Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEIF al-Islam Kadhafi, putra mendiang penguasa lama Libya, Muammar Kadhafi, dilaporkan tewas pada Selasa (3/2) waktu setempat. Ia tewas setelah sekelompok pria bersenjata menyerbu kediamannya di Zintan, wilayah barat Libya.
Kabar duka ini dikonfirmasi pengacara Prancis-nya, Marcel Ceccaldi. "Dia terbunuh hari ini pukul 14.00 (12.00 GMT)... di Zintan di rumahnya oleh empat orang komando," ujar Ceccaldi kepada AFP.
Penasihat Seif al-Islam, Abdullah Othman Abdurrahim, mengungkapkan detail mengerikan dalam wawancara dengan saluran televisi Al-Ahrar Libya. Ia menyebutkan empat pria tak dikenal menyerbu rumah tersebut, "melumpuhkan kamera pengawas, lalu mengeksekusinya." Hingga kini, identitas maupun motif para pelaku masih menjadi misteri.
Ceccaldi mengungkapkan masalah keamanan sebenarnya sudah tercium beberapa hari sebelumnya. Seorang rekan dekat sempat memperingatkan adanya ancaman terhadap nyawa Seif al-Islam.
"Sedemikian rupa sehingga kepala suku (Kadhafi) telah menelepon Seif dan memberitahunya 'Saya akan mengirimkan orang untuk memastikan keamananmu'. Namun, Seif menolak," ungkap Ceccaldi. Selama ini, Seif al-Islam memang dikenal sering berpindah tempat untuk menjaga kerahasiaan lokasinya.
Seif al-Islam, 53, sempat dipandang sebagai calon penerus ayahnya. Meski tidak memiliki posisi resmi di pemerintahan, ia kerap disebut sebagai perdana menteri de facto Libya yang mempromosikan citra moderat dan reformis sebelum revolusi Arab Spring 2011. Namun, reputasi tersebut hancur ketika ia menjanjikan "sungai darah" untuk menumpas pemberontakan kala itu.
Pasca-jatuhnya rezim ayahnya, ia menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan. Meskipun sempat dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Tripoli pada 2015, ia kemudian mendapatkan amnesti. Pada 2021, ia kembali muncul ke panggung politik dengan mencalonkan diri sebagai presiden, meski pemilu tersebut akhirnya ditunda tanpa batas waktu.
Kematian Seif al-Islam diprediksi akan mengubah dinamika politik di negara yang masih terbagi antara pemerintah dukungan PBB di Tripoli dan administrasi timur pimpinan Haftar. Pakar Libia, Emadeddin Badi, menyebut kematian ini kemungkinan akan menjadikan Seif sebagai "martir" bagi sebagian penduduk.
"Pencalonannya dan potensi keberhasilannya telah menjadi titik perdebatan utama," tulis Badi di platform X.
Mantan juru bicara Muammar Kadhafi, Moussa Ibrahim, turut menyampaikan duka mendalam. "Mereka membunuhnya dengan khianat. Dia menginginkan Libia yang bersatu, berdaulat, dan aman bagi seluruh rakyatnya. Saya berbicara dengannya dua hari lalu. Dia tidak membicarakan apa pun kecuali Libia yang damai dan keselamatan rakyatnya," tulisnya. (AFP/Z-2)
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada pelaku pembunuhan gajah yang ditemukan mati dalam kondisi dimutilasi.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan ini telah direncanakan secara matang.
KEPOLISIAN Sektor Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus perang kelompok yang merenggut nyawa seorang warga saat berusaha melerai.
Saif al-Islam Gaddafi, putra paling berpengaruh dari Muammar Gaddafi, dilaporkan tewas di Zintan. Simak profil dan perjalanan politiknya dari calon pemimpin hingga buronan ICC.
Saif al-Islam Gaddafi, putra mantan pemimpin Libia Muammar Gaddafi, dilaporkan tewas tertembak.
Rusia kecam pembunuhan Seif al-Islam Khadafi. Kematian putra Muammar Khadafi ini dinilai mengancam rekonsiliasi dan stabilitas politik di Libia.
Saif al-Islam Gaddafi, putra paling berpengaruh dari Muammar Gaddafi, dilaporkan tewas di Zintan. Simak profil dan perjalanan politiknya dari calon pemimpin hingga buronan ICC.
Saif al-Islam Gaddafi, putra mantan pemimpin Libia Muammar Gaddafi, dilaporkan tewas tertembak.
Jet pribadi Dassault Falcon 50 menjadi sorotan usai kecelakaan di Ankara yang menewaskan Panglima Libia.
Pesawat Falcon 50 yang membawa Panglima Militer Libia, Jenderal Mohammed al-Haddad, jatuh di Turki setelah melaporkan gangguan listrik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved