Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

MUI Desak Pemerintah RI Keluar dari Board of Peace Usai Serangan AS-Israel ke Iran

Ferdian Ananda Majni
01/3/2026 16:33
MUI Desak Pemerintah RI Keluar dari Board of Peace Usai Serangan AS-Israel ke Iran
Presiden Prabowo Subianto (kanan).(Biro Pers Sekretariat presiden.)

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk keluar dari Board of Peace (BoP). Desakan tersebut disampaikan menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2).

Dalam Tausiyah yang diterbitkan Minggu (1/3), MUI mempertanyakan peran Amerika Serikat yang dinilai memegang posisi sentral dalam pengelolaan konflik Palestina melalui BoP.

MUI menilai muncul pertanyaan mendasar apakah strategi tersebut benar-benar diarahkan untuk mewujudkan perdamaian yang adil atau justru memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengubur kemerdekaan Palestina.

"Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan kemerdekaan sejati di Palestina," demikian pernyataan MUI dikutip laman resminya, Minggu (1/3).

Tausiyah bernomor Kep-28/DP-MUI/III/2026 itu ditandatangani Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan.

MUI juga menyoroti tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang disebut melakukan serangan bersama Israel terhadap Iran hingga memicu perang regional yang melibatkan berbagai kekuatan, baik secara langsung maupun melalui proksi.

Selain sikap politik, MUI mengajak umat Islam di berbagai belahan dunia untuk memperbanyak qunut nazilah dan berdoa memohon pertolongan serta perlindungan Allah SWT bagi umat Muslim yang mengalami kesulitan, penindasan, atau musibah.

"MUI menyerukan kepada PBB dan OKI untuk langkah-langkah maksimal menghentikan perang dan menghormati hukum internasional. MUI berkeyakinan bahwa perang akan mendatangkan kemudhorotan global," tulis pernyataan tersebut.

Serangan Amerika dan Israel terhadap Iran juga dilaporkan menyebabkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. MUI menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut.

"MUI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebagai akibat serangan Israel-Amerika pada Sabtu (28/2). Kita menyampaikan inna ilaihi raji'un Sebagai syahada kita doakan semoga menjadi penghuni surga, Aamin," tulisnya.

MUI mengutuk serangan Israel yang didukung Amerika karena dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan serta amanat Pembukaan UUD 1945. "Yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," demikian bunyi poin kedua tausiyahnya.

Terkait serangan balasan Iran ke sejumlah negara Teluk yang disebut menyasar pangkalan militer, MUI menyatakan memahami tindakan tersebut sebagai respons atas serangan sebelumnya. Menurut MUI, langkah balasan itu dibenarkan dan dilindungi hukum internasional.

"Karena itu, untuk menghindari eskalasi yang lebih luas, maka Amerika dan Israel harus menghentikan serangan ke Iran karena serangan ini bertentangan dengan Pasal 2 (4) Deklarasi PBB," tulis MUI dalam poin ketiga tausiyahnya.

MUI menilai rangkaian serangan dan balasan tersebut merupakan eskalasi serius yang berpotensi menyeret Timur Tengah ke konflik terbuka yang lebih luas.

"Situasi ini tidak boleh dipandang sebagai insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar. Ini adalah tugas dan tanggung jawab semua negara untuk mewujudkan perdamaian agar dapat melakukan perlindungan maksimal terhadap warga sipil," tegasnya.

Lebih jauh, MUI menduga terdapat motif strategis di balik serangan tersebut, yakni upaya sistematis melemahkan posisi strategis Iran di kawasan sekaligus membatasi dukungannya terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Dalam konteks konflik Israel-Palestina, MUI mendorong berbagai negara untuk berperan sebagai juru damai guna menghentikan serangan militer yang berpotensi menjadi instrumen tekanan politik demi mengamankan dominasi regional Israel atas Palestina. (Fer/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya