Selasa 20 April 2021, 19:49 WIB

Kremasi Mayat tanpa Henti, Data Kematian Covid-19 India Diragukan

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Kremasi Mayat tanpa Henti, Data Kematian Covid-19 India Diragukan

AFP/Indranil Mukherjee.
Orang-orang melewati pemberitahuan bahwa Covishield, vaksin Covid-19 AstraZeneca-Oxford, sudah habis di Mumbai, Selasa (20/4).

 

TUNGKU gas dan kayu bakar di sebuah krematorium di negara bagian Gujarat, India barat, telah bekerja begitu lama tanpa jeda selama pandemi covid-19. Akibatnya, bagian logamnya mulai meleleh.

"Kami bekerja sepanjang waktu dengan kapasitas 100% untuk mengkremasi jenazah tepat waktu," kata Kamlesh Sailor, presiden kepercayaan yang menjalankan krematorium di kota Surat. Rumah sakit penuh dan persediaan oksigen serta obat-obatan terbatas dalam sistem kesehatan yang sudah rusak.

Beberapa kota besar melaporkan jumlah kremasi dan pemakaman yang jauh lebih besar di bawah protokol virus korona daripada jumlah kematian resmi covid-19, menurut petugas krematorium dan pemakaman, media, dan review data pemerintah. Kasus covid-19 harian India mundur dari level rekor pada Selasa tetapi tetap di atas angka 200.000 untuk hari keenam berturut-turut, dengan kasus meningkat sebesar 259.170 selama 24 jam terakhir.

Kematian naik mencapai 1.761 kasus, menurut data kementerian kesehatan. Secara resmi, hampir 180.000 orang India telah meninggal karena virus korona, 15.000 di antara korban itu terjadi dalam bulan ini saja, meskipun beberapa percaya jumlah sebenarnya mungkin lebih tinggi. Laporan media sosial dan surat kabar India dibanjiri dengan gambar-gambar mengerikan dari baris demi baris pembakaran kayu bakar dan krematorium yang tidak dapat diatasi.

Di negara bagian barat Gujarat, banyak krematorium di Surat, Rajkot, Jamnagar dan Ahmedabad beroperasi sepanjang waktu dengan tiga hingga empat kali lebih banyak jenazah dari biasanya. Di Surat, kota terbesar kedua di Gujarat, krematorium Kurukshetra Sailor dan krematorium kedua yang dikenal sebagai Umra telah mengkremasi lebih dari 100 jenazah sehari di bawah protokol covid-19 selama seminggu terakhir, jauh melebihi kasus kematian akibat virus korona harian resmi kota tersebut yang mencapai sekitar 25.

Prashant Kabrawala, seorang wali dari Narayan Trust, yang mengelola krematorium kota ketiga bernama Ashwinikumar, menolak untuk memberikan jumlah jenazah yang diterima di bawah protokol, tetapi mengatakan jumlah kremasi di sana telah meningkat tiga kali lipat dalam beberapa pekan terakhir.

"Saya telah secara teratur pergi ke krematorium sejak 1987 dan terlibat sehari-hari sejak 2005, tetapi saya belum melihat begitu banyak mayat datang untuk kremasi selama bertahun-tahun ini, bahkan selama wabah wabah pes pada 1994 dan banjir pada 2006," ujar Kabrawala. Rangka besi di dalam krematorium lain di Surat telah meleleh karena tidak ada waktu untuk mendinginkan tungku.

"Hingga bulan lalu kami mengkremasi 20 jenazah setiap hari. Tapi sejak awal April kami telah menangani lebih dari 80 jenazah setiap hari," kata seorang pejabat lokal di Krematorium Ramnath Ghela. (Aljazeera/OL-14)

Baca Juga

Prakash SINGH / AFP

Tsunami Kasus dan Kematian Baru Akibat Covid-19 Berlanjut di India

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 06 Mei 2021, 13:41 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan dalam laporan mingguan, India menjadi menyumbang hampir setengah dari kasus Covid-19 yang...
Foto/Courtesy Youtube

Australia Kecewa dengan Tiongkok yang Bekukan Pembicaraan Ekonomi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 06 Mei 2021, 13:16 WIB
Pada Kamis (6/5), Australia bereaksi dan menggambarkan keputusan Tiongkok untuk membekukan pembicaraan perdagangan bilateral reguler...
STR / AFP

AS Lacak Serpihan Roket Tiongkok yang Berpotensi Jatuh ke Bumi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 06 Mei 2021, 12:31 WIB
Benda sepanjang sekitar 30 meter ini diperkirakan akan jatuh kembali ke Bumi pada Sabtu (8/5) mendatang dan menjadi salah satu puing luar...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Citarum Mulai Harum

  Sudah tiga tahun Sungai Citarum dikeroyok. Sampah mulai berkurang, air terlihat lebih bersih.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya