Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TALIBAN merebut kendali penuh atas ibu kota provinsi lain di Afghanistan utara, Senin (9/8), kata pejabat lokal dan keamanan, sehari setelah kelompok pemberontak itu merebut tiga lainnya, termasuk Kota Kunduz yang strategis dan penting secara ekonomi.
Itu adalah ibu kota provinsi keenam yang jatuh dalam beberapa hari ketika pasukan Taliban, yang didorong oleh kepergian pasukan Amerika Serikat (AS) dari negara itu, telah mempercepat serangan mereka di seluruh Afghanistan.
Pertempuran di pinggiran Aybak, Ibu Kota Provinsi Samangan, dimulai Senin (9/8) pagi ketika Taliban menyerbu ke kota itu, setelah menggulingkan distrik terdekat dua hari sebelumnya.
Baca juga: Taliban Kuasai Kunduz, Jerman Tolak Kembali ke Afghanistan
Pada sore hari, sebagian besar kota berada di bawah kendali pemberontak dan sebagian besar pasukan pemerintah telah melarikan diri.
"Aybak jatuh ke tangan Taliban, dan semua pejabat dan pasukan keamanan mundur," kata Assadullah, petugas di markas besar polisi Samangan yang hanya menggunakan satu nama.
"Sekarang saya bersembunyi di kota," ucapnya.
Raaz Mohammad Mowahid, seorang anggota dewan provinsi Samangan, mengatakan kota itu telah jatuh tetapi tidak banyak pertempuran antara pasukan pemerintah dan Taliban.
"Pasukan keamanan mundur ke sebuah gunung di selatan," kata Mowahid.
Aybak terletak di jalan raya utama yang menghubungkan Kabul, ibu kota negara itu, ke provinsi-provinsi utara Afghanistan.
Jatuhnya kota itu berarti Taliban telah secara efektif mencengkeram sebagian besar Provinsi Balkh dan ibu kotanya yang sangat penting, Mazar-i-Sharif.
Nazir Ahamad, seorang penjual ponsel di kota itu, mengatakan Taliban telah merebut semua gedung pemerintah di Aybak dan toko-toko tutup.
Ratusan tahanan juga dibebaskan dari penjara. "Taliban masuk tanpa tembakan," katanya.
Adapun kontribusi jatuhnya kota itu pada Senin (9/8) adalah pembelotan seorang mantan anggota parlemen dan komandan milisi terkemuka yang bergabung dengan Taliban, membawa ratusan pejuang bersama mereka, menurut dua orang pejabat.
Langkah itu menyebarkan kepanikan di jajaran pasukan Afghanistan saat pejuang Taliban mendekat.
Ekspansi cepat kelompok pemberontak tersebut dan perebutan pusat-pusat kota penting di utara telah menempatkan pemerintah Afghanistan dalam posisi lemah.
Jalur pasokan ke pasukan pemerintah terputus, dan kota-kota dan distrik-distrik yang masih berada di bawah kendali pemerintah bahkan semakin terputus dan terisolasi.
Sekarang, pemerintah Afghanistan harus memutuskan apakah akan menyusun kembali pasukannya di sekitar wilayah yang dikuasainya - termasuk Kabul, yang bisa segera diserang - atau mencoba merebut kembali kota-kota yang telah jatuh ke tangan Taliban.
Pada Senin (9/8), pertempuran berlanjut di pinggiran Mazar-i-Sharif dan di dalam ibu kota provinsi Baghlan, provinsi penting lainnya di tenggara Samangan. (Straits Times/OL-1)
LEDAKAN langka di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Selasa (11/11) menewaskan 12 orang dan melukai 20 orang. Demikian disampaikan Rumah Sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan.
MANTAN Sekretaris Jenderal NATO dan Menteri Keuangan Norwegia saat ini, Jens Stoltenberg, menyebut penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebagai kekalahan terbesar NATO.
Gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang Afghanistan utara dekat Mazar-i-Sharif. Belum ada laporan korban.
Shehbaz menegaskan kembali bahwa Pakistan menginginkan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, tetapi terus menghadapi terorisme lintas batas yang berasal dari tanah Afghanistan.
Islamabad mengajukan agenda tunggal yang berfokus langsung pada pembongkaran jaringan teroris, terutama yang berafiliasi dengan faksi Gul Bahadur dan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).
Pertempuran darat sengit antara Afghanistan dan Pakistan terjadi setelah Pakistan menuntut Kabul mengendalikan kelompok militan yang meningkatkan serangan di Pakistan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved