelantikan Presiden baru Iran Ebrahim Raisi, meskipun dia mengatakan dia mendukung upaya untuk mencabut sanksi AS. (AFP/Nur/OL-09)
Donald Trump kembali memicu polemik global dengan rencana negosiasi pengambilalihan Greenland. Mengapa pulau Arktik ini begitu penting bagi AS?
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PERDANA Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos bahwa Dewan Perdamaian Gaza menawarkan jalan keluar.
ANGKATAN Bersenjata Kanada membuat model untuk mempersiapkan kemungkinan invasi Amerika Serikat (AS) setelah Donald Trump mengatakan ingin mencaplok wilayahnya.
Menurutnya, sektor-sektor yang paling terdampak aksi jual bersih (net sell) yaitu yang sensitif terhadap siklus ekonomi seperti perbankan, properti, dan konsumer.
Amerika Serikat mewajibkan calon tentara setidaknya memiliki kartu izin tinggal permanen (Green Card) atau telah menjadi warga negara AS (US Citizen).
TIONGKOK menolak usulan Presiden Donald Trump untuk perundingan pengendalian senjata nuklir sebagai tidak masuk akal. Apa alasannya?
PERLOMBAAN nuklir baru dimulai. Kini AS harus bersiap menghadapi dua pesaing sekaligus di saat kehilangan keunggulan industri dan ekonominya.
Di Xinjiang barat jauh, citra satelit dan analisis ahli menunjukkan bahwa Tiongkok dengan cepat memperluas lokasi uji coba nuklir bersejarah.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan keberhasilan uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir Burevestnik, di tengah meningkatnya serangan udara di Ukraina.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan siap mendukung kesepakatan Donald Trump dan Kim Jong Un terkait pembekuan produksi senjata nuklir Korea Utara.
Peimpin Korea Utara, Kim Jong Un, serukan percepatan perluasan kemampuan senjata nuklir di negaranya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved