Rabu 24 Februari 2021, 14:15 WIB

Bunuh Jurnalis Daphne, Seorang Pria Dihukum 15 Tahun Penjara

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Bunuh Jurnalis Daphne, Seorang Pria Dihukum 15 Tahun Penjara

Ilustrasi
Pembunuhan terhadap jurnalis

 

VINCENT Muscat dijatuhi hukuman penjara selama 15 tahun usai mengaku bersalah atas pembunuhan reporter Daphne Caruana Galizia di Malta.

Muscat mengubah pengakuannya menjadi bersalah pada Selasa (23/2) dan segera dijatuhi hukuman di ruang sidang di ibu kota Valletta.

Caruana Galizia jurnalis investigasi yang khusus menyelidiki korupsi, tewas akibat ledakan bom saat mengemudi pada Oktober 2017.

Proses hukum terhadap dua bersaudara Alfred dan George Degiorgio, yang bersikeras bahwa mereka tidak bersalah, akan dilanjutkan. Orang keempat, pengusaha hotel Yorgen Fenech, didakwa secara terpisah.

Baca juga : AstraZeneca Hanya Kirim Setengah dari Target Pasokan Vaksin ke UE

Saat perkembangan terbuka, polisi menangkap tiga pria yang diyakini telah memasok perangkat yang membunuh Caruana Galizia. Mereka akan dituntut di pengadilan dalam beberapa hari mendatang.

Pembunuhan Caruana Galizia menimbulkan seruan internasional untuk meminta pertanggungjawaban, karena laporan investigasinya menargetkan pemerintahan Perdana Menteri Joseph Muscat saat itu dengan klaim bahwa korupsi ada di mana-mana dalam lingkaran politik dan bisnis di negara itu.

Joseph Muscat, yang tidak terkait dengan tersangka, mengundurkan diri tahun lalu setelah skandal tersebut. (Independent/OL-2)

 

Baca Juga

theloadstar.com

Kekacauan Perdagangan Global Inggris Kehilangan Pasar Tiga Negara

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Maret 2021, 22:40 WIB
Inggris berkinerja sangat buruk karena stagnasi jangka panjang dalam pertumbuhan...
AFP

Dua Pengunjuk Rasa Myanmar Tewas dengan Luka Tembak di Kepala

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 08 Maret 2021, 22:34 WIB
Saksi mata mengatakan, mereka ikut serta dalam protes ketika polisi menembakkan granat kejut dan gas air...
coconuts.co

Hong Kong Perluas Penerima Vaksinasi Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Maret 2021, 22:15 WIB
Perluasan program vaksinasi itu dilakukan pemerintah Hong Kong karena kekhawatiran tumbuh atas serangkaian reaksi merugikan setelah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya