Selasa 02 Maret 2021, 20:37 WIB

Huthi kembali Serang Saudi, Lima Warga Sipil Terluka

Mediaindonesia.com | Internasional
Huthi kembali Serang Saudi, Lima Warga Sipil Terluka

AFP/SPA/Ahmed Nureldine.
Kerusakan pada rumah di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, setelah serangan rudal oleh Huthi, Sabtu (27/2).

 

AMUNISI yang ditembakkan pemberontak Huthi Yaman melukai lima warga sipil di suatu desa perbatasan di selatan Arab Saudi. Media pemerintah setempat melaporkan itu, Selasa (2/3). Itu merupakan korban terbaru di pihak kerajaan dari tembakan lintas perbatasan.

Proyektil itu menghantam jalan umum di provinsi selatan Jizan pada Senin (1/3). Akibatnya, tiga warga Saudi dan dua warga Yaman terluka. Ini disampaikan pertahanan sipil Saudi seperti dikutip oleh kantor berita resmi SPA.

Dua rumah, satu toko kelontong, dan tiga kendaraan juga rusak. Kedutaan Besar AS di Riyadh mengutuk tembakan lintas batas itu dan meminta kaum Huthis untuk berhenti menyerang warga sipil tak berdosa dan terlibat dalam proses diplomatik untuk mengakhiri konflik ini.

Pemberontak tidak segera mengklaim bertanggung jawab. Pemberontak yang didukung Iran telah meningkatkan serangan terhadap kerajaan itu dalam beberapa pekan terakhir. Mereka meningkatkan serangan untuk merebut benteng terakhir Marib milik pemerintah Yaman yang didukung Saudi.

Pada Sabtu (27/2), ledakan keras mengguncang ibu kota Riyadh ketika koalisi yang dipimpin Saudi mengatakan itu merupakan penggagalan serangan rudal Huthi. Pecahan peluru pun menghujani rumah-rumah warga sipil.

Tidak ada korban yang dilaporkan tetapi setidaknya satu rumah sipil rusak, kata televisi pemerintah Al-Ekhbariya.

Secara terpisah, koalisi mengatakan pihaknya mencegat enam drone Huthi yang menargetkan kerajaan pada Sabtu, termasuk kota-kota selatan Khamis Mushait dan Jizan.

Perang saudara Yaman yang berlangsung selama enam tahun mengadu domba pemberontak yang didukung Iran melawan pemerintah yang diakui secara internasional dan didukung koalisi militer pimpinan Saudi.

Konflik parah itu merenggut puluhan ribu nyawa dan jutaan orang mengungsi, menurut organisasi internasional. Ini memicu yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Pada Senin, Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan tentang hukuman mati kepada Yaman akibat bantuan yang diperoleh hanya US$1,7 miliar (Rp24,3 triliun). Pertemuan negara-negara anggota menghasilkan bantuan kurang dari setengah target awal sebesar US$3,85 miliar yang dibutuhkan untuk mencegah kelaparan yang menghancurkan. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Handout / GERB Party Press Office

PM Bulgaria Pastikan tidak akan Mencalonkan Diri Lagi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 15 April 2021, 06:28 WIB
Borisov mengatakan dirinya akan mencalonkan Daniel Mitov, yang merupakan menteri luar negeri Bulgaria antara 2014 dan 2017, sebagai...
AFP/Don EMMERT

Otak Penipuan Finansial Terbesar dalam Sejarah Meninggal Dunia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 15 April 2021, 06:19 WIB
Pria asal New York itu divonis penjara 150 tahun pada 2009 karena memainkan skema piramida yang mengelabui ribuan orang do dunia dan meraup...
AFP/Andrew Harnik

Biden: Waktunya Mengakhiri Perang AS di Afghanistan

👤Widhoroso 🕔Kamis 15 April 2021, 03:45 WIB
PRESIDEN Amerika Serikat Joe Biden, Rabu (14/4) menyatakan saat inilah 'waktu untuk mengakhiri' perang terpanjang Amerika dengan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya