Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 15 orang dilaporkan tenggelam dalam insiden kapal terbalik di Libia. Ini merupakan peristiwa kapal karam kedua hanya dalam waktu lebih dari seminggu yang melibatkan warga pencari suaka ke Eropa. Juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) Safa Msehli mengatakan bahwa korban tewas berada di atas perahu karet yang membawa sedikitnya 110 orang, yang berangkat dari kota pesisir Libia, Zawiya pada Jumat.
Kapal mulai tenggelam pada Minggu (28/2) pagi dan penjaga pantai Libia berhasil menyelamatkan sedikitnya 95 orang, termasuk dua anak.
"Tragedi dan hilangnya nyawa yang seharusnya bisa dihindari terus berlanjut karena kebijakan diam dan tidak bertindak tetap berlangsung," kata Safa Msehli dalam sebuah unggahan di Twitter.
Msehli mengatakan, banyak korban menderita luka bakar akibat bahan bakar mesin dan hipotermia beberapa di antaranya dibawa ke rumah sakit.
Bangkai kapal hari Minggu adalah yang terbaru di sepanjang rute migrasi Mediterania Tengah. Pada Rabu, badan-badan internasional mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama setidaknya 41 orang telah tenggelam ketika kapal mereka terbalik di Libia pada 20 Februari. Kemudian pada Sabtu lalu, badan amal Jerman Sea-Watch mengatakan telah menyelamatkan hampir 150 orang di lepas pantai Libia dalam dua operasi.
Libia telah menjadi titik transit utama bagi orang-orang yang berharap untuk mencapai Eropa, setelah negara Afrika Utara itu terjun ke dalam konflik berdarah menyusul pemberontakan yang didukung NATO yang menggulingkan dan menewaskan pemimpin lama Muammar Gaddafi pada 2011.
Penyelundup sering membawa keluarga-keluarga yang putus asa dengan perahu karet yang tidak lengkap di Laut Mediterania. Menurut IOM, lebih dari 20.000 orang telah meninggal di Mediterania sejak 2014.
baca juga: Kapal Ocean Viking Selamatkan Ratusan Migran di Lepas Pantai Libia
Badan-badan internasional juga sering mengecam kembalinya orang-orang yang dicegat di laut ke Libia karena situasi kacau di negara itu serta kondisi yang buruk di pusat-pusat penahanan.
"Setidaknya 3.700 pria, wanita, dan anak-anak, telah dikembalikan ke (Libia) tahun ini," kata IOM pada hari Jumat.
"Sebagian besar dibawa ke tahanan, di mana kondisi yang sudah mengerikan terus memburuk,” tandasnya. (Aljazeera/OL-3)
Rusia kecam pembunuhan Seif al-Islam Khadafi. Kematian putra Muammar Khadafi ini dinilai mengancam rekonsiliasi dan stabilitas politik di Libia.
Saif al-Islam Gaddafi, putra paling berpengaruh dari Muammar Gaddafi, dilaporkan tewas di Zintan. Simak profil dan perjalanan politiknya dari calon pemimpin hingga buronan ICC.
Seif al-Islam Kadhafi, putra mantan pemimpin Libya, tewas dalam serangan di kediamannya.
Saif al-Islam Gaddafi, putra mantan pemimpin Libia Muammar Gaddafi, dilaporkan tewas tertembak.
Jet pribadi Dassault Falcon 50 menjadi sorotan usai kecelakaan di Ankara yang menewaskan Panglima Libia.
Pesawat Falcon 50 yang membawa Panglima Militer Libia, Jenderal Mohammed al-Haddad, jatuh di Turki setelah melaporkan gangguan listrik.
Tujuh imigran ilegal asal Tiongkok di perairan selatan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Mereka diamankan bersama tiga warga negara Indonesia asal Sulawesi Tenggara
SEJUMLAH negara miskin sepakat menerima deportasi dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari kebijakan Presiden Donald Trump yang memperketat aturan terhadap migran ilegal.
FEMA siapkan leih dari US$600 juta untuk negara bagian dan pemerintah lokal menahan imigran ilegal.
Polandia memberlakukan pemeriksaan tambahan di perbatasan Jerman dan Lithuania mulai awal pekan ini di tengah meningkatnya kecemasan gelombang imigran ilegal
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) RI mengungkapkan bahwa sudah ada 58 warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak operasi penindakan imigran di Amerika Serikat hingga saat ini.
PEMERINTAHAN Presiden Donald Trump tengah mendorong pelaksanaan deportasi massal dengan target ambisius yaitu mendeportasi satu juta imigran tanpa dokumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved