Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi memperingatkan bahwa Tokyo dapat membekukan semua bantuan ke Myanmar ketika junta militer terus menggunakan kekuatan mematikan terhadap penentang kudeta. Peringatan tersebut disampaikannya dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan pada Jumat.
Jepang adalah penyumbang utama bagi Myanmar, dan telah menangguhkan bantuan baru setelah militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi.
Tetapi Motegi, saat berbicara kepada surat kabar Nikkei, mengatakan pembekuan dapat diperluas. "Kami tidak ingin melakukan itu sama sekali, tetapi kami harus menyatakan dengan tegas bahwa akan sulit untuk melanjutkannya dalam keadaan seperti ini," katanya kepada surat kabar tersebut.
"Sebagai negara yang mendukung demokratisasi Myanmar dengan berbagai cara, dan sebagai sahabat, kita harus mewakili komunitas internasional dan menyampaikannya dengan jelas," tambahnya.
Baca juga: Lebih dari 800 Orang Tewas oleh Pasukan Keamanan Myanmar
Pada Maret, Jepang mengumumkan bahwa mereka menghentikan semua bantuan baru untuk Myanmar sebagai tanggapan atas kudeta tersebut, meskipun belum menjatuhkan sanksi individu pada komandan militer dan polisi yang dilakukan oleh beberapa negara lain.
Motegi mengatakan Jepang adalah penyedia bantuan ekonomi terbesar bagi Myanmar, dan Tokyo memiliki hubungan jangka panjang dengan militer negara itu.
Menurut Nikkei, Jepang memberikan $ 1,74 miliar dalam bantuan pembangunan ke Myanmar pada tahun fiskal 2019, lebih banyak daripada negara lain dengan angka yang diungkapkan. Angka bantuan Tiongkok tidak dipublikasikan.
Lebih dari 800 orang tewas di Myanmar dalam kerusuhan sejak militer menggulingkan Suu Kyi dalam kudeta pada 1 Februari. Seorang jurnalis Jepang yang ditangkap karena meliput kudeta dibebaskan minggu lalu dan kembali ke Tokyo.
Pembebasannya dilakukan ketika Jepang mengatakan telah menawarkan Myanmar $ 4 juta dalam bantuan darurat melalui Program Pangan Dunia.
Tokyo telah menyerukan pembebasan Suu Kyi dan pemulihan demokrasi, dan Motegi mengatakan kepada Nikkei bahwa Tokyo terus mengadakan dialog dengan junta. "Kami memiliki lebih banyak variasi jalur di Myanmar, termasuk dengan militer, daripada Eropa dan AS," katanya. (AFP/OL-4)
Kemendag menggandeng Organisasi Perdagangan Luar Negeri Jepang (Japan External Trade Organization/Jetro) guna mendorong produk lokal Indonesia menembus jaringan ritel Jepang.
RYLAN Henry Pribadi, cucu konglomerat Indonesia Henry Pribadi, meninggal dunia pada 7 Januari silam.
Jika Indonesia berada di Grup A bersama Korea Selatan, Irak, dan Kirgiztan, maka Tajikistan dan Jepang menghuni Grup C bersama Uzbekistan dan Australia.
ANGGOTA DPR RI Puti Guntur Soekarno Putri menyebut nilai-nilai Pancasila telah lama diadopsi oleh masyarakat Jepang menjadi filosofi dan standar moral.
Pertemuan momen libur Lebaran dan musim sakura berisiko memicu keterbatasan kursi pesawat.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) masih harus menganalisis terlebih dulu laporan dugaan penjualan senjata oleh pemerintah Indonesia ke Myanmar.
JUNTA Myanmar dituding membahayakan nyawa pemimpin sipil yang dipenjara, Aung San Suu Kyi. Hal ini diungkapkan partai politik Suu Kyi.
SEKJEN PBB Antonio Guterres menyampaikan pihaknya mendukung penuh inisiatif kepresidenan ASEAN dan 5 poin konsensus untuk menuntaskan krisis di Myanmar.
MALAYSIA telah menyerukan agar KTT ASEAN bisa memberikan tindakan tegas terhadap para jenderal Myanmar.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang masih harus dilakukan ASEAN untuk membantu mengatasi krisis Myanmar.
KELOMPOK masyarakat sipil yang bekerja di Myanmar telah mengkritik Kepala Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Martin Griffiths atas kunjungannya ke negara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved