Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) mulai mengusik dan membidik presiden terpilih Iran Ebrahim Raisi dengan mengungkap sejumlah isu.
'Negeri Paman Sam' melakukan tekanan terhadap Raisi yang dikenal sebagai ulama dan pejabat dari kelompok garis keras Iran.
AS, pada Senin (21/6), berjanji akan meminta pertanggungjawaban Presiden Iran yang baru-baru ini terpilih Ebrahim Raeisi atas potensi pelanggaran hak asasi manusia di bawah pengawasannya, ketika negosiasi tidak langsung berlanjut mengenai program nuklir Teheran.
Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki, mengatakan Presiden Joe Biden tidak memiliki rencana untuk duduk bersama presiden terpilih di tengah kemajuan yang berkelanjutan untuk mengembalikan Iran dan AS agar sepenuhnya mematuhi kesepakatan nuklir 2015 yang dibuat oleh kekuatan dunia dengan Republik Islam itu.
"Kami sangat mendesak pemerintah Iran, terlepas dari siapa yang berkuasa, untuk membebaskan tahanan politik, meningkatkan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan mendasar bagi semua warga Iran," kata Psaki.
"Karena kita berada di tengah-tengah diskusi ini setelah putaran keenam, sifat dan urutan yang tepat dari langkah-langkah terkait sanksi ini di Amerika Serikat yang perlu diambil untuk mencapai pengembalian bersama untuk mematuhi JCPOA adalah subjek pembicaraan dan diskusi," katanya.
"Kami tentu memahami seperti yang telah kami lihat di putaran terakhir dari negosiasi ini bahwa akan ada berbagai retorika untuk mengatasi kebutuhan politik di dalam negeri," ucapnya.
Pada Senin (21/6) sebelumnya, Iran mengatakan kesepakatan untuk menghidupkan kembali pakta itu berada dalam jangkauan dengan teks yang disepakati.
"Bukan tidak mungkin putaran pembicaraan berikutnya di Wina akan menjadi yang terakhir," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Habibzadeh.
"Kami telah mencapai teks yang jelas tentang semua masalah. Yang tersisa hanyalah semua pihak untuk membuat keputusan politik," ucapnya.
Pembicaraan putaran keenam antara Iran dan kekuatan dunia di Wina berakhir pada hari Minggu, ketika para delegasi kembali ke ibu kota masing-masing untuk konsultasi dan keputusan akhir.
Mantan Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik Washington dari perjanjian nuklir dengan Iran pada tahun 2018, dan melanjutkan untuk memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran yang dicabut berdasarkan perjanjian itu. (AA/Nur/OL-09)
Donald Trump kembali memicu polemik global dengan rencana negosiasi pengambilalihan Greenland. Mengapa pulau Arktik ini begitu penting bagi AS?
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PERDANA Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos bahwa Dewan Perdamaian Gaza menawarkan jalan keluar.
ANGKATAN Bersenjata Kanada membuat model untuk mempersiapkan kemungkinan invasi Amerika Serikat (AS) setelah Donald Trump mengatakan ingin mencaplok wilayahnya.
Menurutnya, sektor-sektor yang paling terdampak aksi jual bersih (net sell) yaitu yang sensitif terhadap siklus ekonomi seperti perbankan, properti, dan konsumer.
Amerika Serikat mewajibkan calon tentara setidaknya memiliki kartu izin tinggal permanen (Green Card) atau telah menjadi warga negara AS (US Citizen).
BANK sentral Iran tampaknya menggunakan sejumlah besar mata uang kripto yang didukung oleh politikus Inggris, Nigel Farage, yaitu stablecoin Tether.
EKOSISTEM aset digital Iran melampaui angka US$7,78 miliar atau sekitar Rp132 triliun pada 2025. Ini tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
DI tengah rezim Iran yang semakin terdesak, menghadapi tekanan luar biasa baik dari dalam maupun luar negeri, mata uang kripto muncul sebagai alternatif keuangan bagi banyak warganya.
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
Presiden AS Donald Trump menolak memberikan kepastian terkait langkah militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved