Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN meluncurkan fase pertama uji klinis vaksin yang dikembangkan di Republik Islam, negara di kawasan yang paling terpukul oleh pandemi. Vaksin pertama melawan virus korona, yang dikembangkan oleh para peneliti Iran, telah diluncurkan dengan menyuntikkan tiga orang.
Televisi pemerintah melaporkan hal itu, Selasa (29/12). Virus korona baru telah menewaskan hampir 55.000 dari lebih dari 1,2 juta orang yang terinfeksi di Iran, menurut data kementerian kesehatan.
Iran menuduh musuh bebuyutan Amerika Serikat menghambat aksesnya ke vaksin melalui rezim sanksi yang keras. Makanan dan obat-obatan secara teknis dikecualikan, tapi bank internasional cenderung menolak transaksi yang melibatkan Iran.
Presiden Hassan Rouhani pada Sabtu mengatakan Washington telah menuntut agar Teheran membayar obat-obatan itu melalui bank AS. Tapi dia khawatir Amerika Serikat akan menyita uang itu.
Televisi pemerintah pada Selasa menyiarkan gambar pada peluncuran uji coba yang menunjukkan dua pria dan satu wanita menerima suntikan di hadapan menteri kesehatan dan wakil presiden Iran yang bertanggung jawab atas sains dan teknologi.
Dikatakan proyek vaksin itu didanai oleh konglomerat yang dikelola negara yang presidennya ditunjuk oleh pemimpin tertinggi Iran, yang disebut Eksekusi Perintah Imam Khomeini atau EIKO.
Laporan TV pemerintah mengatakan tiga relawan itu ialah putri presiden EIKO dan dua pejabat tinggi konglomerat.
Vaksin itu akan diberikan kepada 56 sukarelawan dalam dua dosis terpisah untuk dua minggu, menurut Iribnews, situs televisi pemerintah, mengutip seseorang yang bertanggung jawab mengembangkan obat tersebut.
Hasilnya akan diumumkan 28 hari setelah injeksi kedua.
"Vaksin Iran lain, yang dikembangkan di Institut Razi, akan menerima otorisasi untuk memulai uji coba pada manusia dalam waktu yang sangat dekat," kata Menteri Kesehatan Saeed Namaki.
Namaki awal bulan ini mengatakan Iran telah membeli sebelumnya sekitar 16,8 juta dosis vaksin melalui Covax, mekanisme distribusi yang adil dari vaksin yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia PBB. (AFP/OL-14)
Pemerintahan Trump bersiap menarik seluruh pasukan AS dari Suriah dalam beberapa bulan ke depan. Fokus militer kini bergeser ke arah ketegangan yang memuncak dengan Iran.
Militer AS dilaporkan siap melancarkan serangan ke Iran paling cepat akhir pekan ini. Di tengah mobilisasi jet tempur dan kapal induk, Donald Trump masih menimbang opsi.
Ayatollah Khamenei remehkan ancaman militer AS dan tegaskan kedaulatan nuklir Iran sebagai hak yang tak bisa diganggu gugat di tengah ketegangan dengan Trump.
KETEGANGAN antara Iran dan Amerika Serikat memanas setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, memperingatkan bahwa kapal perang AS bisa dikirim ke dasar laut selama perundingan nuklir
IRAN menyatakan bahwa sikap Amerika Serikat (AS) terkait nuklirnya menunjukkan perubahan ke arah yang lebih realistis, sehari menjelang putaran kedua perundingan
CITRA satelit mengungkap keberadaan kapal induk AS USS Abraham Lincoln di Laut Arab, 700 kilometer dari Iran,menjelang putaran baru perundingan nuklir antara Iran dan AS
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Program vaksinasi PMK juga dilakukan secara serentak dalam dua periode secara nasional.
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved