Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
HAMAS pada Senin (16/8) menyambut pengambilalihan Taliban atas Afghanistan sebagai kemenangan dan memberi selamat kepada rakyat Afghanistan karena mengalahkan AS.
"Kami mengucapkan selamat kepada orang-orang Muslim Afghanistan atas kekalahan pendudukan Amerika di semua tanah Afghanistan. Kami mengucapkan selamat kepada gerakan Taliban dan kepemimpinannya yang berani atas kemenangan ini sebagai puncak dari perjuangan panjangnya selama 20 tahun terakhir," Hamas kata dalam suatu pernyataan sebagaimana dikuti dari The Jerusalem Post.
"Sementara Hamas berharap rakyat Muslim Afghanistan dan kepemimpinannya sukses dalam mencapai persatuan, stabilitas, dan kemakmuran bagi Afghanistan dan rakyatnya, Hamas menekankan bahwa runtuhnya pendudukan Amerika dan sekutunya membuktikan bahwa perlawanan rakyat, terutama rakyat Palestina yang berjuang, akan mencapai kemenangan."
Baca juga : Menlu Israel Tanggapi Kepergian Amerika dari Afghanistan
Dalam suatu posting di Twitter pada Minggu malam, anggota biro politik Hamas Musa Abu Marzouk menulis, "Hari ini Taliban menang setelah dulu dituduh keterbelakangan dan terorisme. Sekarang, Taliban lebih pintar dan lebih realistis. Ia telah menghadapi Amerika dan agen-agennya, menolak setengah solusi dengan mereka. Taliban tidak tertipu oleh slogan-slogan demokrasi dan pemilu serta janji-janji palsu. Ini adalah pelajaran bagi semua orang yang tertindas."
Baru-baru ini, Hamas merilis foto pertemuan antara pemimpinnya, Ismail Haniyeh, dan delegasi dari Taliban. Pertemuan itu dilaporkan berlangsung di kantor Taliban di Doha, Qatar, tempat Haniyeh bermarkas selama dua tahun terakhir.
Menurut seorang jurnalis Palestina di Jalur Gaza, delegasi Afghanistan mengucapkan selamat kepada pemimpin Hamas atas kemenangan kelompoknya dalam perang 11 hari dengan Israel, Mei lalu. Wartawan itu mengatakan dia mengharapkan peningkatan kerja sama antara Hamas dan Taliban setelah pembebasan Afghanistan.
Baca juga : Israel Hantam Rafah saat Perundingan Gencatan Senjata Berlangsung
"Kemenangan Taliban menguatkan kelompok perlawanan Palestina, termasuk Hamas," katanya. "Ini menunjukkan bahwa AS dan sekutunya dapat dikalahkan terlepas dari kemampuan militer mereka."
Beberapa warga Palestina turun ke media sosial untuk merayakan yang mereka gambarkan sebagai kekalahan AS di Afghanistan. Beberapa mem-posting komentar dan foto yang memberi selamat kepada para pahlawan Republik Islam Afghanistan atas pembebasan ibu kota, Kabul.
Anggota Komite Eksekutif PLO Ahmed Majdalani, di sisi lain, mencemooh mereka yang merayakan kemenangan Taliban. Majdalani mengatakan bahwa semua orang yang bersukacita atas kemenangan perlawanan atas imperialisme Amerika perlu diingatkan bahwa Taliban memasuki Kabul tanpa menghadapi perlawanan dari tentara Afghanistan sesuai dengan perjanjian Doha yang ditandatangani dengan Taliban tahun lalu mengenai penarikan pasukan AS dari Afghanistan.
Majdalani mengecam Taliban sebagai kekuatan gelap dan brutal yang menghasilkan ISIS dan Al-Qaeda dan segala bentuk ekstremisme dan terorisme. Dia mengatakan bahwa orang-orang Arab dan Muslim ialah yang pertama membayar harga untuk ekstremisme dan terorisme ini. (OL-14)
Setelah satu tahun ditahan tanpa dakwaan, peneliti bahasa AS Dennis Coyle akhirnya dibebaskan oleh Taliban.
Pakistan dan Afghanistan sepakat menghentikan sementara konflik maut demi menghormati Idul Fitri, menyusul serangan udara di Kabul yang menewaskan ratusan jiwa.
Tragedi berdarah terjadi saat Ramadan di Kabul. Serangan udara Pakistan mengenai RS Omid, menewaskan ratusan pasien yang sedang berbuka puasa dan salat.
Pakistan telah menyerang pusat rehabilitasi di ibu kota, sehingga mengakibatkan kematian dan luka-luka. Dia berjanji bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.
Sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul hancur akibat serangan udara. Taliban tuduh Pakistan sebagai pelakunya, sementara ketegangan lintas batas meningkat.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sebenarnya ingin bernegosiasi, meskipun tidak berani mengakuinya secara terbuka
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan maju ke meja perundingan dan memilih melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan Iran agar segera menerima kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
WFH adalah salah satu ‘aksi cepat’ yang dapat menghemat konsumsi BBM untuk sementara waktu.
Putra Mahkota Saudi MBS dilaporkan melobi Donald Trump untuk melanjutkan perang dan menggulingkan rezim Iran di tengah konflik Timur Tengah 2026 yang memanas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved