Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Polisi Tangkap 7 Imigran Ilegal Asal Tiongkok di Perairan Selatan Pulau Rote

Palce Amalo
28/10/2025 20:19
Polisi Tangkap 7 Imigran Ilegal Asal Tiongkok di Perairan Selatan Pulau Rote
Polisi Tangkap Tujuh Imigran Ilegal Asal China di Perairan Selatan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur(Dok. Polres Rote Ndao)

POLISI menangkap tujuh imigran ilegal asal Tiongkok di perairan selatan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Mereka diamankan bersama tiga warga negara Indonesia asal Sulawesi Tenggara di atas kapal tanpa nama yang lego jangkar di perairan Desa Dalek Esa, Kecamatan Rote Barat Daya, Minggu (26/10).

Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, Selasa (28/10), mengatakan penangkapan bermula dari laporan nelayan yang mencurigai sebuah kapal putih berlabuh dengan mesin masih menyala namun tanpa aktivitas awak di sekitar Pulau Ndana sekitar pukul 16.00 Wita.

Salah satu nelayan, Muhidin, segera melaporkan temuan itu kepada Bhabinkamtibmas Bripka Edy Suryadi. Setelah berkoordinasi, aparat dan nelayan menggiring kapal tersebut ke Pelabuhan Oebou, Kecamatan Rote Barat Daya. Kapal tiba sekitar pukul 17.00 Wita.

Kapolsek Rote Barat Daya, Ipda Godfried E.S. Mail, bersama personel Polsek dan Polres langsung mengamankan tujuh warga negara Tiongkok dan tiga ABK asal Indonesia. Ketujuh WNA itu diduga hendak diselundupkan ke Australia. Mereka adalah Lin Wen Song (34), Chen Xiao Bin (46), Lin Sheng Jin (39), Zheng Juandi (42), Hongchang Xing (46), Zheng Zu Yun (48), dan Song Yu (35).

Tiga ABK WNI yang turut diamankan masing-masing Aco (22), Jusman (32), dan Indra (46), seluruhnya berasal dari Desa Pasipadanga, Kecamatan Maginti, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara.

Kapolres Mardiono memimpin langsung evakuasi para WNA dan ABK ke Mapolres Rote Ndao menggunakan truk Dalmas dan mobil Patwal Ranger.

“Tiga WNI akan diperiksa secara intensif, sementara tujuh WNA asal Tiongkok akan kami koordinasikan dengan pihak Imigrasi Kupang untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.

Ia mengapresiasi peran masyarakat yang cepat melapor. “Kolaborasi masyarakat dan kepolisian sangat penting agar penegakan hukum di laut berjalan cepat dan tepat,” kata Mardiono.

Hingga Selasa malam, polisi masih menyelidiki tujuan pelayaran kapal tersebut dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam penyelundupan imigran ilegal ini. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya