Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Jerman Heiko Maas, Rabu (6/1), meminta para pendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk berhenti menodai demokrasi setelah mereka menyebu gedung Capitol di Washington DC karena marah dengan kekalahan Trump di pemilu AS.
"Trump dan para pendukungnya harus menerima hasil pilihan warga AS dan berhenti menodai demokrasi," cicit Maas.
"Musuh-musuh demokrasi akan berbahagia melihat apa yang terjadi di Washington DC," imbuhnya.
Baca juga: Pengusaha Tuding Trump Bertanggung Jawab Atas Kerusuhan di Capitol
Menteri Keuangan Jerman Olfa Scholz, yang juga menjabat wakil kanselir, juga mengecam insiden di Washington.
"Ini adalah serangan yang tidak bisa diterima terhadap demokrasi," cicitnya sembari menambahkan bahwa Trump sukses memecah belah AS.
Scholz menambahkan bahwa Joe Biden memiliki tugas berat untuk menyatukan kembali warga AS. (AFP/OL-1)
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Presiden Prabowo Subianto tegaskan Indonesia siap keluar dari Board of Peace (BoP) jika tidak menguntungkan kepentingan nasional dan perjuangan Palestina
Presiden AS Donald Trump mendorong sekutu Amerika Serikat mengambil peran di Selat Hormuz.
Trump membantah keterlibatan AS dalam serangan ke ladang gas Iran, meski Israel klaim koordinasi. Eskalasi konflik picu ancaman Iran dan lonjakan harga minyak dunia.
Donald Trump menyatakan Israel akan menghentikan serangan ke ladang gas South Pars Iran. AS menegaskan tidak terlibat dan memperingatkan Iran terkait potensi eskalasi.
FBI selidiki Joe Kent terkait dugaan kebocoran informasi rahasia. Kent sebut pembunuhan Ali Khamenei oleh AS-Israel adalah kesalahan fatal.
Menteri tersebut menggemakan pernyataan Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik di Timur Tengah “bukan perang Jerman.”
Merz juga menegaskan kembali penolakannya untuk mengirim kapal perang Jerman ke Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
Jerman pastikan tidak bergabung dalam misi militer di Selat Hormuz. Menlu Johann Wadephul tegaskan Berlin pilih solusi negosiasi ketimbang keterlibatan tempur.
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
Obligasi pemerintah Inggris telah mengalami kenaikan yang cukup dramatis sejak krisis ini dimulai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved