Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan mutasi covid-19 yang muncul di India sebagai varian mengkhawatirkan. Ada beberapa informasi yang menunjukkan peningkatan penularan B.1.617, varian yang terdeteksi di India.
Selain itu, studi awal menunjukkan bahwa ada beberapa netralisasi yang berkurang, referensi pada kemungkinan bahwa vaksin covid-19 mungkin kurang efektif melawannya. "Karena itu, kami mengklasifikasikan ini sebagai varian mengkhawatirkan di tingkat global," ujar ilmuwan senior WHO Maria Van Kerkhove.
"Rincian lebih lanjut akan diberikan dalam pembaruan epidemiologi mingguan WHO pada Selasa,” tambahnya. Tiga mutasi lain yang menjadi perhatian WHO yaitu varian yang pertama kali terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.
WHO mengklasifikasikan varian covid-19 menjadi dua kategori yakni varian yang sedang ditinjau dan varian yang mengkhawatirkan. Varian yang terakhir lebih menular, sulit dikendalikan, atau menyebabkan penyakit yang lebih parah. "Tetapi belum ada bukti bahwa tes virus korona, obat-obatan atau vaksin kurang efektif terhadap varian di India," kata Van Kerkhove.
Kepala Ilmuwan WHO Soumya Swaminathan setuju dan mendorong pendekatan yang seimbang. "Apa yang kita ketahui sekarang yakni vaksin bekerja, diagnostik bekerja, perawatan yang sama yang digunakan untuk virus biasa bekerja," katanya kepada wartawan. "Jadi sebenarnya tidak perlu mengubah semua itu dan pada kenyataannya orang-orang harus melanjutkan dan mendapatkan vaksin apa pun yang tersedia untuk mereka dan yang memenuhi syarat untuk mereka," lanjutnya.
Para ahli menyoroti bahwa semakin banyak virus menyebar, semakin besar risiko virus menemukan kondisi ideal untuk bermutasi, menekankan bahwa segala sesuatu harus dilakukan untuk mengendalikan penularan. "Kami akan terus memperhatikan varian yang mengkhawatirkan di seluruh dunia dan kami harus melakukan segala yang kami bisa untuk benar-benar membatasi penyebarannya," kata Van Kerkhove.
Ratusan ribu orang telah terinfeksi virus korona setiap hari di India dan lebih dari 22,6 juta infeksi telah dilaporkan di negara itu sejak pandemi dimulai. Menurut WHO, jumlah infeksi baru menurun di sebagian besar wilayah dunia, termasuk Eropa dan Amerika. Namun, masih ada peningkatan tajam di Asia Selatan dan Asia Tenggara, menurut badan tersebut.
Secara terpisah pada hari Senin, kepala WHO mengkritik diplomasi vaksin dan mendesak negara-negara untuk bekerja sama guna mengakhiri pandemi. "Diplomasi vaksin bukanlah kerja sama," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan. "Kita tidak bisa mengalahkan pandemi ini melalui kompetisi," katanya. Tedros mengecam manuver geopolitik di saat hanya kerjasama yang jelas dan bersih dapat membantu. (Aljazeera/OL-14)
Startup India Sarvam AI mengejutkan dunia dengan Sarvam Vision dan Bulbul, model AI lokal yang mengungguli Google Gemini dan DeepSeek dalam OCR dan suara.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk meningkatakan kewaspadaan pencegahan virus nipah terutama saat bepergian ke negara-negara seperti India dan Banglades
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
INDIA mengutuk serangan bom bunuh diri di suatu masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya pada Jumat (6/2).
POLDA Bali mengungkap jaringan judi online internasional yang beroperasi di wilayah Bali.
Presiden AS Donald Trump resmi menurunkan tarif barang India menjadi 18%. Sebagai gantinya, PM Narendra Modi sepakat menghentikan pembelian minyak Rusia.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
DISEASE Outbreak News (DONs) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan resmi meninggalnya pasien akibat infeksi virus Nipah (NiV) di Banglades
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
BARU-baru ini outbreak virus Nipah menyebabkan kewaspadaan kesehatan di banyak negara Asia. Infeksi virus Nipah pada manusia menyebabkan berbagai gejala, kenali penularan dan pengobatannya
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved