Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI hari kelima operasi pencarian, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan komponen vital dari bangkai pesawat ATR yang jatuh di wilayah pegunungan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan. Dua perangkat kotak hitam (black box), yakni Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR), ditemukan pada Rabu (21/1) sekitar pukul 11.00 WITA.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengonfirmasi penemuan tersebut. Menurutnya, kedua perangkat ditemukan saat tim melakukan penyisiran lanjutan di sektor pencarian yang berfokus pada badan pesawat.
"Keduanya ditemukan di sekitar badan pesawat oleh tim SAR gabungan. Penemuan ini merupakan bagian krusial dalam rangkaian penanganan kecelakaan pesawat ini," ujar Arif dalam keterangan resminya di Makassar seperti disampaikan dalam siaran pers Basarnas.
Fungsi Vital FDR dan CVR
Arif merinci, FDR yang ditemukan berfungsi merekam parameter teknis penerbangan seperti ketinggian, kecepatan, arah, hingga kinerja mesin. Data ini akan menjadi kunci bagi otoritas untuk merekonstruksi kronologi teknis sebelum benturan terjadi.
Sementara itu, CVR akan memberikan gambaran mengenai situasi di dalam kokpit, termasuk komunikasi antarawak pesawat serta suara latar yang tertangkap selama penerbangan berlangsung. Secara teknis, kedua perangkat ini memang ditempatkan di bagian ekor pesawat karena area tersebut memiliki tingkat ketahanan benturan paling tinggi.
Serahkan ke KNKT
Pascapenemuan, prioritas utama tim adalah mengamankan perangkat tersebut sebelum diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Black box akan segera kami serahkan kepada KNKT yang memiliki wewenang untuk melakukan investigasi lanjutan sesuai prosedur yang berlaku," tambah Arif.
Meski kotak hitam telah ditemukan, operasi SAR belum berakhir. Tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di lokasi kejadian untuk fokus pada evakuasi dan pengamanan objek penting lainnya di medan pegunungan yang menantang tersebut. (B-3)
SETELAH hari keenam pencarian intensif, Tim SAR gabungan berhasil menemukan kedua black box pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh di Bulusaraung, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.
KNKT membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 hari untuk memeriksa black box pesawat Indonesia Air Transport tipe ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung
TIM SAR gabungan yang berada di lapangan telah menemukan empat komponen yang diduga merupakan black box pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan pada Sabtu (17/1) lalu.
TIM SAR gabungan mengonfirmasi keberadaan ekor pesawat ATR 42-500 dan akan segera mengevakuasi black box atau kotak hitam yang berada di bagian tersebut.
Di tengah proses evakuasi pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, istilah black box atau kotak hitam kembali menjadi pusat perhatian.
Peristiwa tersebut mengakibatkan 2 orang terhimpit di dalam kendaraan dan memerlukan bantuan evakuasi dengan penanganan khusus.
Pengiriman Tim SAR itu sebagai wujud kepedulian dan solidaritas lintas daerah terhadap musibah alam yang terjadi.
Ia mengatakan dua korban diduga tertimbun longsor saat bekerja di area pertanian/perkebunan dan jauh dari pemukiman penduduk.
Longsor dipicu oleh meningkatnya curah hujan yang terjadi sejak pagi hingga sore hari pada Senin (22/1) sekitar pukul 16.30 WITA, yang menyebabkan dua orang warga tertimbun.
TIM SAR gabungan menemukan dan mengevakuasi sembilan bagian tubuh (body part) korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved