Selasa 01 Desember 2020, 02:15 WIB

Kelompok Palestina Tuding Israel dan AS Bunuh Ilmuwan Nuklir Iran

Mediaindonesia.com | Internasional
Kelompok Palestina Tuding Israel dan AS Bunuh Ilmuwan Nuklir Iran

AFP/Khamenei.IR
.

 

SEJUMLAH kelompok Palestina, yang menganggap Israel dan Amerika Serikat bertanggung jawab, mengutuk pembunuhan ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh, di luar Teheran pada Jumat (27/11).

Otoritas Palestina, sementara itu, tidak mengomentari pembunuhan tersebut. Hubungan antara Ramallah dan Teheran tegang karena dukungan berkelanjutan Iran untuk Hamas dan kelompok Palestina lain.

Mengutip dari The Jerusalem Post, Sabtu (28/11), Hamas mengatakan bahwa pembunuhan itu sejalan dengan ancaman Amerika dan Zionis yang sedang berlangsung terhadap Republik Islam Iran. Tujuan kedua negara tersebut ingin merampas kemampuan Iran dari memiliki alat canggih. Dengan demikian, teknologi tersebut akan tetap berada di tangan pendudukan Zionis.

Hamas memperingatkan hal itu akan menyebabkan kekacauan dan ketidakstabilan, terutama dalam melayani kepentingan entitas Zionis. Hamas menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada rakyat Iran dan pemimpinnya atas kesyahidan ilmuwan nuklir itu.

Jihad Islam Palestina (PIJ) juga mengutuk serangan teroris yang tercela itu. Ia menjulukinya sebagai pembunuhan pengecut yang memiliki sidik jari dari Israel dan AS.

"Aksi teroris pengecut ini menyasar unsur-unsur kemajuan ilmu pengetahuan di dunia Islam pada umumnya dan Republik Islam Iran pada khususnya," kata PIJ. "Ini merupakan upaya putus asa untuk menghukum Iran karena mendukung orang-orang lemah di dunia, termasuk Palestina."

Seorang pejabat senior PIJ, Ahmed al-Mudalal, mengatakan bahwa Israel dan AS tidak akan dapat menundukkan negara-negara Arab dan negara Islam kami. Dia menyatakan keyakinannya bahwa Iran akan dapat menanggapi dengan keras kejahatan ini. Berbasis di Jalur Gaza, Hamas dan PIJ telah lama menerima bantuan keuangan dan militer dari Iran.

Front Populer PLO untuk Pembebasan Palestina (PFLP) mengecam pembunuhan Fakhrizadeh dan mengatakan itu menjadi bagian dari skema Amerika-Israel untuk menargetkan Iran karena penentangannya terhadap keberadaan entitas Zionis.

PFLP menyatakan keyakinannya bahwa Iran akan mampu menanggung kerugiannya dan mencapai kemajuan lebih lanjut yang mencerminkan perkembangan kemampuan Iran di berbagai tingkatan, termasuk militer dan keamanan.

Komite Perlawanan Populer, suatu koalisi dari berbagai kelompok yang berbasis di Gaza, mengutuk pembunuhan ilmuwan nuklir itu sebagai terorisme negara dan mengatakan bahwa pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban.

Gerakan Mujahidin Palestina, juga berbasis di Jalur Gaza, menganggap Israel bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Dikatakan, kebijakan membunuh ilmuwan dan ahli tidak akan menghalangi umat Islam untuk menghadapi Israel dan AS. (OL-14)

Baca Juga

AFP

Ribuan Warga Brasil Demo Minta Presiden Dimakzulkan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:46 WIB
RIBUAN warga Brasil turun ke jalan dengan mobil mereka untuk menuntut pemakzulan Presiden Jair Bolsonaro atas penanganan pandemi covid-19...
Dok. Istimewa

ASN Kemenkum dan HAM Kalbar Diingatkan untuk Jaga Integritas

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Januari 2021, 13:16 WIB
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Wilayah Kemenkumham Kalbar, serta pada UPT...
AFP/Vidar Ruud

Swedia Tutup Perbatasan dengan Norwegia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 25 Januari 2021, 12:38 WIB
Warga Norwegia yang tinggal dan bekerja di Swedia dikecualikan dalam pembatasan yang akan berlaku pada Senin (25/1) tengah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya