Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim telah menyelamatkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dari kematian selama konflik dengan Israel. Pernyataan ini menuai kecaman tajam dari pemerintah Iran yang menilai klaim tersebut tidak sopan dan tidak dapat diterima.
Kecaman disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui unggahan di platform X pada Sabtu (28/6). "Jika Presiden Trump sungguh-sungguh ingin mencapai kesepakatan, ia harus mengesampingkan nada tidak sopan dan tidak dapat diterima terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, dan berhenti menyakiti jutaan pendukungnya yang tulus," tegas Araghchi seperti dilansir AFP, Minggu (29/6).
Konflik antara Iran dan Israel telah berlangsung selama 12 hari sejak 13 Juni dan Amerika Serikat terlibat dengan melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran akhir pekan lalu.
Namun hingga kini belum ada kepastian seberapa besar dampak serangan tersebut terhadap program nuklir Iran.
Trump, dalam unggahannya di platform Truth Social, menyebut bahwa ia mengetahui lokasi persembunyian Khamenei dan mencegah pasukan AS maupun Israel untuk menghabisinya.
"Saya tahu persis di mana dia berlindung, dan tidak akan membiarkan Israel, atau Angkatan Bersenjata AS, yang sejauh ini merupakan yang Terhebat dan Terkuat di Dunia, mengakhiri hidupnya," tulisnya.
"Saya menyelamatkannya dari kematian yang sangat buruk dan memalukan dan dia tidak perlu berkata, 'Terima kasih presiden Trump!'," lanjut Trump dalam unggahan itu.
Trump juga mengeklaim bahwa ia berupaya mempertimbangkan pencabutan sanksi terhadap Iran yang menjadi salah satu tuntutan utama dari Teheran dalam beberapa tahun terakhir.
Namun, menurutnya, tanggapan dari Iran justru penuh dengan kritik. "Tetapi tidak, sebaliknya saya malah dihujani pernyataan kemarahan, kebencian, dan rasa jijik, dan segera menghentikan semua upaya untuk meringankan sanksi, dan lainnya," tulisnya lagi sambil mengajak Iran untuk kembali berunding.
Pemerintah Iran membantah bahwa mereka akan kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat, sekalipun Trump sebelumnya menyebut bahwa proses negosiasi akan dimulai kembali dalam waktu dekat.
Situasi ini menunjukkan ketegangan diplomatik yang terus berlanjut antara kedua negara, meskipun sempat tercapai gencatan senjata antara Iran dan Israel pada awal pekan ini. (I-2)
SEJUMLAH negara miskin sepakat menerima deportasi dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari kebijakan Presiden Donald Trump yang memperketat aturan terhadap migran ilegal.
PARA pakar hak asasi manusia PBB menyuarakan kekhawatiran, kemarin, atas laporan penghilangan paksa warga Palestina yang kelaparan mencari makanan di lokasi distribusi oleh GHF.
AS akan mengakhiri aturan bebas bea masuk untuk paket kecil senilai hingga US$800 mulai Jumat (29/8).
AS setujui penjualan 3.350 rudal ERAM ke Ukraina dengan nilai US$825 juta.
AS menjadi satu-satunya anggota Dewan Keamanan PBB yang menolak mengakui bencana kelaparan di Jalur Gaza, Palestina, merupakan krisis yang disebabkan ulah manusia.
Paus Leo XIV berbelasungkawa atas tragedi penembakan di Gereja Katolik Annunciation, Minneapolis, Amerika Serikat, yang menewaskan 2 anak.
IRAN menolak klaim pembenaran AS atas serangan Negeri Paman Sam terhadap fasilitas nuklir Iran yang disebut Washington sebagai pembelaan diri kolektif.
PRESIDEN AS Donald Trump melontarkan kecaman tajam terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, atas klaim bahwa Teheran memenangkan konflik 12 hari terakhir dengan Israel.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa dirinya mengetahui lokasi persembunyian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, selama konflik 12 hari dengan Israel.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump melampiaskan kemarahan kepada media pada Jumat (28/6) setelah ada laporan yang menyatakan dia memberikan bantuan kepada Iran.
Saat ditanya apakah AS akan melakukan serangan tambahan jika Iran kembali mengaktifkan program nuklirnya, Trump membenarkannya.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved