Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kekecewaannya terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyusul pernyataan keras dari pemimpin tertinggi Iran itu yang dinilai penuh kebencian dan kebohongan.
Trump mengungkapkan bahwa ia sempat mempertimbangkan untuk meringankan sanksi terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir. Namun, niat itu langsung dibatalkan setelah mendengar pernyataan Khamenei.
"Selama beberapa hari, saya tengah mengupayakan kemungkinan penghapusan sanksi dan hal-hal lain yang bisa memberi Iran peluang besar untuk pulih secara cepat dan menyeluruh. Tapi kemudian saya menerima pernyataan penuh kemarahan, kebencian, dan kebohongan. Akibatnya, semua upaya keringanan sanksi langsung saya hentikan," ujar Trump dikutip dari Anadolu Agency.
Kemarahan Trump dipicu oleh ancaman Khamenei yang menyebut Iran akan menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan jika Washington kembali melancarkan serangan. Khamenei juga menyebut bahwa Iran telah menampar wajah Amerika dalam salah satu serangan balasan terhadap basis militer AS.
Tak hanya itu, Trump mengecam klaim Khamenei yang menyatakan telah memenangkan perang melawan Israel. Menurut Trump, pernyataan itu merupakan kebohongan besar.
"Kenapa sosok yang disebut 'Pemimpin Tertinggi', yang dikenal sebagai orang beriman, bisa begitu terang-terangan dan bodoh berbohong dengan mengatakan bahwa ia memenangkan perang dengan Israel? Ia tahu itu tidak benar," tegas Trump.
Trump juga membeberkan bahwa pada 22 Juni lalu, Amerika Serikat telah melancarkan serangan besar ke tiga fasilitas nuklir utama Iran di Fordo, Natanz, dan Isfahan. Serangan tersebut termasuk enam bom penembus bunker dan puluhan rudal jelajah yang ditembakkan dari kapal selam.
"Situs-situs nuklir jahat itu sudah dihancurkan," ujar Trump.
Trump menutup pernyataannya dengan sindiran terhadap sikap Iran yang dinilainya selalu penuh permusuhan. Ia mengajak Teheran untuk memilih jalan damai.
"Saya harap para pemimpin Iran sadar bahwa Anda sering mendapat lebih banyak dengan madu daripada dengan cuka," pungkasnya. (I-2)
ANCAMAN perdagangan Trump terhadap pemerintah Eropa terkait Greenland meningkatkan kemungkinan bahwa pemerintah Eropa akan mengurangi kepemilikan aset AS mereka.
PARA pemimpin Kristen senior di Jerusalem, Palestina, memperingatkan campur tangan pihak luar yang mengancam masa depan Kekristenan di Tanah Suci, khususnya Zionisme Kristen.
PARA penasihat Presiden AS tidak sabar menghadapi keberatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat mereka terus mendorong fase kedua dari rencana perdamaian Gaza.
DEWAN Perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya sebagai badan penjaga perdamaian internasional baru dan keanggotaan tetap tidak akan murah.
PEMERINTAHAN AS meminta negara-negara yang menginginkan tempat tetap di Dewan Perdamaian Gaza untuk menyumbang setidaknya US$1 miliar atau sekitar Rp17 triliun.
SERUAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kian gencar agar AS merebut atau memperoleh Greenland memicu gelombang kritik baru, termasuk dari kalangan Partai Republik sendiri.
IRAN menolak klaim pembenaran AS atas serangan Negeri Paman Sam terhadap fasilitas nuklir Iran yang disebut Washington sebagai pembelaan diri kolektif.
PRESIDEN AS Donald Trump melontarkan kecaman tajam terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, atas klaim bahwa Teheran memenangkan konflik 12 hari terakhir dengan Israel.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa dirinya mengetahui lokasi persembunyian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, selama konflik 12 hari dengan Israel.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim telah menyelamatkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dari kematian selama konflik dengan Israel.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump melampiaskan kemarahan kepada media pada Jumat (28/6) setelah ada laporan yang menyatakan dia memberikan bantuan kepada Iran.
Saat ditanya apakah AS akan melakukan serangan tambahan jika Iran kembali mengaktifkan program nuklirnya, Trump membenarkannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved