Rabu 07 April 2021, 19:57 WIB

Menlu Rusia dan Pakistan Bicarakan Proses Perdamaian Afghanistan

Mediaindonesia.com | Internasional
Menlu Rusia dan Pakistan Bicarakan Proses Perdamaian Afghanistan

en.wikipedia.org
Afghanistan

 

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bertemu mitranya  dari Pakistan di Islamabad, Rabu (7/4), untuk membicarakan proses perdamaian Afghanistan yang mandek mengingat kedua negara memiliki sejarah keterlibatan yang panjang.

Kunjungan itu pertama kalinya dilakukan oleh seorang menlu Rusia dalam sembilan tahun terakhir, dan terjadi di saat sensitif bagi Afghanistan karena pembicaraan damai hanya mencatat kemajuan kecil sementara Amerika Serikat (AS) telah menetapkan tenggat waktu untuk menarik pasukannya dari negara itu. "(Pakistan dan Rusia) berbagi posisi yang sama dalam beberapa isu ... termasuk perdamaian dan stabilitas di Afghanistan," kata Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmoud Qureshi di Twitter setelah pertemuan mereka.

Kedua menteri juga membahas hubungan ekonomi, energi, dan kerja sama kontra terorisme, dan kemajuan proyek pipa gas besar.

Lavrov juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Imran Khan, kata Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam sebuah pernyataan.

Pada 1980-an, Pakistan dan AS adalah pendukung utama pejuang Islam yang berperang menduduki pasukan Soviet.

Sekarang, Rusia prihatin tentang ketidakstabilan Afghanistan yang meluas ke Asia tengah karena AS berusaha melepaskan diri dari perang di Afghanistan melawan Taliban, yang selama bertahun-tahun dituduh didukung oleh Pakistan---namun Pakistan membantahnya.

Rusia menjadi tuan rumah konferensi internasional tentang Afghanistan di Moskow bulan lalu di mana para peserta, termasuk AS, China dan Pakistan, mengeluarkan pernyataan yang menyerukan pihak Afghanistan yang bertikai untuk mencapai kesepakatan damai dan menahan kekerasan.

"Perhatian bersama (kami) adalah situasi di Afghanistan," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan pada Rabu, tentang kunjungan Lavrov ke Pakistan.

"Kami menantikan temuan awal dari solusi konstruktif untuk mengakhiri perang saudara di Republik Islam Afghanistan melalui kesepakatan tentang pembentukan pemerintahan inklusif dengan partisipasi gerakan Taliban," demikian keterangan tersebut.

AS menandatangani perjanjian dengan Taliban tahun lalu yang mengizinkannya untuk menarik pasukannya dengan imbalan jaminan Taliban untuk mencegah terorisme internasional.

Tetapi pertempuran antara pemerintah Afghanistan yang didukung AS dan Taliban masih berkecamuk.

AS mendorong pemerintah sementara Afghanistan antara kedua belah pihak saat tenggat waktu 1 Mei mendekat, untuk menarik pasukannya berdasarkan pakta tersebut.

Presiden AS Joe Biden mengatakan tenggat waktu itu akan sulit dipenuhi meskipun Taliban mengancam akan melakukan lebih banyak kekerasan jika tidak. (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP/Handout / NASA/JPL-CALTECH

Ingenuity Lakukan Penerbangan Kedua di Mars

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 23 April 2021, 05:59 WIB
Ingenuity mengudara selama 52 detik dan mencapai ketinggian 5...
AFP/Vadim Savitsky / Russian Defence Ministry

Rusia Tarik Pasukan dari Perbatasan Ukraina

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 23 April 2021, 05:45 WIB
Pengerahan itu terjadi dengan latar belakang bentrokan baru di wilayah timur Donetsk dan Luhansk yang dilanda konflik di...
AFP/Mahmud Hams.

Pemilu Palestina Gagal jika Israel Larang Warga Yerusalem Timur

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 23 April 2021, 00:57 WIB
Pemerintahnya telah dengan ketat membatasi aktivitas politik Palestina di kota itu menjelang hari pemungutan suara, menangkap kandidat, dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perburuan Gelar belum Usai

 Ancaman diskualifikasi dihindari karena tim yang tersisa urung ikut Liga Super Eropa

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya