Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
INDIA melaporkan lebih dari 300.000 kasus baru covid-19 pada Senin waktu setempat. Alhasil, total kasus positif covid-19 di negara itu hampir mencapai 20 juta orang.
Kalangan ilmuwan pun memperkirakan puncak infeksi covid-19 terjadi dalam beberapa hari mendatang. Dengan 368.147 kasus baru dalam 24 jam terakhir, total infeksi covid-19 i India mencapai 19,93 juta. Sementara itu, kasus kematian kematian akibat covid-19 naik 3.417 orang, sehingga totalnya menjadi 218.959 orang.
Pakar medis menilai angka kasus sebenarnya di seluruh negeri dengan populasi 1,35 miliar jiwa itu mungkin 5-10 kali lebih tinggi dari penghitungan resmi. Namun, Kementerian Kesehatan memberikan secercah harapan.
Baca juga: Kasus Covid-19 di India Melonjak, Bantuan Oksigen Berdatangan
Terdapat laporan bahwa kasus positif terhadap jumlah tes covid-19, relatif menurun untuk pertama kalinya sejak 15 April. Kasus covid-19 di India mungkin mencapai puncaknya pada 3-5 Mei. Itu berdasarkan model perhitungan tim ilmuwan yang memberikan masukan kepada pemerintah.
Rumah sakit terpantau over kapasitas. Pasokan oksigen pun menipis, berikut kamar mayat dan krematorium yang dibanjiri jenazah pasien covid-19.
Setidaknya 11 negara bagian dan wilayah persatuan telah memberlakukan pembatasan untuk membendung infeksi covid-19. Namun, pemerintahan Narendra Modi enggan memberlakukan penguncian nasional. Sebab, khawatir berdampak pada ekonomi nasional.
Baca juga: Narendra Modi Kalah dalam Pemilu di Benggala Barat
"Perintah tinggal di rumah secara nasional dan menyatakan keadaan darurat medis, akan membantu untuk mengatasi kebutuhan perawatan kesehatan saat ini," tutur Bhramar Mukherjee, epidemiolog dari University of Michigan dalam cuitan di akun Twitter.
Beberapa negara bagian telah menunda perluasan program vaksinasi covid-19, karena stok yang terbatas. Kementerian Kesehatan menyatakan negara bagian memiliki 10 juta stok vaksin. Adapun 2 juta stok vaksin covid-19 akan datang dalam tiga hari mendatang.
Meski menjadi produsen vaksin terbesar di dunia, India tidak memiliki stok vaksin untuk negaranya. Baru sekitar 9% penduduk India yang mendapatkan vaksin covid-19.(StraitsTimes/OL-11)

Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Epidemiolog sekaligus peneliti Global Health Security, Dicky Budiman, mengatakan bahwa sebetulnya hal tersebut tidak mengagetkan karena covid-19 kini sudah menjadi endemi.
Berikut adalah 8 langkah pencegahan Covid-19 yang perlu diterapkan masyarakat untuk memutus rantai penularan virus:
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan Surat Edaran pada 28 Mei lalu mengenai kewaspadaan lonjakan covid-19.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) dalam Surat Edaran mengenai kewaspadaan lonjakan covid-19 menyebut varian dominan yang beredar di Indonesia adalah MB.1.1.
PENGURUS IAKMI dr Iqbal Mochtar mengatakan peningkatan kasus covid-19 di berbagai negara, termasuk Indonesia, saat ini belum sampai pada level mengkhawatirkan.
"Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan dengan puncak wabah tahun ini,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved