Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Empat Komponen Diduga Black Box Berhasil Dievakuasi, Segera Diserahkan ke KNKT untuk Identifikasi

Lina Herlina
21/1/2026 19:22
Empat Komponen Diduga Black Box Berhasil Dievakuasi, Segera Diserahkan ke KNKT untuk Identifikasi
Tim SAR Gabungan menemukan komponen black boc pesawat ATR 42-500.(MI/Lina Herlina)

TIM SAR gabungan yang berada di lapangan telah menemukan empat komponen yang diduga merupakan black box pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan pada Sabtu (17/1) lalu. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia (Kabasarnas) Marsekal Madya Muhammad Syafii.

Meski demikian, Syafii menegaskan bahwa pihaknya tidak berwenang untuk menyatakan kepastian tersebut secara resmi.

"Selaku Kabasarnas, saya ingin menjelaskan kepada rekan-rekan media. Saya sampaikan benar bahwa ada empat komponen dari pesawat yang ditemukan dan diduga itu adalah black box. Tapi secara resmi, yang memiliki kewenangan untuk mendeklarasikan bahwa itu black box adalah KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi)," tegas Syafii, Rabu (21/1).

Ia menjelaskan bahwa meski dirinya seorang penerbang, validasi akhir terhadap fungsi dan keaslian black box harus melalui prosedur otoritatif KNKT. 

"Kabasarnas betul seorang penerbang, tapi tidak memiliki kewenangan untuk men-declare tentang itu," jelas Syafii.

Dua Jenis Perangkat Penting

Syafii menambahkan bahwa black box yang dimaksud sebenarnya terdiri dari dua perangkat krusial, yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam percakapan di kokpit, dan Flight Data Recorder (FDR) yang mencatat seluruh parameter penerbangan.

"Dan mudah-mudahan itu bisa nanti menjadi dasar bagi KNKT untuk mengungkap kenapa terjadi kecelakaan itu," harap Syafii.

Fokus Utama Tim Evakuasi Korban

Selain black box, Syafii juga mengungkap bahwa tim telah menemukan sangat banyak serpihan badan pesawat (body part) di lokasi yang sulit dijangkau tersebut. Namun, prioritas utama operasi tetap pada pencarian dan evakuasi korban.

"Tidak semuanya bisa kita angkat karena memang prioritas kita melaksanakan operasi ini adalah pencarian terhadap korban," jelasnya.

Proses pengangkatan serpihan pesawat dilakukan secara selektif berdasarkan rekomendasi KNKT. 

"Sambil kalau menemukan body part-body part pesawat yang sekiranya setelah kita konfirmasi kepada KNKT itu menjadi hal yang penting, saat itu kita kumpulkan dan kita angkat untuk nanti kita serahkan ke KNKT," pungkas Syafii. (LN/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya