Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
AEMRIKA Serikat mengatakan terserah pasukan keamanan Afghanistan untuk mempertahankan negaranya. Pernyataan itu dikeluarkan setelah militan Taliban merebut ibu kota provinsi keenam pada Senin (9/8), bersama dengan kota-kota perbatasan dan rute perdagangan.
Presiden AS Joe Biden mengatakan, misi militer AS di Afghanistan akan berakhir pada 31 Agustus. Alasannya karena rakyat Afghanistan harus memutuskan masa depan mereka sendiri. Biden tidak akan menyerahkan generasi Amerika lainnya ke perang 20 tahun itu.
Taliban telah meningkatkan serangan mereka untuk mengalahkan pemerintah saat pasukan asing mundur. Pada Senin, mereka merebut Aybak, ibu kota Provinsi Samangan.
"Saat ini Taliban sedang berperang dengan pasukan Afghanistan untuk merebut markas polisi dan kompleks gubernur provinsi," kata Ziauddin Zia, seorang anggota parlemen di Aybak. "Beberapa bagian ibu kota telah jatuh ke tangan Taliban," ucapnya.
Pemberontak merebut tiga ibu kota provinsi selama akhir pekan - Zaranj di Provinsi Nimroz, Sar-e-Pul di provinsi dengan nama yang sama, dan Taloqan, di Provinsi Takhar. Mereka juga telah merebut ibu kota Provinsi Kunduz dan Lashkar Gah, ibu kota Provinsi Helmand.
Juru Bicara Pentagon John Kirby mengatakan Amerika Serikat sangat prihatin dengan pergerakan tersebut, tetapi pasukan keamanan Afghanistan memiliki kemampuan untuk memerangi kelompok pemberontak itu.
Baca Juga: Taliban Kuasai Kunduz, Jerman Tolak Kembali ke Afghanistan
Saat ditanya apa yang dapat dilakukan militer AS jika pasukan keamanan Afghanistan tidak melakukan perlawanan, Kirby mengatakan: "Tidak banyak".
Para pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan bahwa sementara militer telah memperingatkan Biden awal tahun ini bahwa ibu kota provinsi akan jatuh dengan adanya penarikan pasukan, mereka masih terkejut pada seberapa cepat beberapa dari wilayah itu diambil oleh Taliban.
Di sisi lain, UNICEF mengatakan 20 anak tewas dan 130 anak terluka di Provinsi Kandahar dalam 72 jam terakhir. "Kekejaman semakin meningkat dari hari ke hari," kata perwakilan UNICEF di Afghanistan Ludovic De Lys.
Saat berbicara kepada Al Jazeera TV pada hari Minggu, Juru Bicara Taliban Mohammad Naeem Wardak memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan intervensi lebih lanjut untuk mendukung pasukan pemerintah. (Straits Times/OL-13)
Baca Juga: Taliban Berhasil Rebut Ibu Kota Provinsi Keenam di Afghanistan
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
LEDAKAN langka di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Selasa (11/11) menewaskan 12 orang dan melukai 20 orang. Demikian disampaikan Rumah Sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan.
MANTAN Sekretaris Jenderal NATO dan Menteri Keuangan Norwegia saat ini, Jens Stoltenberg, menyebut penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebagai kekalahan terbesar NATO.
Gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang Afghanistan utara dekat Mazar-i-Sharif. Belum ada laporan korban.
Shehbaz menegaskan kembali bahwa Pakistan menginginkan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, tetapi terus menghadapi terorisme lintas batas yang berasal dari tanah Afghanistan.
Islamabad mengajukan agenda tunggal yang berfokus langsung pada pembongkaran jaringan teroris, terutama yang berafiliasi dengan faksi Gul Bahadur dan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).
Pertempuran darat sengit antara Afghanistan dan Pakistan terjadi setelah Pakistan menuntut Kabul mengendalikan kelompok militan yang meningkatkan serangan di Pakistan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved