Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ini Spesifikasi Falcon 50, Jet Pribadi yang Ditumpangi Panglima Libia Sebelum Jatuh di Turki

Abi Rama
24/12/2025 07:00
Ini Spesifikasi Falcon 50, Jet Pribadi yang Ditumpangi Panglima Libia Sebelum Jatuh di Turki
Jet pribadi Dassault Falcon 50 menjadi sorotan usai kecelakaan di Ankara yang menewaskan Panglima Libia.(Monarch Airgroup)

PESAWAT jet pribadi jenis Dassault Falcon 50 menjadi sorotan setelah mengalami kecelakaan yang menewaskan Panglima Libya, Mohammed Ali Ahmed al-Haddad, Selasa (23/12) petang waktu setempat. Pesawat tersebut hilang kontak radio sekitar pukul 17.52 GMT, tak lama setelah lepas landas dari Bandara Esenboga, Ankara, pada pukul 17.10 GMT dengan tujuan Tripoli, Libya.

Puing-puing pesawat kemudian ditemukan di sekitar Desa Kesikkavak, Distrik Haymana, wilayah Ankara. Di dalam pesawat terdapat al-Haddad bersama empat orang lainnya, termasuk Panglima Pasukan Darat Libya, Direktur Otoritas Industri Militer Libya, seorang penasihat militer, dan seorang fotografer.

Falcon 50 dikenal sebagai jet pribadi jarak jauh kelas menengah buatan Dassault Aviation asal Prancis. Pesawat ini dirancang untuk mampu menempuh penerbangan lintas samudra tanpa henti. Hal itu menjadikannya jet bisnis pertama dalam keluarga Falcon yang sanggup menyeberangi Samudra Atlantik sesuai regulasi penerbangan sipil.

Pesawat Tiga Mesin untuk Penerbangan Jarak Jauh

Falcon 50 memiliki konfigurasi tiga mesin jet, berbeda dari kebanyakan jet bisnis yang umumnya bermesin dua. Desain ini ditujukan meningkatkan keandalan dan performa jarak jauh. Pesawat ini mampu terbang sejauh sekitar 5.830 kilometer dengan kecepatan maksimum sekitar 870 km/jam pada ketinggian jelajah 31.000 kaki.

Dari sisi ukuran, Falcon 50 memiliki rentang sayap 18,86 meter, panjang 18,52 meter, dan tinggi hampir 7 meter. Kabinnya dirancang cukup lapang untuk kelas jet bisnis, dengan tinggi kabin 1,8 meter dan lebar 1,86 meter, serta ruang bagasi sekitar 2,55 meter kubik.

Bobot dan Kapasitas

Berat kosong Falcon 50 sekitar 9,1 ton, dengan berat maksimum saat lepas landas mencapai 17,6 ton. Pesawat ini mampu membawa bahan bakar hingga sekitar 8.763 liter, yang mendukung kemampuannya melakukan penerbangan jarak jauh non-stop.

Falcon 50 juga dikenal sebagai pesawat sipil pertama yang menggunakan sayap superkritis, sebuah terobosan teknologi aerodinamika yang meningkatkan efisiensi bahan bakar dan performa jelajah. Teknologi sayap ini kemudian menjadi dasar bagi model Dassault berikutnya seperti Falcon 900 dan Falcon 2000.

Sebelum kecelakaan, al-Haddad diketahui baru menyelesaikan kunjungan resmi ke Turki dan bertemu dengan pejabat pertahanan Turki. Pesawat sempat mengajukan permintaan pendaratan darurat saat melintas di atas wilayah Haymana, tetapi kontak radio terputus.

Hingga kini, penyebab kecelakaan Falcon 50 yang membawa rombongan pejabat militer Libya tersebut masih belum diumumkan secara resmi dan tengah dalam penyelidikan otoritas Turki. (The Guardian/Wikipedia/Dassault Aviation/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya