Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM SAR gabungan yang berada di lapangan telah menemukan empat komponen yang diduga merupakan black box pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan pada Sabtu (17/1) lalu. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia (Kabasarnas) Marsekal Madya Muhammad Syafii.
Meski demikian, Syafii menegaskan bahwa pihaknya tidak berwenang untuk menyatakan kepastian tersebut secara resmi.
"Selaku Kabasarnas, saya ingin menjelaskan kepada rekan-rekan media. Saya sampaikan benar bahwa ada empat komponen dari pesawat yang ditemukan dan diduga itu adalah black box. Tapi secara resmi, yang memiliki kewenangan untuk mendeklarasikan bahwa itu black box adalah KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi)," tegas Syafii, Rabu (21/1).
Ia menjelaskan bahwa meski dirinya seorang penerbang, validasi akhir terhadap fungsi dan keaslian black box harus melalui prosedur otoritatif KNKT.
"Kabasarnas betul seorang penerbang, tapi tidak memiliki kewenangan untuk men-declare tentang itu," jelas Syafii.
Syafii menambahkan bahwa black box yang dimaksud sebenarnya terdiri dari dua perangkat krusial, yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam percakapan di kokpit, dan Flight Data Recorder (FDR) yang mencatat seluruh parameter penerbangan.
"Dan mudah-mudahan itu bisa nanti menjadi dasar bagi KNKT untuk mengungkap kenapa terjadi kecelakaan itu," harap Syafii.
Selain black box, Syafii juga mengungkap bahwa tim telah menemukan sangat banyak serpihan badan pesawat (body part) di lokasi yang sulit dijangkau tersebut. Namun, prioritas utama operasi tetap pada pencarian dan evakuasi korban.
"Tidak semuanya bisa kita angkat karena memang prioritas kita melaksanakan operasi ini adalah pencarian terhadap korban," jelasnya.
Proses pengangkatan serpihan pesawat dilakukan secara selektif berdasarkan rekomendasi KNKT.
"Sambil kalau menemukan body part-body part pesawat yang sekiranya setelah kita konfirmasi kepada KNKT itu menjadi hal yang penting, saat itu kita kumpulkan dan kita angkat untuk nanti kita serahkan ke KNKT," pungkas Syafii. (LN/E-4)
SETELAH hari keenam pencarian intensif, Tim SAR gabungan berhasil menemukan kedua black box pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh di Bulusaraung, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.
KNKT membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 10 hari untuk memeriksa black box pesawat Indonesia Air Transport tipe ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung
Tim SAR temukan FDR dan CVR pesawat jatuh di Maros-Pangkep, Sulsel, Rabu (21/1). Data kotak hitam segera diserahkan ke KNKT untuk investigasi penyebab kecelakaan.
TIM SAR gabungan mengonfirmasi keberadaan ekor pesawat ATR 42-500 dan akan segera mengevakuasi black box atau kotak hitam yang berada di bagian tersebut.
Di tengah proses evakuasi pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, istilah black box atau kotak hitam kembali menjadi pusat perhatian.
SETELAH hari keenam pencarian intensif, Tim SAR gabungan berhasil menemukan kedua black box pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh di Bulusaraung, Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.
TIM SAR gabungan mengonfirmasi keberadaan ekor pesawat ATR 42-500 dan akan segera mengevakuasi black box atau kotak hitam yang berada di bagian tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved