Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken, pada Minggu (18/4), membela keputusan AS untuk menarik diri dari Afghanistan.
Blinken mengatakan ancaman teror telah berpindah ke tempat lain dan bahwa Washington perlu memfokuskan kembali sumber daya pada tantangan seperti Tiongkok dan pandemi.
Pekan lalu, Presiden AS Joe Biden mengumumkan bahwa AS akan menarik semua pasukan dari negara itu sebelum peringatan 20 tahun serangan 11 September tahun ini.
Penarikan tanpa syarat itu - empat bulan lebih lambat dari tenggat waktu yang disepakati dengan Taliban tahun lalu - terjadi meskipun ada kebuntuan dalam pembicaraan damai antara pemberontak dan pemerintah Afghanistan.
Kepala CIA William Burns dan jenderal AS termasuk mantan Panglima Angkatan Bersenjata David Petraeus berpendapat bahwa langkah tersebut dapat menjerumuskan negara itu lebih dalam ke dalam kekerasan dan membuat Amerika lebih rentan terhadap ancaman teror.
"Ancaman terorisme telah berpindah ke tempat lain. Dan kami memiliki hal lain yang sangat penting dalam agenda kami, termasuk hubungan dengan Tiongkok, termasuk menangani segala hal mulai dari perubahan iklim hingga Covid-19," kata Blinken kepada ABC's This Week. "Dan di situlah kami harus memfokuskan energi dan sumber daya kami," tambahnya.
Blinken bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani serta pejabat senior AS di Kabul pekan lalu dan menjelaskan kepada mereka tentang pengumuman Biden pada Rabu bahwa dia mengakhiri 'perang selamanya', yang dimulai sebagai tanggapan atas serangan 11 September 2001.
Blinken mengatakan kepada ABC bahwa Amerika Serikat telah mencapai tujuan yang ingin dicapainya. "Al-Qaeda telah terdegradasi secara signifikan. Kapasitasnya untuk melakukan serangan terhadap AS sekarang dari Afghanistan tidak ada," katanya.
Pentagon memiliki sekitar 2.500 pasukan di Afghanistan dari jumlah tertinggi lebih dari 100.000. Ribuan lagi bertugas sebagai bagian dari pasukan NATO yang berkekuatan 9.600 orang, yang akan ditarik pada saat bersamaan.
Blinken mengatakan, bagaimanapun, bahwa Washington akan dapat melihat setiap langkah Taliban 'secara real time' dan mengambil tindakan.
Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan mengatakan Amerika Serikat akan berusaha untuk mempertahankan kehadiran diplomatik dengan komponen keamanan setelah penarikan itu.
"Komunitas intelijen kami menjelaskan minggu ini bahwa kami akan mendapat peringatan berbulan-bulan sebelum Al-Qaeda atau (kelompok ISIS) bisa memiliki kemampuan merencanakan eksternal dari Afghanistan," kata Sullivan kepada Fox News Sunday. (CNA/Nur/OL-09)
Setelah satu tahun ditahan tanpa dakwaan, peneliti bahasa AS Dennis Coyle akhirnya dibebaskan oleh Taliban.
Pakistan dan Afghanistan sepakat menghentikan sementara konflik maut demi menghormati Idul Fitri, menyusul serangan udara di Kabul yang menewaskan ratusan jiwa.
Tragedi berdarah terjadi saat Ramadan di Kabul. Serangan udara Pakistan mengenai RS Omid, menewaskan ratusan pasien yang sedang berbuka puasa dan salat.
Pakistan telah menyerang pusat rehabilitasi di ibu kota, sehingga mengakibatkan kematian dan luka-luka. Dia berjanji bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja.
Sebuah pusat rehabilitasi narkoba di Kabul hancur akibat serangan udara. Taliban tuduh Pakistan sebagai pelakunya, sementara ketegangan lintas batas meningkat.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Kehadiran pasukan AS dengan kemampuan tempur darat di wilayah yang tengah dilanda konflik aktif menunjukkan kesiapan Washington.
Menlu AS Marco Rubio menyatakan bahwa tuntutan Iran agar Amerika mengakui kedaulatan Iran atas Selat Hormuz dalam perundingan yang sedang berlangsung tidak dapat diterima.
KOMITE penting di parlemen Iran menyetujui rencana penerapan tarif tol bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz. Ini menurut laporan media lokal pada Selasa (31/3).
Jangan-jangan, Trump sedang mencari cara mengakhiri perang tanpa dicap salah kalkulasi dan kalah perang?
PEJABAT Pemerintah Spanyol menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan wilayah udaranya bagi penerbangan terkait dengan perang yang melibatkan Iran.
MILITER Amerika Serikat tengah menyiapkan skenario operasi darat di Iran yang berpotensi berlangsung selama beberapa pekan. Namun masih menunggu keputusan Presiden AS Donald Trump.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved